Pilihan Komputasi

DUNIA teknologi komunikasi informasi di Indonesia sekarang tampaknya
mengalami berbagai permasalahan serius yang perlu dicarikan
penyelesaian segera, khususnya persoalan lisensi perangkat lunak
yang digunakan berbagai warung internet (warnet), serta nasib
program IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang "bisa mati" sebelum
berkembang karena kesepakatan Memorandum of Understanding antara
Ditjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dengan Microsoft
Indonesia.

Nasib warnet yang berguguran setelah digerebek polisi karena
menyalahi penggunaan perangkat lunak yang tidak memiliki lisensi,
umumnya lisensi aplikasi buatan Microsoft, adalah persoalan lama
yang terus-menerus muncul. Sampai sekarang, berbagai aktivis warnet
berupaya untuk mencari solusinya, namun tidak ada yang bisa
memuaskan semua pihak dan melawan "si raksasa" Microsoft.

Yang kita khawatirkan adalah warnet, yang tersebar di mana-mana dan
menjadi pilihan murah bagi orang-orang untuk mengakses jaringan
internet, akan menghambat laju penetrasi teknologi komunikasi
informasi yang memang sudah terpuruk dan tidak mendapat dukungan
penuh pemerintah yang setengah hati dalam merumuskan kebijakan dasar
pembangunan teknologi komunikasi informasi ini.

KITA sendiri tidak memiliki prasangka terhadap Microsoft yang memang
produk-produknya dibajak habis-habisan di negara ini. Namun, ketika
Ditjen HAKI menjadikan Microsoft sebagai penasihat di bidang
teknologi informasi, kita pun terheran-heran. Ada dua hal yang
menjadi pertanyaan, apakah di negara ini tidak ada penasihat bidang
teknologi informasi yang bisa digunakan oleh Ditjen HAKI. Pertanyaan
lainnya adalah bukannya deklarasi IGOS ini merupakan kesepakatan
lima menteri, termasuk Menteri Kehakiman dan HAM yang membawahi
Ditjen HAKI?

Bagi orang awam, tidak banyak yang mengetahui apa itu IGOS.
Sosialisasi program IGOS untuk menjadikan aplikasi open sources,
seperti Linux sebagai pilihan dalam aktivitas komputasi sehari-hari,
memang nyaris tidak ada sama sekali. Bahkan, perguruan tinggi sekali
pun hanya terbatas pada penggunaan orang-orang tertentu saja.

Kita mendukung IGOS bukan karena bersikap anti-Microsoft. Tapi,
lebih pada adanya pilihan meluas dan merata bagaimana cara kita
melakukan komputasi sehari-hari. Dan cara paling sederhana sekarang
ini, misalnya, menggunakan OpenOffice untuk keperluan pengolah kata
dan angka.

Kita sendiri berharap, pilihan melakukan komputasi dan
mengembangkannya menjadi sistem teknologi komunikasi informasi di
negara ini tetap terbuka. Dan, mungkin sekarang sudah saatnya kita
tidak berbicara lagi, tapi menerapkan secara meluas dan merata
kenapa harus mendukung IGOS.

Dibutuhkan banyak relawan yang mau memperkenalkan dan melatih
kegunaan dan manfaat penggunaan open sources ini. Artinya memperluas
kesempatan dan ketersediaan berbagai aplikasi ini. Ketersediaan ini
pun tidak hanya ditujukan pada sisi bisnis saja, tapi juga
masyarakat umumnya untuk bisa secara mudah mengakses berbagai
aplikasi terbuka yang menjadi sebuah pilihan yang murah. *

---
Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya?
Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja
dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur
I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke