Bangsa yang Ragu

Ada beberapa hal menarik dalam melihat kemajuan teknologi
komunikasi informasi di Indonesia. Mulai dari Dirjen Postel
yang tidak berani langganan akses internet seperti yang
dilaporkan Detik.com pekan lalu, tarif broadband yang akan
turun, serta penggunaan sistem teknologi informasi asing di
perusahaan penerbangan nasional.

Memiliki seorang Dirjen yang takut jaringan internet memang
mengherankan sehingga tidak aneh kalau perkembangan teknologi
komunikasi informasi di negara ini tidak pernah bisa maju ke
depan. Tidak heran kalau penataan ulang frekuensi 3G yang tidak
jelas alasannya sampai sekarang tidak selesai.

Persoalan tarif mungkin bukan satu-satunya alasan kenapa
layanan broadband seperti Speedy berkembang tersendat-sendat.
Selama ini yang kita perhatikan mutu pelayanan serta
transparansi dalam konteks rasio sambungan akses jaringan cepat
yang menjadi isu penting bagi konsumen yang ingin menikmati
fasilitas broadband.

Akses broadband bukan semata-mata lebih murah atau mahal
dibanding negara tetangga, tetapi kalau rasio pengguna pipa
jaringan akses internet tak pernah diumumkan secara transparan,
layanan broadband pasti tidak akan menarik banyak pengguna.

Dan, ketika permasalahan ini terkait penggunaan teknologi asing
pada perusahaan penerbangan flag-carrier, maka lengkaplah
ketidakberdayaan kita menghadapi kemajuan teknologi komunikasi
informasi. Kalau hanya e-ticketing saja, di negara ini banyak
anak bangsa yang mampu untuk mengembangkan sebagai sebuah
sistem aplikasi yang terpadu untuk penerbangan domestik yang
merupakan pangsa pasar terbesar penerbangan nasional.

Teknologi komunikasi informasi itu bergerak ibarat air yang
tidak akan terbendung kalau memang tak ada upaya untuk
melakukannya. Jaringan internet pun tidak semata-mata isinya
pornografi, walaupun kredo paling populer yang mendorong
pesatnya penggunaan 3G adalah gambling, girls, dan games.

Ada teknologi yang disebut Firewall yang bisa memblokir
situs-situs yang tidak senonoh saat mengakses internet. Dengan
demikian, kita merasakan menjadi tidak tepat kalau penyedia
akses jaringan internet yang diimbau secara moral untuk
melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab
orangtua.

Kalau tidak bisa menyingkap secara menyeluruh pokok
permasalahan teknologi komunikasi informasi, yang akan muncul
adalah keragu-raguan. Ragu atas teknologi itu sendiri, ragu
atas penarifan wajar dan masuk akal, serta ragu menggunakan
keahlian dan kemampuan anak bangsa.

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ht9r1rg/M=362335.6886445.7839731.1510227/D=groups/S=1705005512:TM/Y=YAHOO/EXP=1124191176/A=2894361/R=0/SIG=13jmebhbo/*http://www.networkforgood.org/topics/education/digitaldivide/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>In
 low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help 
bridge the Digital Divide!</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke