Neraka 3G bagi Operator Baru Oleh: Dev Yusmananda
Hiruk-pikuk lisensi frekuensi teknologi 3G akan berubah menjadi sebuah neraka, ketika para operator baru teknologi ini tidak memerhatikan layanan yang harus diberikan kepada para penggunanya, calon pelanggan seperti Anda. Perkembangan teknologi seluler di Indonesia bergerak sangat cepat dua tahun terakhir ini. Belum sempat bosan dengan layanan SMS yang tersedia di GSM, sudah ada teknologi baru GPRS. Belum sempat mengerti dengan baik apa manfaat yang bisa kita nikmati dari GPRS, datang berturut-turut teknologi CDMA 2000 dan EDGE. Puncak segala kerumitan ini ditandai dengan masuknya teknologi WCDMA (3G) pada tahun 2005 ini. Kenapa kata kerumitan yang harus kita garis bawahi? Karena, terlihat makin lama teknologi seluler bergerak makin menjauhi kita sebagai pengguna. Kita semakin susah mengerti atau mendapatkan manfaat yang nyata dari segala kemajuan teknologi tersebut. Semakin kuat perasaan, semua perkembangan itu tidak ada manfaatnya bagi para pengguna teknologi. Ini semua adalah tantangan paling utama bagi para operator seluler, baik yang sudah makan asam garam dunia seluler Indonesia maupun yang baru. Sekarang kembali ke teknologi 3G dan operator baru, terlihat teknologi 3G lebih bersahabat ke incumbent operator daripada operator baru dalam menghadapi kerumitan ini. Ini terlihat dari roadmap perkembangan teknologi 3G yang memanjakan incumbent operator GSM yang ada. Semua vendor teknologi 3G selalu berusaha memastikan reuseability sebanyak mungkin investasi teknologi GSM yang telah dilakukan oleh incumbent operator. Dampaknya jelas bagi kita para pelanggan seluler dengan teknologi GSM. Semua telepon seluler (ponsel) dan berbagai perangkat teknologi GSM yang kita miliki akan tetap bisa digunakan walaupun operator GSM naik kelas ke teknologi 3G. Keadaan berbanding terbalik bagi para operator baru yang langsung masuk ke medan perang seluler Indonesia dengan teknologi 3G-nya. Jaringan yang dimiliki tidak akan bisa menerima ponsel, device, dan gadget berteknologi GSM, kecuali nekat melipatduakan biaya program investasi jangka pendek dan menengah mereka yang sudah diberikan para investor dan bankir yang membiayai investasi mereka. Dapat dipastikan akan susah bagi operator baru untuk bisa membuat teknologi 3G menjadi teknologi yang mengerti pelanggan GSM seperti kita. Dan ini jelas, penyelenggara jasa layanan yang tidak bisa membuat teknologinya bersahabat dengan penggunanya akan menghadapi kenyataan dunia usaha mereka seperti neraka kecil. Hal kedua yang mendukung bisnis 3G menjadi sebuah neraka bagi operator baru adalah kenyataan tidak energy efficient-nya ponsel 3G dibandingkan dengan ponsel GSM. Tidak banyak yang sadar, ponsel 3G itu sangat boros energi. Ini terbukti kalau kita melakukan riset kecil-kecilan spesifikasi teknis semua ponsel dual mode yang compatible untuk 3G dan GSM. Kita akan menerima kenyataan, penggunaan ponsel di mode 3G lebih boros baterai tiga hingga empat kali dibandingkan dengan penggunaan ponsel tersebut di mode GSM. Kita, pelanggan incumbent operator GSM yang naik kelas ke 3G, akan tetap dilayani dengan baik dikarenakan fleksibilitas kita dalam memilih mode jaringan ponsel yang bisa digunakan (3G atau GSM kalau mau hemat energi). Neraka ini akan tetap eksis bagi operator seluler baru yang teknologinya murni WCDMA hingga ditemukan teknologi baterai baru atau teknologi ponsel 3G yang lebih energy efficient di masa yang akan datang. Penyakit lain yang juga akan menggerogoti kehidupan operator seluler baru jika teknologi yang diusung murni 3G adalah kenyataan pahit bahwa bisnis model untuk 3G sama sekali berbeda dengan bisnis model GSM operator. Dipastikan hidup pemain baru dengan teknologi murni 3G akan seperti dalam neraka kalau mereka masih tetap menggunakan bisnis model GSM operator dengan bergantung pada dua jasa layanan suara dan SMS. Sangat disayangkan masih sangat sedikit yang mempelajari bisnis model yang benar untuk 3G dan masih sangat sedikit orang yang tahu apa sebenarnya key driver untuk kesuksesan dari bisnis model 3G Operator. Kalau kita lihat tiga hal di atas (reusability dari ponsel yang ada, ketahanan baterai dari ponsel yang digunakan, dan kemampuan operator membuat teknologi 3G-nya mengerti dan melayani kita sebagai pelanggan) ada baiknya pemerintah memerhatikan para incumbent operator sebagai pihak layak mendapatkan lisensi dan frekuensi 3G. Atau paling tidak kalau harus tetap pemain baru, pastikan calon operator yang mendapat hak penggunaan lisensi dan frekuensi 3G-nya punya strategi dan rencana jelas untuk menghadapi tiga kemungkinan penyebab neraka di atas. Mimpi buruk pemerintah yang diharapkan tidak menjadi kenyataan dalam pengejawantahan teknologi telekomunikasi baru di Indonesia adalah kenyataan buruk tidak meningkatnya taraf hidup rakyat karena gagalnya kalangan operator baru menjalankan usahanya dengan baik. Bagi kita para pengguna jasa layanan seluler, harapan kita ke para calon operator baru (kalau menurut pemerintah mereka lebih kompeten dalam menyediakan teknologi 3G ke para pengguna di Indonesia) maupun para incumbent operator (kalau menurut pemerintah mereka lebih layak sebagai pengusung teknologi 3G) hanya satu, pastikan teknologi ini bisa mengerti dan melayani kebutuhan pengguna. Bukan kita sebagai pengguna yang harus mengerti teknologi tersebut, tetapi para operator seluler yang harus memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan dapat mengerti kita, dalam bentuk mudah digunakan, menyentuh kebutuhan pengguna, dan tanggap atas keadaan kita sebagai pengguna. Dev Yusmananda Pengamat dan Praktisi di Dunia Seluler Indonesia, Pernah Bekerja di McKinsey & Company Amsterdam. E-mail: [EMAIL PROTECTED] --- If you need an office in Surabaya you don't have to invest on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings, visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email [EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs. Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
