Gerbang Mahal 

Mulut kita terbuka menganga ketika pemerintah pekan lalu menjelaskan
rencananya membangun sendiri gerbang internet menggunakan kabel serat
optik bawah laut ke AS dan Hongkong. Diperkirakan, investasi ini akan
mencapai Rp 3 triliun dan bisa membengkak sampai Rp 15 triliun
tergantung implementasi dan bentuk infrastruktur yang dibangun. 

Sepintas kita menganggap gagasan Dirjen Postel ini tidak masuk akal
menggunakan dana sebesar itu. Apalagi, alasan yang dikemukan tidak
relevan dengan pertumbuhan internet di Indonesia yang pada dasarnya
masih meraba-raba manfaat internet bagi kehidupan penggunanya. 

Pertumbuhan industri penyelenggara jasa internet bukan melulu masalah
tersedianya gerbang internet di AS atau Hongkong. Pertambahan pengguna
internet juga bukan karena tersedianya gerbang mahal tersebut sehingga
korelasi pertumbuhan ekonomi tidak relevan dengan rencana tersebut. 

Pokok persoalannya kita kira melampaui apa yang diharapkan dan tidak
melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Meski sekarang ini sulit
sekali untuk mencari peta infrastruktur yang digelar di Indonesia,
kapasitas terpasang jaringan internet ke luar negeri sebenarnya memadai,
tetapi tak pernah dikelola secara efisien untuk bisa menghasilkan harga
akses yang murah. 

Kita mengetahui, misalnya, salah satu perusahaan di Indonesia memiliki
simpul jaringan internet antara Hongkong-AS, tetapi untuk membawanya ke
Indonesia memerlukan jasa perusahaan lain. Perusahaan yang sudah
bangkrut ini karena tidak mampu mengelola sistem jaringannya menunjukkan
sebenarnya bahwa penggunaan maupun pengelolaan sistem jaringan kita
tidak efisien. 

Kita mengetahui ada konsorsium perusahaan Indonesia menguasi simpul
SE-ME-WE 3 yang menghubungkan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa
Barat. Tetap saja penguasaan fisik jaringan tidak bisa menghasilkan
harga bandwith yang kompetitif dibanding negara lain. 

Penyebab mahalnya bandwith internet di Indonesia jelas bukan hanya
karena kita tidak memiliki akses jaringan sendiri ke pusat-pusat
informasi di luar negeri. Banyak hal yang rumit yang sebenarnya harus
ditanyakan ke diri kita sendiri. 

Pertumbuhan industri internet ada di dalam negeri. Pertambahan pengguna
internet juga ada di dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi juga sangat erat
kaitannya dengan kondisi di dalam negeri. Bukannya masalahnya ada di
dalam negeri dan bukan karena tidak ada gerbang internet di luar negeri?




If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762. The moderator identity will be revealed. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke