Telkom Tuntut Insentif di Industri Fixed Line

JAKARTA - PT Telkom Tbk menuntut agar pemerintah memberikan insentif yang
lebih besar kepada pasar telepon tetap (fixed line) di Indonesia. Meskipun
pasar dibebaskan dari monopoli dengan ditetapkannya duopoli Telkom-Indosat
2003 lalu, insentif kepada industri seluler dinilai masih jauh lebih
banyak dibanding yang diterima oleh pelaku industri fixed line.

Menurut Kristiono, direktur utama PT Telkom Tbk, minimnya insentif dari
pemerintah itu membuat Telkom sulit mencari mitra kerja atau investor baru
untuk diajak bersama-sama memperkuat panetrasi pasar fixed line di
Indonesia. Salah satu yang paling dikeluhkan investor fixed line adalah
struktur tarif untuk sambungan lokal, sambungan langsung jarak jauh
(SLJJ), dan sambungan langsung internasional (SLI).

"Investor biasanya sudah enggan jika mengetahui struktur tarif di fixed
line kita. Soalnya mereka dipaksa melakukan subsidi sendiri atas tarif
lokal yang selalu ditekan agar rendah," ujarnya.

Sementara di segmen SLJJ dan SLI yang menjanjikan margin tinggi, selain
harus menyubsidi tarif lokal, di pasar juga harus bersaing dengan
sambungan telepon dengan menggunakan teknologi internet atau dikenal
dengan VoIP (Voice over Internet Protocol).

"Jadi margin yang tinggi itu harus dikurangi untuk subsidi tarif lokal dan
bisa jadi dikurangi lagi agar bisa bersaing dengan telepon VoIP," keluh
Kristiono. Akibatnya return on investment (RoI) di industri fixed line
sangat rendah, karena di sambungan long distance marginnya tertekan, di
sambungan lokal harus subsidi.

Keberadaan operator telepon VoIP sendiri juga dilegalkan oleh pemerintah
dengan keluarnya lisensi atas empat perusahaan operator tahun 2002
lalu."Inilah salah satu bukti kurangnya keberpihakan pemerintah kepada
industri fixed line," ujar alumni ITS itu.

Agar iklim investasi di fixed line lebih kondusif, Kristiono mengusulkan
agar operator diberikan tariff flexibility sehingga bisa mnciptakan margin
yang lebih besar.

"Ingat gap tarif fixed line dengan seluler masih jauh. Jadi ruang untuk
merekayasa tarif agar margin meningkat bisa lebih besar masih terbuka
lebar," katanya. (kim)


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke