Serat Optik Kirim 60 DVD Per Detik 

AW Subarkah

Ketika telekomunikasi Indonesia sedang sibuk memikirkan regulasi untuk
memanfaatkan jaringan broadband, di belahan dunia lain prestasi jaringan
serat optik mengukir rekor baru. Kejutan ini sekaligus mengingatkan akan
peran jaringan fixed-line yang masih tetap besar. 

Sampai sejauh ini hanya diketahui ada empat perusahaan yang sudah
menggelar jaringan serat optik, tetapi pemanfaatannya belum sinergis.
Masing-masing masih menggunakan sendiri-sendiri dan tidak ada peraturan
yang bisa menyinergikan kemampuan ini. 

Mungkin kenyataan ini yang mendorong Menteri Komunikasi dan Informatika
(Menkominfo) Sofyan Djalil membuat studi dan kalau perlu mengeluarkan
sebuah peraturan yang dikatakan revolusioner dalam satu dua bulan ini.
Tujuannya untuk membuat tarif broadband di Indonesia yang sudah empat
sampai lima kali lebih mahal daripada yang diselenggarakan operator
luar. 

Hal ini tentu saja sangat diharapkan masyarakat yang masih saja
kesulitan mendapatkan akses lancar ke internet. Dengan tingkat
kemiskinan yang semakin bertambah, masyarakat harus membayar lebih mahal
dibandingkan dengan masyarakat di negara lain yang lebih maju untuk
mendapatkan layanan akses ke internet. 

Sementara masyarakat masih mengharapkan biaya lebih murah, negara-negara
maju tidak berhenti melakukan pengembangan. Di tengah eforia penggunaan
jaringan tanpa kabel sekarang ini, jaringan tetap (fixed-line) juga
terus menggeliat untuk mempercepat kemampuan aksesnya. 

Seperti yang dilakukan sebuah lembaga riset di Jerman Institut
Fraunhofer yang berhasil mencatat rekor baru untuk jaringan serat optik.
Dengan menggunakan teknologi baru, para peneliti berhasil mencetak
kecepatan 2,56 terabit per detik (Tbps), dua kali rekor kecepatan
sebelumnya yang bertahan selama lima tahun ini. 

Kecepatan yang fantastis ini setara dengan mengirimkan data 60 DVD hanya
dalam satu detik. Para periset yang bekerja sama dengan perusahaan
Fujitsu ini berhasil membuat kemajuan yang sangat signifikan ini pada
jaringan sejauh 160 kilometer beberapa minggu lalu. 

Dukung internet 

Perkembangan penggunaan internet yang fenomenal sekarang ini
bagaimanapun para peneliti di Jerman itu telah memfokuskan pada sistem
baru untuk meningkatkan transmisi data secara rata-rata. Pertumbuhan
lalu lintas internet yang sudah bersifat eksponensial membuat transmisi
data berkecepatan tinggi menjadi krusial. 

Saat ini kecepatan transmisi data tertinggi pada jaringan yang sudah
aplikatif adalah 40 gigabit per detik (Gbps) atau 50 kali lebih lambat
dari rekor baru. Rekor sebelumnya pernah dibuat kelompok peneliti Jepang
dengan kecepatan 1,28 Tbps. 

"Transmisi data yang lebih cepat sangatlah luar biasa pentingnya bagi
telekomunikasi ke depan," kata Prof Hans-Georg Weber dari Institut
Fraunhofer untuk Telekomunikasi, Heinrich-Hertz-Institut (HHI) di
Berlin, Jerman, dalam berita yang dikirim melalui internet. 

Profesor ini memimpin proyek dalam program MultiTeraNet yang dibiayai
Kementerian Federal untuk Edukasi dan Riset Jerman. Dasar teknologi baru
ini adalah menerapkan transmisi data dalam berbagai panjang gelombang
secara simultan dalam jaringan serat optik. Untuk alasan mengorganisasi
dan ekonomis setiap cahaya dengan masing-masing panjang gelombang,
digunakan kecepatan transfer setinggi mungkin. 

Data ditransmisikan dalam kabel serat optik menggunakan denyut cahaya
ultrapendek yang biasanya disandikan dengan perangkat switching laser.
Denyut laser on dan off ini memberikan nilai biner 1 dan 0, data ini
yang membentuk transmisi digital. 

Pertumbuhan internet di dunia sudah bak jamur di musim hujan. Sekitar
dua tahun lalu sudah tercatat sekitar 700 juta orang yang secara tetap
mengakses World Wide Web, jumlah ini masih tumbuh 20 persen setiap
tahunnya. 

Para peneliti Jerman itu memperkirakan kapasitas transmisi besar untuk
link lalu lintas antarbenua akan meningkat antara 50 sampai 100 terabit
per detik dalam 10 sampai 20 tahun. Peningkatan kemampuan seperti hanya
mungkin ditangani sistem berperfoma tinggi. 

Perlu 

Melihat kemampuan serat optik yang semakin besar ini tampaknya jaringan
tetap ini tidak bisa diabaikan. Apalagi jika sudah menyangkut sarana
infrastruktur yang akan menjadi tulang punggung teknologi komunikasi dan
informasi. 

Memang menggelar jaringan serat optik masih menemukan banyak kendala,
selain secara teknis lebih sulit karena kondisi geografis maupun
padatnya perkotaan, juga biayanya mahal. Hal ini mengingatkan pada
agenda membuat jaringan Nusantara 21 yang tampaknya sudah semakin jauh
dari harapan. 

Salah satu solusi lain yang sekarang ini ditawarkan adalah teknologi
nirkabel WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).
Teknologi ini selain lebih bisa diterapkan pada daerah perkotaan yang
padat, juga daerah terpencil yang jarang penduduknya. 

Dengan demikian, membangun jaringan dengan WiMAX membutuhkan biaya yang
lebih ekonomis dibandingkan dengan serat optik. Hanya sebagai pendukung
tulang punggung tentu kecepatannya tidak seideal serat optik pada
pengembangan terbarunya. 

Sementara itu, WiMAX juga memiliki kelebihan lain yang bukan sekadar
pengganti infrastruktur kabel di kawasan yang sulit, tetapi sudah bisa
diakses langsung dari PDA maupun notebook. Dan sangat terbuka
kemungkinan dilakukan oleh smartphone. 

Bahkan Menkominfo Sofyan Djalil dalam pembukaan pameran Indo Wireless di
Jakarta belum lama ini juga telah memberikan isyarat untuk pengembangan
teknologi ini. Bahkan ia memberikan kesempatan kepada perusahaan
telekomunikasi untuk mengadakan uji coba di Indonesia. 

Dalam satu sistem transceiver WiMAX bisa dipergunakan untuk sedikitnya
tiga layanan, yaitu IPTV (Internet Protocol Television) over WiMAX
(termasuk aplikasi video on demand), akses internet over WiMAX, dan
komunikasi suara (Voice over WiMAX). 

WiMAX di dalam ruangan bisa menjangkau sampai radius 5 kilometer dan
sekitar 15 kilometer dengan antena luar. Dengan frekuensi kerja 3,5
gigahertz (GHz), satu base station WiMAX mampu melayani sampai sekitar
200 pelanggan, masing-masing dengan kecepatan sampai 512 kbps (kilobit
per detik). 

Dengan kemampuan layanan seperti ini, setidaknya bisa memberikan
alternatif layanan seperti Speedy yang dikembangkan Telkom. Bahkan
dengan Speedy, pihak Telkom sudah berencana menyediakan kapasitas sampai
dua juta pelanggan tahun 2007. 

Teknologi WiMAX yang memanfaatkan transmisi radio pada gelombang mikro
ini bahkan diyakini bisa menjadi pembuka jalan untuk mengembangkan
jaringan generasi keempat (4G) untuk komunikasi nirkabel.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762. The moderator identity will be revealed. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke