CDMA Tawarkan Kecepatan 73,5 Megabit Per Detik

AW Subarkah

Mungkinkah zaman keemasan kelompok GSM akan segera berlalu?
Sebuah pertanyaan yang masuk akal karena dengan kecepatan
maksimal 9 kilobit per detik atau hanya sekitar 0,009 megabit
per detik tentu akan sulit memenuhi tuntutan kebutuhan
pelanggan masa depan.

Perjalanan sang waktu memang tidak bisa dihentikan dan
teknologi terus berpacu dengan putaran bumi, hanya regulasi
yang mampu memagari agresivitas penemuan-penemuan baru. Di mana
kecepatan nirkabel sekarang sudah puluhan ribu kali dari
transmisi SMS (layanan pesan singkat).

Bagaimanapun harus ada antisipasi jangka panjang yang cerdas
dan jujur untuk melihat perkembangan zaman sehingga tidak ada
pihak yang dirugikan karenanya. Dengan demikian, ketika
regulasi mencoba mengatur seperti aplikasi teknologi generasi
ketiga (3G), telekomunikasi nirkabel di negeri ini tidak lagi
kisruh.

Sementara dunia sudah menawarkan transmisi data nirkabel dengan
kecepatan sangat mencengangkan. Sekalipun baru akan
dipublikasikan secara resmi pertengahan tahun depan,
perkembangan yang ditawarkan kelompok pengembang teknologi CDMA
(Code Division Multiple Access) ini sungguh di luar perkiraan.

Teknologi yang disebut dengan CDMA2000 1xEV-DO Revision B ini
mampu melakukan transmisi data maksimal sampai 73,5 Mbps.
Kemampuan ini kira-kira mampu mentransfer data pada sebuah
CD-ROM yang berkapasitas sekitar 650 megabit (Mb) dalam waktu
kurang dari sembilan detik melalui udara.

Sungguh ini merupakan hal yang sangat tidak masuk untuk kondisi
Indonesia saat ini, di mana untuk mengirimkan gambar beresolusi
1,2 megapiksel (Mp) atau sekitar 100 kilobit (kb) sudah sulit.
Padahal, sudah ada jaringan GPRS yang merupakan penyempurnaan
jaringan GSM.

Pengiriman file seperti sebuah foto di atas saat ini baru bisa
lancar dilakukan melalui jaringan telepon kabel. Modem telepon
fixed-line dengan kapasitas 56 kbps sudah cukup, sekalipun
tidak pernah mencapai kecepatan maksimal karena terbatasnya
jaringan.

Maka tidaklah mengherankan apabila perlombaan sekarang terjadi
di udara, apalagi dengan mahalnya investasi untuk jaringan
kabel karena padatnya bangunan atau daerah yang luas. Bahkan
jaringan serat optik yang kecepatan aliran datanya bisa
mencapai 10 Mbps pun sangat mustahil untuk dibangun dengan
kondisi ekonomi saat ini.

Solusi CDMA

Kelompok Pengembang CDMA atau CDG (CDMA Development Group)
mengungkapkan rencananya dalam pertemuan tahunan di Hongkong
pertengahan November lalu. Agresivitas CDG dalam 3G World
Congress ini bagaimanapun merupakan tantangan bagi para
operator jalur GSM.

Revisi B ini merupakan penyempurnaan standar CDMA sebelumnya
yang saat ini sedang menjadi barang dagangan terbaru bagi
perusahaan-perusahaan telekomunikasi raksasa. Teknologi
CDMA2000 1xEV-DO Rev A yang baru saja meningkatkan kemampuan
dibandingkan CDMA2000 EV-DO, yang disebut juga revisi 0.

Kecepatan maksimum Revisi B ini dapat dicapai dalam spektrum
frekuensi selebar 20 MHz, di mana secara dinamik menerapkan
gelombang pembawa RF (radio frequency). Untuk gelombang RF
tunggal sebesar 1,25 MHz dan sebuah kelompok dalam 5 MHz
masing-masing bisa melakukan downlink maksimum 4,9 Mbps dan
14,7 Mbps.

Sebagai gambaran, kecepatan dengan pembawa tunggal ini lebih
baik dari Revisi A yang ditawarkan perusahaan seperti Motorola,
baik dalam pertemuan di Hongkong maupun demonstrasi kepada para
operator di Jakarta, Selasa (13/12) lalu. Di mana para revisi A
dapat mencapai downlink maksimal 3,1 Mbps dan uplink 1,8 Mbps.

