Teledensitas 50 Persen Bisa Tercapai pada Tahun 2015

Jakarta, Kompas - Kalangan pengusaha telematika yang tergabung
dalam Kadin Indonesia optimistis Indonesia mampu meningkatkan
teledensitas (kepadatan telepon per 100 penduduk—Red) yang saat
ini hanya sekitar empat persen menjadi 50 persen pada tahun
2015. Optimisme itu didorong kebijakan pemerintah yang sudah
mengarah pada pasar terbuka dan pelayanan satu atap bagi
industri telekomunikasi.

Demikian dikemukakan Ketua Komite Tetap Telematika Kadin
Indonesia Anindya N Bakrie, Rabu (20/7) di Jakarta.
Teledensitas sebesar 50 persen itu sesuai dengan perhitungan
dalam World Summit on The Information Society (WSIS) yang
memperkirakan pertumbuhan industri telematika di Indonesia

Namun, menurut Anindya, pemerintah masih harus memberikan
kepastian hukum dalam industri telekomunikasi. Dengan demikian,
pelaku usaha bisa leluasa membangun infrastruktur
telekomunikasi bersama pemerintah. Jika industri telekomunikasi
berkembang dengan baik, maka dapat memberikan kontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kadin sebagai wadah dari para pelaku dan asosiasi di industri
telekomunikasi dan informatika akan memberikan masukan kepada
pemerintah mengenai kebijakan yang perlu diambil. Saat ini
rekomendasi tersebut sedang dirumuskan.

Masukan yang akan diberikan pelaku usaha terkait dengan
penataan frekuensi, peraturan interkoneksi, Universal Service
Obligation (USO), dan pembagian jaringan. Selain itu, juga
menyangkut industri penunjang dan pengembangan usaha untuk
meningkatkan kegiatan manufaktur, penelitian dan pengembangan,
alih teknologi, dan pelatihan.

Anindya yang juga Presiden Direktur PT Bakrie Telecom
mengatakan, kami yakin dan mendukung pemerintah sepenuhnya agar
teledensitas Indonesia bisa meningkat sesuai dengan target
WSIS.

Kadin berharap agar kebijakan pemerintah mendukung pengembangan
industri, baik kebijakan mikro dan makro. Indonesia memiliki
potensi untuk mengembangkan industri telematika seperti India
dan China, di mana negara-negara tersebut memiliki GDP per
kapita serupa. Jika kebijakan diatur dengan baik, pertumbuhan
industri telekomunikasi bisa terdorong.

Anindya mengaku, pemerintah Indonesia sedang membuka diri untuk
meminta masukan dari stakeholder telematika karena pada bulan
Agustus 2005 akan ditetapkan alokasi frekuensi 3G (baca:
triji—Red).

”Kadin Indonesia, terutama di komite tetap telekomunikasi dan
informatika, yang menaungi puluhan asosiasi dan berbagai
perusahaan serta Kadinda dari 33 provinsi merasa terpanggil
untuk memberikan masukan kepada pemerintah,” ujar Anindya
menerangkan. (BOY)

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke