Persaingan yang Tanpa Henti

Dinamika perkembangan telepon seluler di mana pun rupanya sudah
merupakan bagian dari kompetisi kelas dunia. Termasuk apa yang
terjadi di Tanah Air tidak lepas dari pengaruh global, dan arus
yang sangat kuat ini sangat sulit dibendung di era globalisasi
ini.

Perkembangan ini sangat terasa dalam persaingan
perusahaan-perusahaan pembuat ponsel yang mayoritas adalah
perusahaan raksasa. Hampir setiap bulan ada produk baru dan
setiap kali mereka juga memasang strategi untuk produk
berikutnya.

Hal yang menarik dan menjadi bukti adanya persaingan global
adalah banyaknya produk ponsel generasi ketiga atau 3G,
sekalipun di negeri ini tidak ada jaringan 3G. Sepertinya
mereka yakin jaringan 3G hanya soal waktu, mereka seperti
mendahulu, karena yang sebenarnya produk yang sama juga
dipasarkan di negara yang memiliki jaringan 3G.

Seperti perusahaan gabungan Eropa dan Jepang, yaitu Sony
Ericsson, yang termasuk salah satu raksasa yang agresif
memasarkan produknya. Menjelang berlangsungnya pameran
telekomunikasi di Jakarta mulai 20 Juli kemarin perusahaan
gabungan itu melepaskan ponsel 3G.

Bahkan, sepertinya produk Sony Ericsson K600i ini bersama-sama
produk ponsel 3G dari perusahaan lain, paling tidak dari Nokia
dan Motorola, ikut menekan lahirnya jaringan 3G di Indonesia.
Dari jumlah ponsel 3G yang terjual diharapkan bisa memberikan
gambaran prospek dari jaringan seluler berkecepatan tinggi itu.

Sampai saat ini manfaat ponsel 3G untuk jaringan WCDMA
(Wideband Code Division Multiple Access) masih sebatas sebagai
sarana penghubung bagi mereka yang bepergian ke negara yang
tidak memiliki jaringan GSM. Pemilik SIM card GSM di Indonesia
bisa tetap menggunakan nomornya ketika bepergian ke negara
Jepang yang tidak memiliki jaringan GSM.

Atraktif

Pihak Sony Ericsson juga mengklaim K600i merupakan ponsel
dengan desain selangkah lebih maju dari produk lain. Antara
lain karena bobot dan ukurannya bisa sama dengan ponsel 2G yang
ada sekarang, selain memiliki gaya modern klasik.

Ponsel dengan harga Rp 4,6 juta ini dilengkapi dengan kamera
digital beresolusi 1,3 Megapixel yang tersedia di pasar
Indonesia sejak 14 Juli lalu. Pihak perusahaan mengharapkan
desain yang ramping ini bisa menjadi tren bagi ponsel 3G
berikutnya.

”Kami memperkirakan K600i akan menjadi ikon dan berharap ponsel
dengan daya tarik yang memikat ini bisa menjadi trendsetter
untuk ponsel 3G di Indonesia,” kata Alino Sugianto, Country
Manager Sony Ericsson Indonesia, belum lama ini.

Pelepasan ponsel 3G ini masih akan terus berlanjut sekalipun
jaringan 3G tidak kunjung beroperasi. Paling tidak Motorola
yang sudah melepaskan tiga ponsel 3G di pasaran Indonesia akan
kembali meramaikan pasar ponsel 3G dengan ponsel lipat V1150
dengan nama baru V3G.

Ponsel dengan kamera digital 2 Megapixel ini dilengkapi dengan
teknologi SCREEN3 yang bisa akses tanpa klik ke konten premium.
Sebelum memasarkan ponsel 3G ini, Motorola juga akan melepaskan
ponsel candybar tipis V280 sebagai variasi ponsel lipat RAZR V3
pada akhir September.

Motorola yang bermain di segala lini ini sekarang sedang
giat-giatnya memasarkan ponsel murah yang diarahkan pada kawula
muda. Ponsel E398 ini selain memainkan warna, pemakai juga
dimanjakan dengan musik, di samping melalui speaker stereo
mininya, juga bisa didengarkan melalui earphone.

Untuk kaum muda

Muatan khusus untuk kaum muda ini dikembangkan bersama dengan
MTV sebagai bagian dari kontrak global mereka. Ponsel yang
harganya relatif murah, kurang dari Rp 1,7 juta, ini dilengkapi
kamera digital VGA atau sekitar 0,3 Megapixel.

Ponsel ini juga tidak ketinggalan dengan permainan, seperti
pinball yang disukai remaja. Suara ring-tone pun unik, di
antaranya suara tiruan manusia mulai canda bayi dengan lembu
sampai orang berdahak ataupun suara ngorok yang memberikan
sesuatu yang berbeda.

Solusi murah lain yang ditawarkan adalah untuk pengguna telepon
rumah dengan telepon nirkabel, atau yang lazim disebut
cordless. Salah satu upaya Telkom meningkatkan aktivitas
pemakaian telepon tetap dengan menggandeng perusahaan pembuat
cordless, yaitu Panasonic, Philips, dan Sahitel.

Selain bentuknya yang sudah semakin menyerupai bentuk ponsel,
fungsinya juga semakin beragam. Termasuk pemakaian multiple
handset, di mana satu nomor bisa disambungkan ke beberapa
telepon cordless, di mana masing-masing bisa saling
berkomunikasi layaknya intercom.

Namun, sekalipun cordless harganya jauh lebih murah dari
ponsel, tidak mudah untuk memengaruhi pasar ponsel.
Fleksibilitas yang sangat tinggi, termasuk kemudahan
mendapatkan nomor, sangatlah sulit disaingi produk fixed-line.
(AW Subarkah)

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke