Masyarakat Belum Melek TI

Jakarta, Kompas - Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil
mengatakan, hingga kini masyarakat Indonesia masih belum melek teknologi
informasi dan komunikasi bila dilihat dari kebutuhan dan ketersediaan
tenaga TIK yang masih sedikit. Karena itulah, pemerintah akan terus
berusaha meningkatkan pendayagunaan dan kualitas tenaga TIK.

"Idealnya, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia mempunyai e-literacy
dalam tingkatan tertentu, yang artinya sekitar 220 juta rakyat harus melek
TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Namun, untuk mencapai itu memang
tidak mudah dan membutuhkan waktu lama, karena itu kami akan lebih
memfokuskan kepada pekerja TIK, yaitu orang yang mampu mengembangkan
produk TIK," kata Sofyan ketika membuka Konvensi Nasional Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk Operator dan Programmer
Komputer, Rabu (19/1).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat kesenjangan antara ketersediaan dan
kebutuhan sumber daya manusia TIK di Indonesia, yaitu sekitar 300 persen,
dan diperkirakan kesenjangan itu menurun tahun 2008, menjadi 165 persen.
Diperlukan terobosan agar Indonesia bisa mencapai target standar
internasional pada tahun 2015. (sie)



Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke