Menangkal software ilegal

Alangkah asyiknya mendapat rezeki nomplok berupa uang tunai hingga Rp50
juta hanya dengan melaporkan dugaan penggunaan peranti lunak (software)
ilegal oleh sebuah perusahaan.

Hal ini tentu dapat menjadi bisnis baru yang menggiurkan bagi individu
yang bisa melaporkan temuan tersebut. Apalagi identitas pelapor akan
dijamin kerahasiaannya oleh pemberi hadiah. Pelapor hanya perlu
menyampaikan informasi tentang kecurangan itu melalui e-mail atau telepon
bebas pulsa.

Seperti diberitakan harian ini kemarin, Business Software Alliance-sebuah
lembaga yang didukung produsen besar seperti Microsoft-menyediakan imbalan
tersebut untuk menekan penggunaan peranti lunak ilegal di Indonesia.
Imbalan itu juga berlaku bagi sejumlah negara yang merupakan lahan subur
produk software ilegal.

Strategi itu ditempuh oleh produsen sebagai upaya memerangi pembajakan
peranti lunak yang dinilai sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Betapa
tidak. Berdasarkan klaim BSA, Indonesia termasuk peringkat teratas di
antara negara yang memiliki tingkat kesuburan tinggi bagi pembajakan
software.

Program pelaporan berhadiah seperti itu memang layak didukung. Ini karena,
sebagai bangsa besar, kita tidak ingin masyarakat internasional mencap
bangsa Indonesia sebagai bangsa pembajak yang tidak dapat menghargai karya
orang lain.

Hal ini juga patut menjadi ujian bagi aparat keamanan. Ini karena setelah
pelaku penggunaan software ilegal diciduk dan diproses sesuai hukum yang
berlaku, adakah jaminan bahwa pelaku tersebut akan memperoleh hukuman
setimpal? Bukankah kita sering mendengar dan menyaksikan mereka yang
melanggar hukum, karena mampu membayar oknum tertentu, akhirnya malah
bebas dari tuntutan.

Penegakan hukum masih menjadi barang mewah di negeri ini. Kalau pun aparat
keamanan punya iktikad baik yang kuat untuk memerangi pembajakan, tak usah
jauh-jauh mencari para pelakunya. Di hampir setiap mal dan pusat
perbelanjaan-besar maupun kecil-di Jakarta hingga kota-kota kecil di
seluruh Indonesia, bertebaran pedagang produk bajakan.

Kelompok pedagang ini begitu bebas menjual produk berkategori haram itu.
Kalau demikian halnya, bukti apalagi yang harus disodorkan untuk
memberantas pembajakan tersebut?

Hal lain yang mungkin perlu dipertimbangkan oleh vendor atau produsen
software produk bermuatan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) itu adalah
upaya mereka menghasilkan produk dengan harga terjangkau bagi masyarakat
umum, kelas bawah sekalipun, selain terus-menerus melakukan pembelajaran
kepada masyarakat.

Di dunia maya-masyarakat Internet-memang terdapat kecenderungan pemikiran
bahwa pada hakikatnya semua karya manusia seharusnya tidak dikomersialkan.
Mereka ini, yang tergabung dalam kelompok copyleft-bentuk perlawanan dari
copyright (hak cipta), menyatakan bahwa manusia memperoleh karunia berupa
kepintaran dari Tuhan secara gratis.

Karena itu, menurut penganut paham ini, manusia tidak selayaknya menjual
karunia tersebut kepada manusia lain. Kalau pun terpaksa harus menjualnya,
ya tidak semahal seperti yang terjadi saat ini. Diskursus seperti itu
menarik dijadikan bahan renungan dalam rangka memerangi praktik pembajakan
produk berbasis hak cipta.

Tidak fair memang menuntut produsen atau vendor untuk menjual produk
mereka dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang yang berlaku di pasar
negara maju. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa daya beli
(purchasing power parity) masyarakat Indonesia memang jauh lebih rendah
ketimbang masyarakat di negara maju.

Padahal, masyarakat di dunia ketiga juga ingin menikmati dan menerapkan
hasil teknologi maju untuk mengejar ketertinggalan mereka, mengingat
produk pendukungnya juga tersedia bebas-dan terjangkau-di pasaran lokal.
Serba dilematis memang.

-- 
> Trans TV akan menyiarkan Film "PASSION OF THE CHRIST"
> pada Jumat, 25 Maret 2005 pukul 20.00-22.30


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke