Membangun Sistem Jaringan Data

Perlu Cetak Biru bagi Internet Generasi Baru

KEHIDUPAN dunia sekarang ini sangat bergantung pada
jaringan-jaringan data yang tersebar secara terpadu maupun
secara terpisah, memungkinkan siapa saja terkoneksi secara
suara dan data. Industri telekomunikasi informasi sekarang
terus-menerus menghasilkan gelombang baru produk dan jasa
telekomunikasi yang dirancang untuk memudahkan memperluas
kehidupan manusia, setidaknya itu yang mereka katakan, dan
secara bersamaan adalah merebut pangsa pasar yang memang
terus-menerus menuntut tersedianya produk-produk baru.

TEKNOLOGI internet yang kita kenal sekarang ini bukannya tidak
ada permasalahan. Salah satunya adalah tersumbatnya jaringan
menjadi bottleneck dalam sistem jaringan yang sekarang ada.
Terlalu banyak pengguna koneksi dial-up, dan menjadi tidak
mungkin dilakukan streaming aplikasi multimedia. Selain itu,
alamat-alamat interenet yang disebut IP address (Internet
Protocol) juga semakin menipis, sehingga perlu perluasan yang
masif untuk menopang stabilitas sistem jaringan data dan
telekomunikasi yang sekarang terkonverjensi satu sama lain.

Kemampuan teknologi baru yang disebut sebagai Internet2 dan
diperkenalkan oleh Wakil Presiden AS Albert Gore pada tahun
1998, merupakan tahap pertama eksperimen untuk menghasilkan
internet generasi berikutnya. Di AS, proyek eksperiman ini
merupakan sebuah kerja sama antara pemerintah dan lingkungan
perguruan tinggi, namun ada juga perusahaan swasta yang ikut
terlibat seperti Cisco, Nortel, dan Lucent.

Teknologi protokol yang digunakan internet sekarang adalah IPV4
(Internet Protovol Version4) yang sudah berusia 20 tahun lebih.
Dan seperti layaknya proses alamiah yang terjadi di sekitar
kita, IPV4 yang digunakan sudah lamasa sekali ini sudah
menunjukkan usia lanjutnya, khususnya kinerja di dalam
jaringannya sendiri maupun untuk menopang kondisi penggunaan
internet sekarang dan di masa datang.

Sejak tahun 1996, Internet2 telah menyediakan berbaqgai akses
kecepatan yang sangat tinggi bagi perguruan tinggi di AS.
Tujuan Internet2 adalah menggelar teknologi dan aplikasi
jaringan yang lebih maju, mempercepat terciptanya jaringan
internet untuk masa depan.

Sekarang ini, Internet2 masih belum tersedia untuk umum. Karena
tujuan utama Internet2 adalah untuk menciptakan kemampuan
jaringan unggulan bagi riset dan pengembangan, melakukan
percobaan-percobaan atas produk router dan serat optik yang
baru, dan menciptakan jasa jaringan dan aplikasi yang baru bagi
standar internet.

Protokol baru

Internet2 suatu hari di masa depan akan menjadi sebuah pilihan
untuk ke luar dari sumbatan-sumbatan yang diakibatkan oleh
teknologi itu sendiri. Bahkan sekarang ini sudah ada berbagai
pembicaraan yang mengacu pada pengembangan Internet3 dengan
kecepatan prosesor yang lebih tinggi dibanding yang sekarang
disediakan oleh Internet2.

Salah satu upaya dalam pengembangan Internet2 adalah
memperkenalkan Internet Protocol Version 6 (IPV6), dimaksudkan
untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sekarang dihadapi
jaringan internet, khususnya IPV4. Teknologi IPV6 juga menambah
beberapa perluasan penting, seperti automatic routing dan
rekonfigurasi jaringan.

Protokol baru ini memang akan menggantikan IPV4, namun
bersamaan dengan itu keduanya akan berdampingan selama beberapa
tahun sampai transisi ke protokol baru selesai. Bahkan,
kecanggihan IPV6 adalah kemampuannya untuk menjalankan sebuah
mekanisme transisi yang menyediakan interoperability secara
langsung antara IPV4 dan IPV6. Transisi ke IPV6 sepenuhnya
diperkirakan akan memakan waktu selama satu dekade.

Di masa depan, penggunaan jaringan internet akan melibat
kelompok manusia dalam jumlah yang sangat besar. Dan ini berlum
termasuk proyek-proyek yang merupakan konverjensi
telekomunikasi, hiburan digital, perangkat perumahan, industri
komputer sendiri, dan lainnya.

Yang membedakan IPV4 dan IPV6 jelas adalah ukuran alamt yang
berbeda. Teknologi IPV akan menggunakan alamat dengan panjang
16 bytes, menyebabkan pasokan alamat-alamat protokol yang tidak
terbatas. Namun, yang paling penting dari kehadiran IPV6 ini
adalah perbaikan di bidang keamanan, di mana privasi dan keaman
merupakan fitur penting di jaringan internet yang
mengkhawatirkan semua penggunanya.

Perlu cetak biru

Sistem jaringan data dan suara di Indonesia sendiri mungkin
tidak banyak ketinggalan jauh dibanding dengan negara-negara
maju lainnya. Konverjensi jaringan data dengan telekomunikasi
sekarang ini merupakan sesuatu yang tidak terhindari, dengan
semakin banyaknya operator telekom mulai menyadari pentingnya
konverjensi itu sendiri.

Masalahnya, karena berbagai peraturan yang tumpang tindih,
disertai kebijakan teknologi komunikasi informasi yang tidak
digagas berdasarkan sebuah cetak biru yang jelas, seringkali
membingungkan semua pihak termasuk pemerintahnya sendiri. Yang
terjadi adalah perkembangan sistem jaringan yang tidak
terkendali sama sekali baik itu di sisi operator telekom maupun
penyedia jasa akses jaringan digital seperti ISP (Internet
Service Provider).

Kondisi sistem jaringan di Indonesia sekarang ini mungkin bisa
disamakan dengan kondisi di jalanan yang memang tidak
beraturan, baik di jalan bebas hambatan maupun di jalan-jalan
dalam kota. Kesemerawutan jaringan jalan raya seperti kendaraan
roda dua yang mengambil jalur berlawanan arah atau berjalan di
pelan di sebelah kanan di jalan tol, juga tercermin dalam
sistem jaringan data dan telekomunikasi yang kita gunakan
sekarang.

Dalam dunia jaringan digital kita bisa melihat sebuah bisnis
dengan ijin ISP menawarkan akses satelit yang seharusnya
disediakan oleh mereka yang memiliki akses NAP (Network Access
Provider). Perusahaan besar yang seharusnya bergerak dalam jasa
jaringan di lapisan pertama, dengan seenaknya dan sekenanya
masuk ke lapisan di bawahnya atau sebaliknya.

Akibatnya, kalau kita memperhatikan ke seluruh mata memandang,
banyak sekali antena bertebaran baik itu milik operator
telekomunikasi maupun para penyedia jasa jaringan. Karena semua
orang berlomba untuk menyerbu pelanggan di mana saja, tidak
lagi memperhatikan ijin prinsip penyediaan jaringan yang
dimiliki.

Dan pada suatu titik, kondisi chaos akibat kekacauan sistem
jaringan akan merugikan semua pihak kalau memang tidak mulai
dibenahi dari awal. Yang mengkhawatirkan adalah sistem jaringan
data dan telekomunikasi yang kacau balau ini akan memicu
rontoknya berbagai bisnis jaringan, yang dengan sendirinya juga
akan berdampak pada pengguna semua jaringan.

Pemerintahan baru sekarang seharusnya lebih pro-aktif untuk
ikut memikirkan masalah ini, memasuki tahapan penggunaan akses
jaringan internet dan suara generasi baru. Di mana-mana,
pemerintah memegang peranan untuk mengatur keseluruhan
persoalan jaringan data akses ini bagi kepentingan orang
banyak. (rlp)

---
Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya?
Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja
dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur
I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke