"Telecenter" Bappenas Juarai ADOC Awards 

Jakarta, Kompas - Program telecenter yang dikembangkan Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional bekerja sama dengan Badan Pembangunan PBB menjuarai
APEC Digital Opportunity Center Awards kategori ICT Best Practice for
Bridging the Digital Divide di Taipei, 28-1 Juli 2006. Program tersebut
mengalahkan program dari Cile, Filipina, Peru, Papua Niugini, dan
Vietnam. 

"Model telecenter kami dinilai memiliki kelebihan karena menjembatani
kesenjangan digital masyarakat pedesaan melalui program pendampingan
yang nyata. Kalau ukurannya berdasarkan faktor teknis, semua telecenter
mungkin mirip," kata Direktur Proyek Program Kemitraan untuk Peningkatan
Kesejahteraan melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Partnerships for e-Prosperity for the Poor/Pe-PP) Agung Hardjono ketika
dihubungi di Jakarta, Selasa (4/7). 

Selain mengirim finalis untuk kategori yang akhirnya dijuarai, Indonesia
juga mengirim finalis untuk kategori ICT Best Practise for e-Government
dan ICT Best Practise for Small Medium Enterprise (SME). Namun, pada
kategori ini Indonesia tak menjuarainya. Di lapangan, model telecenter
yang dikembangkan Bappenas terfokus pada pemberdayaan masyarakat,
terutama pedesaan dan miskin melalui pendampingan intensif. Para
pendamping yang direkrut diberi pelatihan khusus lebih dahulu. 

Untuk menjamin keberlanjutan program, mengingat program Bappenas ini
hanya satu tahun, telecenter dibangun berdasarkan kerja sama dengan
pemerintah daerah. Di antaranya untuk pembiayaan operasional. 

Cerita sukses keberadaan telecenter antara lain terjadi di Desa Pabelan,
Jawa Timur. Petani yang selama ini bergantung pada keberadaan pupuk
kimia akhirnya dapat mandiri dengan pupuk organik. Telecenter
memfasilitasi penyediaan informasi pertanian dan pasar, konsultasi jarak
jauh dengan ahli pertanian di kota lain, hingga pendokumentasian proses
dan hasil eksperimen. 

"Kami memang membangunkan jaringan dengan beberapa institusi yang
memiliki para ahli di berbagai bidang. Sistem memungkinkan adanya
konsultasi seperti yang terjadi di Pabelan," kata Agung. 

Hingga kini telah berdiri enam proyek percontohan di lima provinsi di
Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi
Tenggara. Menurut informasi, model ini telah direplikasi di beberapa
daerah, termasuk beberapa desa di Jawa Timur atas biaya pemda. 

Pada setiap telecenter disediakan lima komputer, koneksi internet,
proyektor, printer, pemindai, TV, pemutar DVD, CD room, buku, dan
program aplikasi. Di luar itu ada satu pendamping, manajer, dan seorang
administrator teknologi informasi. (GSA)



If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762. The moderator identity will be revealed. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke