Operator Berbagi Prasarana Jakarta, Kompas - Pemerintah mendorong operator telepon di Indonesia untuk menggunakan infrastruktur atau prasarana yang telah dibangun secara bersama-sama. Hal itu untuk meningkatkan efisiensi biaya pembangunan infrastruktur.
Demikian diutarakan Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informasi Basuki Yusuf Iskandar di sela-sela acara Telecommunication Investment and Partnership Forum, Selasa (13/9). Jika operator bisa mengurangi biaya pembangunan infrastruktur karena saling berbagi penggunaan infrastruktur, tarif buat konsumen dapat ditekan. Basuki mengatakan, kerja sama pemakaian infrastruktur akan dimulai antara StarOne (Indosat) dan operator Esia (Bakrie Telecom). Kedua operator itu menjadi cikal bakal kerja sama pemakaian infrastruktur yang akan dilakukan di Indonesia. Keputusan Indosat yang harus pindah ke frekuensi 800 MHZ harus menjadi momentum dari rasionalisasi investasi. Sebab, persaingan bisa menimbulkan biaya yang relatif sangat besar, ujar Basuki. Sesuai dengan catatan Kompas, dua operator telepon CDMA, Telkom Flexy (Telkom) dan StarOne (Indosat), harus pindah dari frekuensi 3G. Kedua operator tersebut harus bekerja sama dengan operator Esia (Bakrie Telecom) untuk berbagai frekuensi. Model kerja sama operator tersebut adalah penggunaan bersama infrastruktur yang ada. Kerja sama bisa dilakukan dengan berbagai pemakaian menara base transceiver station. Namun, kerja sama harus dilakukan secara business to business antar-operator. Pemerintah hanya akan memfasilitasi proses negosiasi yang dilakukan pengusaha tanpa tekanan. Sementara itu, Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Anindya N Bakrie mengatakan, pihaknya masih dalam proses penjajakan dengan pihak PT Indosat. Dia menyambut baik imbauan pemerintah untuk melakukan kerja sama. Apalagi kalau kerja sama itu bersifat business to business tanpa tekanan. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, apalagi untuk efisiensi. Tetapi tentu tidak mudah dalam bernegosiasi, papar Anindya. Bakrie Telecom juga ingin melebarkan sayap untuk beroperasi di luar wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Buy back Indosat Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan, dia sudah berbicara secara informal mengenai kemungkinan pembelian kembali (buy back) saham Indosat. Tujuannya, memperkuat posisi Indonesia di Indosat. Kami bicara dengan kondisi pasar yang begitu besar, apakah secara bertahap kita bisa menaikkan posisi. Bukan dalam pengendalian saja, tetapi peran itu dapat dikapitalisasi, ujarnya menjelaskan. Ditanya berapa besar saham yang akan dibeli kembali, Sugiharto menolak menyebutkan jumlahnya karena dapat memengaruhi harga saham Indosat. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get Bzzzy! (real tools to help you find a job). Welcome to the Sweet Life. http://us.click.yahoo.com/A77XvD/vlQLAA/TtwFAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
