Standar terbuka dorong kompetisi pasar software
JAKARTA (Bisnis): Kompetisi yang sehat di pasar peranti lunak nasional
dapat tercipta dengan menyusun dan menerapkan standar terbuka, tanpa
memandang metode pengembangannya terbuka atau tertutup, kata praktisi
bisnis teknologi informasi.
"Standardisasi di tingkat dasar memungkinkan kompetisi dalam skala besar
dan di tingkat yang lebih tinggi," kata Goh Seow Hong, Direktur Kebijakan
Peranti Lunak Business Software Alliance (BSA) kepada Bisnis kemarin.
Kompetisi di tingkat yang lebih tinggi seperti dimaksud Goh terjadi jika
persaingan antar vendor tidak terjebak pada metode pengembangan peranti
lunak, melainkan pada kualitas produk akhir. Terdapat dua metode
pengembangan peranti lunak yakni terbuka dan tertutup. Pengembangan terbuka
disebut juga open source karena baris-baris kode pemrograman bisa diakses
masyarakat dengan persyaratan tertentu.
Sebaliknya, akses terhadap kode pemrograman dibatasi pada metode
pengembangan tertutup. Linux yang dikembangkan komunitas termasuk jenis
open source sedangkan Windows dari Microsoft termasuk tertutup, disebut
proprietary atau komersial.
"Kompetisi dalam skala besar tercipta jika tidak terlalu memandang lagi
apakah itu open source atau komersial," ujar Goh.
Frans Thamura, praktisi open source dari komunitas Java, mengatakan
standardisasi terbuka memungkinkan interoperabilitas antarsistem dan
membuat pegguna tidak terikat pada salah satu vendor.
"Standar terbuka bagus sekali, dan seharusnya menjadi acuan, bukan dari
sisi semata-mata karena open source-nya," ujarnya di tempat terpisah.
Untuk menciptakan kompetisi di pasar nasional, BSA menyarankan agar
pemerintah mempromosikan dan mendorong usaha standardisasi ini. Namun
kenyataannya, upaya ini sulit dilakukan.
Sulit didefinisikan
BSA sendiri yang terdiri dari 25 perusahaan peranti lunak global, lanjut
Goh, sulit bagi mereka untuk duduk bersama guna menyepakati definisi dan
merumuskan standar yang bersifat terbuka. Sementara itu Frans menilai
standardisasi juga memiliki sisi negatif, yakni jika terindikasi adanya
tekanan dari satu perusahaan atau institusi tertentu untuk kepentingannya
sendiri.
"Bahkan terkada ada entitas yang menjual standard untuk mendapatkan
market," tandas aktivis Java User Group Indonesia itu.
Menurut dia, di dunia pengembangan bebas seperti open source, peranti lunak
yang tidak standar bisa jadi lebih baik secara praktis. Salah satunya
adalah model pengembangan Jabber yang menghasilkan standar XMPP.
Frans dan Goh sepakat bahwa standardisasi bisa dimulai dengan mewudujkan
interoperabilitas antar peranti lunak, apapun model pengembangan dan
platform yang digunakan. Standardisasi juga semakin sulit di industri
teknologi informasi, khusunya peranti lunak yang dewasa ini semakin matang.
Contohnya adalah upaya Microsoft dan Sun Microsystems untuk
mengintegrasikan produk masing-masing.
Pengadilan AS beberapa waktu lalu memerintahkan Microsoft untuk membuka
diri pada platform peranti lunak Sun agar tercipta kompetisi yang sehat
antara keduanya. Namun hingga kini belum ada hasil yang signifikan dari
upaya tersebut. (dss)
--
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Visit our website at http://www.warnet2000.net
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/