Pada Revisi 0 kecepatan downlink 2,4 Mbps dan uplink 153 kbps,
sedangkan CDMA2000 1x kecepatan donwlink dan uplink hanya 153
kbps. Teknologi terakhir ini yang masih digunakan keempat
operator CDMA di Indonesia, sementara mereka baru akan
meningkatkan kemampuan menjadi CDMAa2000 1xEV-DO.

Dalam demo di Jakarta revisi A saja sudah banyak memperlihatkan
kemajuan, terutama dalam aplikasi yang sangat sensitif dengan
delay (penundaan) seperti VoIP (Voice over Internet Protocol).
Komunikasi video calling secara mulus dapat dilangsungkan dan
jeda nyaris tidak terasa.

Pada revisi A ini intinya menyempurnakan revisi 0, di mana data
dan suara dapat dialirkan bersama. Di mana pada intinya
teknologi ini mengubah dari sistem circuit switch ke data
switch yang berbasis pada IP, kata Thomas Quirke, Direktur
Pemasaran untuk Solusi Jaringan Akses Radio GSM dan UMTS
Motorola.

Tentu saja Motorola tidak sendiri dalam memasarkan produk CDMA
ini. Seperti Nortel juga sudah menawarkan solusi triple play
dengan gabungan teknologi CDMA2000 1xEV-DO Rev A dan WiFi, juga
Alcatel dari Perancis yang menguasai infrastruktur satelit juga
memberikan solusi lengkap, termasuk dengan WiMAX.

Jalur GSM

Sementara kubu GSM meningkatkan kecepatan dengan teknologi
HSDPA (high-speed downlink packet access). Teknologi ini
merupakan penyempurnaan dari jaringan 3G yang disebut W-CDMA
(Wideband-CDMA) yang sebenarnya merupakan teknologi yang sama
sekali berbeda dengan GSM.

Perusahaan Nortel dan Qualcomm baru saja berhasil melakukan
panggilan melalui teknologi baru ini dengan kecepatan rata-rata
3,6 Mbps. Uji coba ini dengan mempergunakan handset kategori 6
yang menggunakan modulasi 16 QAM, kecepatan yang diperoleh
lebih tinggi dari koneksi fixed broadband saat ini.

Kebanyakan operator yang memulai dengan teknologi GSM memiliki
teknologi yang juga disebut UMTS (universal mobile
telecommunications system) ini. Bahkan operator di negara
seperti Jepang yang langsung memulai dengan W-CDMA juga mencoba
menjembatani dengan teknologi GPRS yang merupakan penyempurnaan
dari GSM.

Dengan demikian, tidak mengherankan apabila ponsel GSM yang
memiliki fasilitas akses W-CDMA bisa beroperasi di Jepang,
sekalipun negeri itu tidak memiliki jaringan GSM. Dan saat ini
sudah cukup banyak ponsel GSM yang dilengkapi fasilitas akses
3G W-CDMA yang bisa menjadi pengikat konsumen GSM.

Sementara Motorola yang juga bermain di teknologi HSDPA, bahkan
pertama kali mendemokan teknologi ini tahun 2004 kembali harus
bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. Termasuk dalam hal
ini adalah Ericsson dari Swedia yang sangat agresif menawarkan
produknya di Indonesia dan Siemens Communications dari Jerman.
Perjalanan untuk teknologi mobile broadband bagi aliran GSM
memang cukup panjang dan tidak sederhana, yaitu dengan generasi
antara, GPRS dan EDGE yang kurang populer karena dunia lebih
memilih langsung ke 3G.

Teknologi HSDPA masih akan disempurnakan dengan HSUPA (high
speed uplink packet access) sebelum melangkah ke generasi
keempat (4G) dengan teknologi OFDM. Dalam strategi Motorola
dengan seamless mobility-nya penerapan teknologi bergerak
nirkabel berkecepatan tinggi sangat penting, apakah HSDPA
ataupun CDMA2000 1xEV-DO Rev A yang semua mengacu pada IMS (IP
multimedia subsystem).

Yang perlu diantisipasi adalah arah perkembangan teknologi
telepon seluler yang berbasis pada Internet Protocol (IP).
Hampir semua perusahaan telekomunikasi besar merancang
arsitektur telekomunikasi dengan berintikan IMS, termasuk
Alcatel, Siemens, Nortel.

Sementara untuk generasi ketiga ini masih ada satu teknologi
yang dikembangkan China, yaitu TD-SCDMA (Time Division
Synchronous Code Division Multiple Access). Teknologi yang
dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi
barat ini nampaknya kurang banyak diminati para operator di
Asia sendiri.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
AIDS in India: A "lurking bomb." Click and help stop AIDS now.
http://us.click.yahoo.com/9QUssC/lzNLAA/TtwFAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke