'Pungutan USO agar 3% dari pendapatan operator'  
    
JAKARTA (Bisnis): Pemerintah dinilai perlu mengubah formulasi anggaran 
program universal service obligation (USO) yang ditetapkan dalam rancangan 
peraturan pemerintah (RPP) menjadi minimal 3% dari pendapatan kotor 
operator telekomunikasi. 

Pengamat Telematika dari Universitas Indonesia Heru Sutadi mengatakan 
formulasi yang ditetapkan dalam RPP sebesar 0,75% dari pendapatan kotor 
operator itu terlalu kecil dan tidak akan ada manfaatnya terhadap program 
USO. Oleh karena itu, tutur dia, pemerintah tidak perlu terburu-buru 
mengeluarkan kebijakan itu sebelum formulasinya diubah sesuai dengan 
kebutuhan yang ideal untuk mengoptimalkan program tersebut. 

"Setidaknya jika 3% dari pendapatan kotor operator masih bisa terpenuhi 
termasuk untuk operasionalnya. Lebih baik lagi jika bisa sampai 5% seperti 
halnya di Malaysia," katanya kepada Bisnis kemarin. 

Selain itu, Heru memaparkan target untuk menyediakan akses telekomunikasi 
pada 43.000 desa tidak akan terpenuhi jika pemerintah tidak mengubah 
formulasi anggarannya. Dia menuturkan selama ini memang masih ada kesalahan 
pemahaman mengenai USO dimana banyak pihak yang hanya berpikiran bagaimana 
menyelesaikan proyek itu agar terpenuhi 43.000 desa tapi tidak 
mengantisipasi masalah operasionalnya. 

"Akibatnya bisa dilihat dari fasilitas telepon USO yang sudah dibangun 
ternyata sekitar 33%-nya sudah tidak terpakai karena tidak ada biaya 
operasional. Masalah seperti ini bisa diatasi jika formulasi anggarannya 
tepat," tandas dia. 

Heru mengatakan pemerintah perlu mengubah formulasi anggaran USO juga 
terkait dengan pencapaian target WSIS (World Summit on The Information 
Society) yang pada 2015 setiap desa sudah memiliki minimal satu akses 
Internet. 

"Target itu harus dipenuhi dalam sepuluh tahun ke depan. Untuk memenuhi 
target itu pemerintah perlu melibatkan stakeholder telematika untuk 
merumuskan formulasi yang tepat." 

Dia memaparkan sebetulnya bisa pemerintah menggunakan formulasi 0,75% dari 
pendapatan kotor operator asalkan didukung oleh sumber pendanaan lain 
seperti dari APBN. Sementara bagi operator, menurut dia, memang agak 
memberatkan jika formulasinya diubah menjadi minimal 3% tapi sebetulnya 
dalam jangka panjang cukup bagu untuk membuka pasar baru. 

Operator keberatan 

Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Rudiantara 
menandaskan angka 0,75% itu sudah dibahas sejak lama antara operator dan 
regulator dengan berpatokan pada hasil studi yang dilakukan oleh salah satu 
perguruan tinggi. 

"Bagi operator, berapa pun besaran yang ditetapkan pemerintah pasti akan 
mempengaruhi struktur biaya operator. Apalagi beban yang ditanggung oleh 
operator tidak hanya dalam bentuk USO tapi juga variabel lainnya," ujar 
Rudiantara. 

Susilo Hartono, Direktur Bina Telekomunikasi dan Informatika Direktorat 
Jenderal Pos dan Telekomunikasi, mengatakan RPP yang akan mengatur tentang 
kewajiban operator untuk menyetor 0,75% dari pendapatan kotor itu saat ini 
sudah berada di Setneg dan tinggal menunggu ditandatangani Presiden menjadi 
PP. 

"RPP-nya sudah diserahkan ke Setneg tapi belum bisa dipastikan kapan 
dikeluarkan PP-nya. Jika dikeluarkan lebih cepat lebih bagus sehingga untuk 
program USO 2005 sudah bisa menggunakan anggaran dari operator itu," 
katanya. 

Dia mengatakan dari sisi nilai sebetulnya formulasi 0,75% dari pendapatan 
kotor operator itu sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk program 
USO dibanding dalam dua tahap pertama ini yang hanya mengandalkan dana dari 
APBN yakni hanya Rp45 miliar pertahun. 

"Meski demikian, sambil menunggu keluarnya PP kami juga tetap mengajukan 
program USO ke Depkeu tapi mungkin angkanya tidak sebesar sebelumnya yakni 
Rp45 miliar," papar Susilo. 

Ditjen postel, kata dia, juga menjadikan pembahasan aturan pentarifan 
khusus untuk fastel USO berbasis satelit pada lintasdepartemen (interdep) 
sebagai agenda prioritas sehingga diharapkan sudah bisa diterapkan pada 
2005 setelah Kepmennya dikeluarkan. 

Nantinya, jelas Susilo, melalui aturan pentarifan khusus akan ada penurunan 
tarif untuk penggunaan fasilitas telepon USO berbasis satelit sehingga 
masyarakat dapat menikmati komunikasi dengan harga yang lebih murah dari 
yang berlaku saat ini. (jha) 
 
-- 
Season's greetings and best wishes for the new year 2005.

-- 
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda 
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED] 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke