Hentikan Pelanggaran Paten Radio di China
Perusahaan pembuat perangkat radio komunikasi yang sekarang juga merambah ke telepon seluler, Motorola, belakangan ini memang banyak memperlihatkan kegusarannya. Banyak produk buatannya yang ditiru produsen lain. Bahkan, bukan hanya dalam produk ponsel yang perkembangannya sangat dinamis, termasuk produk radio komunikasi dua arah atau yang lebih dikenal di negeri ini dengan HT (handie talkie). Dalam hal ini termasuk aksesori pelengkap HT yang di pasar memang terkenal harganya relatif mahal. Sikap sensitif dari unsur Motorola di lapangan juga dirasakan, terutama ketika ada pameran, tidak hanya di dalam negeri ataupun di negara Asia lainnya. Mereka biasanya melarang orang untuk memotret produk atau bagan dari sebuah sistem yang dikembangkan apabila tidak yakin yang memotret adalah wartawan. Hasil Sampai sejauh ini gugatan secara hukum tidak banyak terdengar dan secara berani justru dilakukan atas perusahaan di China dan tercapai kesepakatan yang memuaskan bagi Motorola. Dalam upayanya memerangi pelanggaran hak paten, perusahaan dari Amerika Serikat ini belum lama ini mampu membuahkan hasil. Motorola mencapai kesepakatan dengan perusahaan elektronik China, Quanzhou Fei Jie Electronic, untuk menghentikan produk perusahaan yang dikenal dengan Linton itu. Produk radio komunikasi yang segera diakhiri produksinya itu adalah tipe LT-2188/3188 yang menyerupai produk Motorola. Kesepakatan ini tercapai setelah gugatan Motorola yang didaftarkan September lalu terhadap perusahaan yang berbasis di Quanzhou itu atas pelanggaran hak paten. HT buatan Linton yang dihentikan produksinya ini berhubungan dengan hak paten yang dimiliki Motorola atas produk GP 328 plus. Keputusan Linton ini juga sekaligus dipandang sebagai pengakuan atas desain Motorola. Selain peniruan produk HT, pihak Motorola juga merasa banyak produk aksesori pelengkap HT yang juga kompatibel dengan aksesori Motorola. Hanya bedanya produk kompatibel ini harganya lebih miring, meski kualitasnya juga lebih rendah dari aslinya. Untuk menjaga kualitas produknya, pihak Motorola melakukan dengan mendirikan outlet atau yang mereka sebut dengan MGO (Motorola Genuine Outlets) di kota-kota utama di kawasan Asia Pasifik. Saat ini di Indonesia saja sudah ada sekitar 16 MGO, tujuh di antaranya di Jakarta. Rencananya ke depan akan ditambah dengan enam MGO lagi. Walaupun penggunaan perangkat HT saat ini sudah semakin terdesak oleh pemakaian ponsel, tetapi eksistensinya masih terasa di lingkungan petugas keamanan. Upaya penyediaan produk asli Motorola ini dijelaskan Ronnie Sebastian dari pihak Motorola di Indonesia kepada para wartawan. (AWE) -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
