Operator FWA agar tekan biaya operasional

JAKARTA (Bisnis): Operator penyedia layanan telekomunikasi tetap
dengan mobilitas terbatas (fixed wireless access/FWA) dinilai perlu
segera menekan biaya operasional (opex) untuk mengantisipasi
regulasi kenaikan tarif layanan tersebut.

Direktur Bisnis Jasa PT Telkom Suryatin Setiawan mengatakan sejauh
ini tarif telepon tetap mobilitas terbatas memang masih lebih rendah
dibanding layanan bergerak tidak terbatas. Tapi, jika ada regulasi
kenaikan tarif bagi layanan FWA, maka nantinya akan berpengaruh
besar terhadap opex sehingga operator perlu segera menyiapkan
strategi operasional untuk mengantisipasi kebijakan tersebut.

"Makanya game berikutnya bagi semua operator nirkabel adalah
efisiensi opex. Artinya, jika ada opex yang naik akibat regulasi
yang tidak bisa dihindari maka operator harus mencari alternatif
untuk menekan opex dari sisi lain," ujarnya di sela-sela pembukaan
Indonesia CDMA Exhibition (ICE) 2005 kemarin.

Suryatin mengungkapkan hal itu terkait dengan keluarnya Peraturan
Menteri Komunikasi dan Informatika No. 05/P/M. Kominfo/5/2005
tentang Perubahan keputusan Menhub No. KM. 40/2002 tentang petunjuk
pelaksanaan tarif atas penerimaanan negara bukan pajak dari biaya
hak penggunaan spektrum frekuensi radio.

Sejumlah kalangan menilai aturan baru tersebut akan meningkatkan
beban tarif atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari biaya hak
penggunaan spektrum frekuensi radio bagi FWA.

Tapi dengan adanya tambahan pembebanan itu maka tarif FWA nantinya
juga akan naik sehingga selisihnya akan semakin kecil dibanding
tarif telepon seluler yang akan berdampak pada semakin sulitnya
operator FWA mengembangkan pasarnya.

Permen tersebut dinilai akan menjadi tantangan berat bagi industri
telepon tanpa kabel dengan mobilitas terbatas di Indonesia karena
persepsi masyarakat selama ini layanan FWA dinilai mampu memberikan
tarif murah.

Sebagai gambaran saat ini ada tiga operator yang menyediakan layanan
telepon tetap nirkabel dengan mobilitas terbatas yakni Telkom dengan
merek dagang Flexi, Indosat (Star One), serta Bakrie Telecom (Esia).
Selain itu, Mobile-8 Telecom juga menyediakan layanan dengan
teknologi yang sama tapi termasuk kategori seluler dengan cakupan
nasional.

Dalam Permenkominfo No. 05/2005 itu disebutkan adanya tambahan tiga
jenis frekuensi yakni jaringan tetap lokal tanpa kabel (FWA CDMA)
dengan mobilitas terbatas untuk stasiun base dan out-nya dikenakan
indeks biaya pendudukan frekuensi (ib) sebesar 1,510 dan indeks
biaya pemancaran daya (ip) sebesar 0,392. (jha

---
Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya?
Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja
dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur
I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke