Pemerintah integrasikan program USO JAKARTA (Bisnis): Pemerintah memutuskan mengintegrasikan program kewajiban layanan universal (universal service obligation) berupa pemasangan telepon perdesaan dengan layanan pos maupun informasi lainnya.
Integrasi ini dipastikan akan menyedot dana yang lebih besar dari program sebelumnya yang terbatas pada pemasangan telepon saja. Hingga kini program telepon perdesaan praktis terhenti karena hanya tersedia dana Rp5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005. Namun, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil pemerintah sudah mengantisipasi dengan dana hasil upfront fee frekuensi layanan generasi ketiga, pungutan 0,75% pendapatan operator, serta dana public service obligation untuk PT Pos Indonesia. "Yang terpenting program ini akan sustainable, bukan seperti sebelumnya tidak ada yang rawat. Jadi akan kami bangun telepon desa, di situ ada pos, ada relai radio, internet bial diperlukan," ungkap dia usai pelantikan pejabat eselon II Depkominfo di Jakarta kemarin. Menurut Sofyan, jika pemerintah berhasil memperoleh dana dari tender 3G maupun sumber lainnya maka pengadaan USO ini akan dilakukan tender secara terbuka. Artinya, kata dia operator seperti PT Telkom, PT Pasifik Satelit Nusantara dan yang lainnya bisa mengikutinya. Dalam perhitungan menteri, potensi dana yang diperoleh pemerintah dari tender 3G berkisar Rp4 triliun-Rp5 triliun. Sedangkan pungutan 0,75% pendapatan kotor operator telekomunikasi tahun ini diperkirakan antara Rp300 miliar-Rp400 miliar. Berdasarkan data Depkominfo, dana PSO untuk PT Pos pada APBN 2005 dilakokasikan sebesar Rp50 miliar atau kurang dari separuh anggaran tahun sebelumnya Rp115 miliar. Namun, Ditjen Postel telah mengajukan anggaran tambahan Rp63 miliar karena hingga kuartal pertama tahun ini PT Pos merugi Rp28 miliar. Sofyan menambahkan integrasi program USO ini dilakukan atas dasar keterkaitan masing-masing layanan untuk masyarakat perdesaan. Hingga saat ini, menurut data pemerintah, masih terdapat 43.000 desa yang terisolasi dari layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar menambahkan pemerintah memang berniat membangun infrastruktur informasi dan telekomunikasi perdesaaan secara berkelanjutan. "Saya sudah menerima bebeberapa proposal dan presentasi untuk itu. Dalam dua pekan ke depan, mudah-mudahan semua detailnya seperti tender, bentuk, dan pelaksanaannya sudah bisa diumumkan ke publik," kata dia. (htr) --- Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya? Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282. Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
