Peluncuran Satelit Telkom Dilakukan Juni 2005 Jakarta, Kompas - Peluncuran satelit milik PT Telkom yang diberi nama Telkom-2, sebagai pengganti Satelit Palapa B4, kembali tertunda dari jadwal sebelumnya pada bulan April 2005. Manajemen Telkom memperkirakan jadwal peluncuran satelit terlaksana pada Juni 2005.
Demikian dikemukakan Kepala Divisi Long Distance PT Telkom Sarwoto Atmosutarno, Selasa (5/4) di Jakarta. Satelit Palapa B4 seharusnya sudah diganti sejak tahun 2001 karena usianya hanya sembilan tahun sejak diluncurkan pada bulan Mei 1992. Peluncuran tertunda karena harus menunggu satelit milik Departemen Pertahanan Perancis, Syracuse 3A, yang baru selesai dibangun pada bulan Maret 2005 dan akan diluncurkan bersamaan dengan satelit Telkom-2. Satelit milik Perancis itu diperkirakan baru mendapat persetujuan meluncur pada bulan April ini. Ketika ditanya kemungkinan kerugian akibat penundaan, Sarwoto menegaskan, Telkom hanya rugi waktu. Jika melihat penggantian sebagai upaya mempertahankan pendapatan, maka selalu ada biaya untuk mengoperasikan atau menyewa satelit sementara. "Jadi, kalau Satelit B4 berakhir bulan Mei atau Juni, Telkom terpaksa menyewa satelit jika penggantinya belum diluncurkan. Kebetulan ada operator satelit yang menyewakan satelit untuk beberapa bulan saja," Sarwoto. Sebelumnya, Direktur Utama PT Telkom Kristiono mengatakan, satelit Telkom-2 memiliki usia relatif lebih panjang dibandingkan dengan satelit yang digantikan, yakni bisa beroperasi selama 15 tahun. Hal itu merupakan kompensasi dari keterlambatan peluncuran, di mana satelit ini diberikan bahan bakar lebih banyak sehingga usianya bisa lebih dari 15 tahun. Kristiono menjelaskan, akibat keterlambatan peluncuran, Telkom memang terpaksa mengeluarkan biaya sekitar Rp 13,3 miliar. Namun, Telkom mendapat keuntungan jauh lebih besar karena memperpanjang umur satelit Palapa B4 selama empat tahun. Keuntungan yang diperoleh ekuivalen dengan empat tahun dikalikan 20 jam dikalikan 1 juta dollar AS, atau sama dengan 80 juta dollar AS. Antisipasi Jika peluncuran tertunda lagi, Sarwoto mengatakan, Telkom sudah menyiapkan tindakan darurat seandainya tertunda hingga bulan Agustus 2005. Telkom akan menyewa empat hingga enam transponder memindahkan pelanggan strategis, seperti TNI, Polri, RRI, dan perbankan. Tetapi, Sarwoto mengutarakan, pihaknya optimistis Satelit Telkom-2 buatan Amerika Serikat itu sudah bisa diluncurkan sebelum bulan Agustus 2005. Seandainya satelit milik Perancis tetap belum siap meluncur, sudah ada alternatif satelit milik India yang siap diluncurkan bersama Telkom-2 oleh peluncur Ariannes Spaces dari Perancis. (BOY) Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
