Mengintip Protokol Internet Versi 6
Kalau ada topik yang hangat, baik di dalam maupun di luar auditorium tempat berlangsungnya APRICOT 2007, maka itu adalah "Protokol Internet versi 6" atau yang sering disingkat IPv6. Pakar internet mengembangkan IPv6 karena memandang protokol yang operasional dewasa iniversi 4 (IPv4)tak akan sanggup lagi mengakomodasi perkembangan pengguna dan layanan internet ke depan. Seperti dilaporkan John Sihar di depan peserta APRICOT, IPv6 akan mampu menampung 340 miliar-miliar-miliar-miliar (36 digit) alamat IP, sementara IPv4 hanya empat miliar alamat IP. Selain penambahan alamat IP, tentu saja IPv6 punya berbagai fitur baru yang lebih unggul, seperti header yang lebih disederhanakan, konfigurasi otomatis, dan sebagainya. Dengan berbagai fitur baru, IPv6 antara lain bisa menawarkan peluang baru, seperti masuknya internet ke aplikasi seluler, dengan berbagai pilihan koneksi (UMTS, WiFi, Wimax, dan 3G), juga layanan VoIP multimedia, social network (SMS, chat), sensor network (untuk memantau perlengkapan manufakturing dan sistem keamanan. Setelah 11 September juga digunakan untuk pemantauan karena bisa mendeteksi racun dan radioaktivitas). Mandat global dan kebijakan untuk mengadopsi IPv6 tak bisa dilepaskan dari sejumlah momen, seperti Perdana Menteri Jepang yang mengidentifikasi IPv6 sebagai tahapan kritis pengembangan eJapan Initiative (September 2000), Departemen Pertahanan AS memberikan mandat integrasi IPv6 (Juni 2003) dan akan siap bulan Juli 2008. IPv6 juga telah ditetapkan penggunaannya oleh Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA). Di Indonesia sendiri IPv6 sejak tahun 2004 juga telah diperkenalkan kepada sejumlah lembaga, seperti APJII, ITB. APJII dan Ditjen Postel juga berprakarsa membentuk Gugus Tugas IPv6 Nasional (2006), dan tahun 2007 dilakukan uji coba yang melibatkan selain APJII dan Postel, juga XL, Indosat M2, Biznet, IPNet, dan NTT. Uji coba XL Di APRICOT 2007, XL menggelar demo IPv6. Karena jaringannya sudah sesuai dengan teknologi IPv6, XL punseperti dikatakan Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimimenyatakan siap mengimplementasikan pemanfaatan IPv6. XL malah berani mengklaim sebagai operator seluler pertama yang menerapkan teknologi IPv6 dalam dunia fixed mobile convergence. Untuk membuktikan kesiapannya, di APRICOT Bali XL menggelar demo layanan IPv6 berupa Instant Office (VoIP over WiFi, Data Connection over IPv6, dan Video Blogging melalui dukungan handset terbaru dari Nokia serie E). Menurut Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Enterprise Solutions Nokia, "Nokia merupakan penyedia peralatan pertama di Indonesia yang mendukung implementasi IPv6." Selain dengan Nokia, XL juga menggandeng CBN. Dengan kerja sama itu, kata Sugiharto Darmakusuma, Chief Commercial Officer CBN, pelanggan CBN dan XL dapat menikmati aplikasi IPv6 melalui layanan CBN Mobile, yakni layanan yang memungkinkan pengguna internet terkoneksi ke internet dalam keadaan bergerak selama dalam jangkauan wilayah XL dengan lebih nyaman dan aman. (NIN) -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
