Indonesia Masih Butuh Enam Satelit Jakarta, Kompas - Setelah PT Telkom meluncurkan Satelit Telkom-2, ternyata Indonesia masih membutuhkan tiga hingga enam satelit tambahan. Perhitungan itu jika ingin menghubungkan seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 43.000 desa dalam satu jaringan telekomunikasi satelit.
Demikian diutarakan Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Tonda Priyanto di Jakarta, Jumat (18/11). Indonesia saat ini memiliki lima satelit setelah Telkom berhasil meluncurkan Satelit Telkom-2. Bila kita melihat target pemerintah untuk menghubungkan 43.000 desa dengan infrastruktur telekomunikasi, maka satelit memegang peran sangat penting. Jika semua desa terhubung dengan saluran transmisi 64 kbps (untuk 2 kanal suara dan 32 kbps internet) melalui satelit, maka akan diperlukan tiga hingga enam satelit dengan kapasitas masing-masing 24 transponder, ujar Tonda menjelaskan. Tonda menambahkan, kebutuhan akan satelit meningkat mengikuti pertumbuhan ekonomi di dalam negeri, serta jumlah wilayah pemerintahan yang semakin besar karena pemekaran wilayah administrasi. Terutama untuk kebutuhan sarana telekomunikasi bagi 11.000 pulau yang berpenduduk. Menurut Tonda, dengan kondisi geografis Indonesia yang tersebar lebih dari ribuan pulau, maka permintaan satelit akan meningkat terus dalam kurun waktu lima hingga 15 tahun ke depan. Oleh karena itu, Indonesia harus menambah satelit agar tidak perlu menyewa transponder dari perusahaan asing. Tonda mengingatkan, pasar satelit yang besar di dalam negeri sudah dilirik negara lain yang diperlihatkan dengan banyaknya satelit yang mencakup Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus mengupayakan agar satelit Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri dari sisi bisnis, regulasi, dan penguasaan teknologi. Bentuk konsorsium Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Iskandar mengatakan, untuk menambah jumlah satelit yang dimiliki operator dalam negeri, pengadaannya bisa dilakukan dengan sistem konsorsium. Jika operator patungan, biaya peluncuran satelit akan lebih murah. Basuki mengatakan, bagi pemerintah yang terpenting adalah bagaimana caranya untuk menyediakan teknologi yang paling murah bagi rakyat. Hal itu karena rakyat harus menikmati sarana telekomunikasi yang murah. Sekarang biaya telekomunikasi di kota besar semakin murah, tetapi di daerah terpencil malah semakin mahal. Saya minta kepada para ahli membuat teknologi untuk memberikan solusi yang lebih murah bagi rakyat, ujar Basuki. Basuki menegaskan, tahun 2010 semua desa yang berjumlah 43.000 diusahakan akan terjangkau telekomunikasi. Rencana pemerintah tersebut dicanangkan sebagai âProgram Desa Berdering Tahun 2010. Dengan demikian, peluncuran Satelit Telkom-2 sangat membantu pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sarana telekomunikasi secara signifikan. Satelit Telkom-2 menambah sebanyak 24 transponder yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan telekomunikasi di Indonesia. Tolak WiMAX Tonda mengatakan, ASSI menolak bila frekuensi 3,5 megahertz (MHz) yang saat ini dipakai extended transponder satelit digusur untuk Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX). Alasannya, extended transponder merupakan sepertiga dari total investasi satelit yang setiap unitnya mencapai jutaan dollar AS, sehingga rencana itu menghilangkan potensi pasar operator satelit. Tonda juga menegaskan, kemungkinan penggunaan secara bersama-sama terhadap spektrum frekuensi 3,5 MHz tidak mungkin dilakukan. Hal itu dikarenakan dalam praktiknya di lapangan tidak pernah ada pemakaian bersama antara fungsi WiMAX dan satelit. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
