Indonesia Mandiri Kembangkan Satelit Mikro

Jakarta, Kompas - Dengan digelarnya program pengembangan teknologi
satelit sejak 1998, Indonesia kini telah mandiri dalam pembuatan
satelit mikro. Upaya tersebut dirintis Tim Microsat Lembaga
Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) dan hingga tahun 2000
berhasil merancang dan mengimplementasikan suatu bench model satelit
mikro serta membangun model stasiun bumi penerima data satelit
mikro. Akhir tahun ini prototipe satelit mikro akan selesai diuji
coba.

Kerja sama yang dilakukan dengan Technical University of Berlin
sejak 2003 juga telah membuahkan hasil dengan dikembangkannya model
terbang (flight model) satelit mikro Lapan-TUBsat. Satelit video
surveilans ini akan diluncurkan September mendatang menggunakan
roket milik Indian Space Research Organization (ISRO) dari
Sriharikota, India.

Hal ini terlontar dalam penjelasan Menteri Negara Riset dan
Teknologi Kusmayanto Kadiman dan Kepala Lapan Mahdi Kartasasmita
kepada wartawan seusai penyerahan alat peraga antara lain berupa
simulasi satelit mikro Indonesia kepada Direktur PP Iptek Herudi
Kartowisastro di Jakarta, Senin (4/4).

Seusai peluncuran dari India, dua bulan kemudian satelit mikro
diperkirakan berada di orbit pola dan dapat beroperasi penuh
mengobservasi sumber daya alam di wilayah Indonesia. Untuk sampai di
atas wilayah Indonesia, tracking dan pengiriman data dilakukan di
stasiun bumi yang dibangun Lapan. Stasiun bumi untuk satelit mikro
itu ada di Rumpin, Jawa Barat, dan Pare-pare, Sulawesi Selatan,
sedangkan sistem kendali berada di Biak, Papua.

Satelit Mikro Inasat

Satelit yang dikembangkan oleh Lapan disebut Inasat, rancang bangun
dan uji kinerjanya melibatkan PT Dirgantara Indonesia, PT LEN
Industri, Puslit KIM LIPI, dan Puslit Metalurgi LIPI.

"Tahap pengujian telah mencapai 60 persen, selebihnya akan
diselesaikan tahun ini juga," ujar Manajer Proyek Inasat Gunawan
Prabowo.

Pembangunan Inasat merupakan upaya pembelajaran bagi tenaga ahli
satelit di Indonesia dan untuk mengetahui seberapa jauh potensi
industri strategis dan lembaga riset dalam negeri dalam pembuatan
satelit. Saat ini satelit Inasat belum menjadi prioritas untuk
diluncurkan dalam waktu dekat, namun ini akan menjadi embrio bagi
fase kedua satelit Indonesia. Diperkirakan satelit ini akan
diluncurkan tahun 2008.

Menurut Gunawan, mandiri dalam pembuatan satelit memiliki beberapa
keuntungan. Selain dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia,
lembaga riset, serta industri, juga dapat menekan biaya produksi
hingga 40 persen. Namun, diakui hingga saat ini Indonesia belum
mampu meluncurkan satelit sendiri meski lokasi Indonesia yang berada
di khatulistiwa tergolong yang paling strategis. Hal ini akibat
kendala pembangunan infrastruktur yang sangat tinggi dan sulit
mencapai skala ekonomis.

Karena itu, peluncuran satelit mikro Indonesia generasi berikutnya
masih mengandalkan roket India, sesuai dengan perjanjian kerja sama
dengan negara tersebut.

Kembangkan model teknis

Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lapan Soewarto
Hardhienata menambahkan, setelah berhasil merancang dan menerapkan
model satelit mikro yang mencakup juga sistem kendali, Lapan
mengembangkan model teknis lewat program Lapsat-EM.

Program bertujuan mewujudkan pengoperasian pembebanan dan komunikasi
melalui komputer di satelit dengan catu daya dari panel sel surya.

Satelit Lapan TUBsat memuat dua kamera pankromatik denga panjang
masing-masing 1.000 dan 50 mm. Berada pada ketinggian 630 km dari
permukaan bumi, citra yang dihasilkan beresolusi masing-masing 5
meter dan 200 meter.

Satelit Lapan TUBsat yang dibuat oleh 16 insinyur Indonesia akan
selesai Juli mendatang. Untuk mempersiapkan pengendalian dan
pemanfaatan satelit ini, pada tahun lalu telah dibangun stasiun bumi
pengendali dan penerima di Rumpin.

Selain untuk operasionalisasi satelit Lapan TUBsat, dan satelit
mikro lainnya seperti UOSat, POSat, TMSat, dan Tiungsat, stasiun
bumi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menerima dan mengolah data
satelit Modis (Aqua dan Terra). (YUN)



Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke