Raksasa Biru, Menuju Strategi Baru Pasar Komputer BAGI International Business Machines Corporation, atau IBM, keputusannya menjual bisnis komputer personal kepada perusahaan teknologi RRC, Lenovo, mungkin menjadi sebuah keputusan realistis. Bagi orang awam yang mengenal IBM sebagai perusahaan "Raksasa Biru" di bidang teknologi dengan bisnis senilai 180 miliar dollar AS setiap tahunnya, hal itu memang terasa janggal.
MEMANG janggal kalau memerhatikan statistik paten inovasi yang dihasilkan IBM selama tahun 2003 dan 2004 selalu di urutan teratas, itu menunjukkan bahwa perusahaan ini sebagai pelopor penting kemajuan teknologi komputer. Pada tahun 2003, IBM mencatat telah mematenkan sebanyak 3.414 jenis temuan teknologi baru, dan pada tahun 2004 mencatatkan sebanyak 3.428 paten. Raksasa IBM ini menduduki urutan paling atas dalam dua tahun berturut-turut diikuti oleh Matsushita Electric Industrial Co Ltd, Canon Kabushiki Kaisha, Hewlett-Packard Development Company, Micron Technology Inc, Samsung Electronics Co Ltd, Intel Corporation, Hitachi Limited, Toshiba Corporation, dan Sony Corporation. Beberapa tahun sebelumnya, Lenovo yang berjaya di daratan China menjadi distributor utama komputer IBM, termasuk juga apa yang disebut sebagai komputer IBM clone. Dengan mengakuisisi divisi komputer personal IBM, Lenovo akan berada dalam urutan ketiga pemasok komputer terbesar di dunia dan bersaing dengan Dell dan Hewlett-Packard. Kemajuan teknologi berlangsung begitu cepatnya sehingga IBM tidak berpeluang untuk menghasilkan keuntungan dalam persaingan komputer personal termasuk notebook. Namun, di sisi lain kita perlu membacanya sebagai sebuah permulaan dari apa yang disebut sebagai shuffling technology industry. Dan untuk menguasai pangsa pasar komputer yang semakin ketat dan bersaing dengan harga yang sangat kompetitif, IBM menjalankan apa yang bisa kita sebut sebagai exit strategy yang cemerlang untuk melakukan terobosan baru dalam menguasai pangsa pasar komputer dunia. Kenapa Lenovo? Karena perkembangan dan pertumbuhan ekonomi perdagangan China yang sangat pesat dengan angka rata-rata 8-9 persen selama 20 tahun berturut-turut telah memengaruhi dunia secara keseluruhan. Artinya, IBM-Lenovo bukan hanya mengembangkan ekonomi baru untuk diri mereka sendiri, tetapi menjajaki peluang baru bagi merek dari China yang berkembang dikombinasikan dengan eksistensi perusahaan kelas dunia. Artinya lagi, IBM-Lenovo (atau Lenovo-IBM?) akan menjadi perusahaan komputer terbesar ketiga dunia, memiliki keseluruhan kunci mitra bisnis strategis yang dimiliki IBM, serta keseluruhan kekuatan yang dimiliki komputer IBM, mulai dari riset, pengembangan, desain, maupun kemampuan manufaktur. Seperti mobil Secara teknologi, komputer-komputer yang dihasilkan IBM memang menghasilkan kualitas sesuai dengan nama yang disandangnya, "Raksasa Biru". Ketika Kompas berkesempatan mencoba komputer IBM seri ThinkCenter M51 Desktop berwarna hitam dengan prosesor Pentium 540 berkecepatan 3,2 GHz, terasa bahwa memang produk yang dihasilkannya memiliki sebuah kualitas tersendiri. Faktor bentuk desktop yang melintang menghadirkan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan komputer tower yang banyak digunakan selama ini. Ibarat sebuah mobil, pemeliharaan maupun penambahan berbagai perangkat tambahan komputer menjadi lebih mudah dengan ThinkCenter M51 ini. Cukup dengan membuka penutup ThinkCenter M51 ini ke atas seperti membuka kap mesin mobil, kita bisa langsung menambahkan berbagai perangkat lain yang ingin digunakan. Rancangannya yang sederhana, berwarna hitam (bukan biru?) menjadikan ThinkCenter M51 ini terasa serasi di meja kantor atau di ruang kerja pribadi. Spesifikasi ThinkCenter M51 ini tidak banyak berbeda dengan komputer sejenis merek lain. Selain menyediakan prosesor grafik yang terintegrasi, ThinkCenter M51 juga memiliki pilihan rongga bagi prosesor grafik tambahan PCI Express 16-bit, memacu kemampuan pemrosesan grafik yang lebih cepat untuk berbagai keperluan termasuk computer games. Kapasitas penyimpanan hard disk sebesar 40 GB mungkin menjadi tidak ideal di tengah-tengah derasnya penetrasi informasi data digital multimedia sekarang ini. Namun, memerhatikan rancangannya, pengguna ThinkCenter M51 ini masih memiliki ruang yang cukup bagi penambahan hard disk lain jika diperlukan. Yang menarik perhatian Kompas adalah penggunaan pendingin yang digunakan ThinkCenter M51 ini yang tidak menggunakan kipas, berbeda dengan beberapa komputer bermerek lain. Ukurannya yang besar dan tanpa kipas ini menghasilkan suasana komputasi yang tidak berisik, serta menahan panas yang dikeluarkan prosesor secara signifikan. Dipertahankan Menurut pihak IBM melalui situs web (http://www.pc.ibm. com/ww/customerqa.html), pelayanan bagi komputer seri ThinkCenter akan tetap dipertahankan, dan semua seri merek IBM untuk komputer dan notebook akan tetap dipertahankan setelah keseluruhan proses penjualan dilakukan pada pertengahan tahun ini. Kita sendiri berharap apa yang dilakukan IBM selama ini akan diteruskan oleh Lenovo yang didirikan tahun 1984 dengan pendapatan tahunan sekitar 3 miliar dollar AS. Selama ini di Indonesia, IBM merupakan satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan bisnis dengan transaksi dilakukan di Jakarta, bukan di Singapura seperti yang dilakukan oleh berbagai perusahaan lainnya. Kondisi ini, selama belum ditata secara menyeluruh, kita harapkan bisa dipertahankan oleh Lenovo-IBM dalam meraih pangsa pasar Indonesia yang masih potensial bagi pertumbuhan teknologi di masa depan. Dan pasti, kita akan terbuka bagi mereka yang ingin berbisnis secara adil di pangsa pasar yang kita miliki. (rlp) --- If you need an office in Surabaya you don't have to invest on furnitures, ac etc. Contact: Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, Surabaya 60282, Tel. 031 5013570, email: [EMAIL PROTECTED] Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
