Efisiensi Teknologi Ketika berbicara dengan Irfan Setiaputra, Managing Director Cisco System Indonesia, pekan lalu, di tengah berlangsungnya acara Security Summit 2005, ada dua kata yang menarik perhatian: produktivitas dan efisiensi.
Produktivitas dan efisiensi kita sebagai sebuah bangsa memang terasa sulit berkembang di tengah gejolak globalisasi yang menawarkan kesempatan dan sekaligus juga ancaman karena terpuruk oleh derasnya arus modal dan barang menembus kesepakatan pasar bebas. Bagi Setiaputra, produktivitas dan efisiensi menjadi terobsesi bersamaan dengan kemajuan teknologi komunikasi informasi. Bagi dirinya, kemajuan teknologi bukan hanya terbatas pada terkoneksinya pemerintah, perusahaan, dan masyarakat melalui router dan switching yang selama ini menjadi produk unggulan Cisco System Inc. Karena, kalau hanya itu masalahnya, produktivitas dan efisiensi ini mungkin sudah teratasi, dan Setiaputra menganggap bahwa pada suatu titik tertentu konektivitas ini pun akan terhenti. Diperlukan sebuah lompatan yang lebih jauh dari hanya sekadar terkoneksinya sistem jaringan data, terutama berkaitan dengan pemahaman para pengguna teknologi di semua tingkatan menuju ke sebuah era beyond technology dengan kehadiran Next Generation Network (NGN), komunikasi berbasis internet protocol (IP), nirkabel, jaringan optik, dan lainnya. Kehadiran sistem jaringan memang harus bisa menghasilkan sebuah kondisi produktivitas serta efisiensi yang meningkat secara bersamaan, serta memberikan manfaat yang terarah bagi pengguna teknologi itu sendiri, baik pada tingkat perusahaan maupun pengguna individu. Di satu sisi kemajuan teknologi sering kali memberikan sebuah kesan yang menakutkan, semakin maju teknologi yang berhasil dikembangkan akan menjadi beban biaya yang tak terhindarkan bagi mereka yang menggunakannya. Kenyataan ini akhirnya yang mendorong didiktenya teknologi oleh harga. Bagi Setiaputra, biaya merupakan pilihan antara marjin keuntungan, fitur teknologinya sendiri, serta persoalan biaya produksi sebagai bentuk pilihan. Dan memang, seperti yang juga disepakati oleh Setiaputra, edukasi pasar mengharuskan adanya harga premium yang termaktub untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada penggunaan teknologi itu sendiri. Masalahnya mungkin tidak sesederhana yang kita bayangkan. Sebagai contoh, instalasi jaringan akses broadband yang ingin digelar PT Telkom terbagi atas sektor Sumatera, sektor Jawa, dan sektor Indonesia Timur. Dari hasil tender, ternyata harga yang ditawarkan oleh para principal pemegang teknologi broadband ini, hanya Huawei Technologies Co Ltd yang mampu memberikan harga setiap port broadband hampir 1/10 lebih murah ketimbang perusahaan lain. Kenyataan ini akhirnya membingungkan siapa saja. Ternyata di atas langit masih ada langit lagi. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Most low income homes are not online. Make a difference this holiday season! http://us.click.yahoo.com/5UeCyC/BWHMAA/TtwFAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
