Catatan dari APRICOT 2007

Menuju Internet untuk Rakyat? 

Ninok Leksono

Salah satu benang merah yang dapat ditarik dari Konferensi Teknologi
Operasional Internet Asia-Pasifik (Asia-Pacific Regional Internet
Conference on Operational Technologies/APRICOT) yang berlangsung di
Bali, 26-27 Februari 2007, adalah komitmen untuk membuat internet—dan
teknologi informasi serta komunikasi (ICT) pada umumnya—tersedia dan
terjangkau. 

Ini komitmen baik, mengingat dewasa ini—ketika bangsa lain telah melaju
dalam penetrasi dan pemanfaatan internet—Indonesia masih tertinggal.
Penetrasinya kecil (Data APJII: 20 juta pengguna pada tahun 2006,
sekitar 8 persen jumlah penduduk) dan tarifnya mahal (Rp 300.000 untuk
transfer data 500 Mb, sementara di Eropa rata-rata 20 euro atau kurang
dari Rp 300.000 untuk akses tidak terbatas). 

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet Indonesia (APJII) dan dihadiri oleh operator utama (Telkom,
Indosat, XL) dan juga wakil-wakil komunitas dan juga regulator
(pemerintah), serta industri perangkat ini dibahas pula isu keamanan dan
kejahatan online, masalah perpajakan, serta peta jalan (roadmap)
teknologi telematika (ICT). 

Pada acara CEO Forum, Selasa (27/2), hadir Menteri Komunikasi dan
Informatika Sofyan Djalil yang duduk dalam panel bersama Direktur
Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar serta Ketua APJII
Sylvia Sumarlin. Kepada Menteri dilaporkan pula tentang Deklarasi ICT
Bali yang antara lain berisi kesepakatan untuk menyusun Rencana
Strategis ICT 2007-2011. Dalam rencana ini ada sasaran-sasaran terukur
dalam sektor ICT yang akan dicapai secara bertahap dan mencerminkan
sinergi seluruh pemangku kepentingan ICT dalam mendorong inovasi,
implementasi, investasi, dan pemerataan akses dan layanan yang semakin
meluas, merata, dan terjangkau sesuai dengan sasaran Masyarakat
Informasi Indonesia 2011. 

Menyimak butir pertama deklarasi, semangat yang menonjol memang ada pada
"meluas, merata, dan terjangkau". Semangat yang tercetus di APRICOT 2007
ini juga bisa dilihat sebagai janji semua pihak yang hadir untuk
mewujudkannya. Meski diucapkan dalam auditorium tertutup, pastilah
laporan APRICOT 2007 juga akan disiar-luaskan ke seluruh negeri dan juga
ke kawasan. 

Pemberdayaan 

Bila Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional bertekad
menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat informasi berbasis
pengetahuan, tekad senada juga muncul pada APRICOT 2007. Dirjen Postel
Basuki Yusuf Iskandar dalam hal ini bisa melihat permasalahan secara
lebih tajam. Ia mengatakan, adanya akses informasi secara luas tepat
menjadi tujuan. Namun, masyarakat Indonesia tidak cukup hanya bisa
mendapatkan akses, tetapi juga harus mampu mentransformasikan informasi
yang diperoleh untuk memberi nilai tambah dan memberi masyarakat program
riil. 

"Tidak cukup kalau hanya menjadi konsumen informasi. Informasi harus
memberi manfaat, baik secara ekonomi maupun tata nilai," ungkap Basuki. 

Sementara Menteri Sofyan Djalil berpesan agar roadmap ICT yang sedang
disusun secara nasional jangan sampai memperparah kesenjangan penguasaan
ICT di antara anggota masyarakat (Kompas, 28/2). Pesan itu jelas, yaitu
agar di dalam negeri pun tidak tercipta kesenjangan digital, gejala yang
selama ini lebih digunakan untuk memperlihatkan adanya jurang literasi
dan pemanfaatan ICT di antara negara-negara di dunia. 

Melihat karakter internet yang dalam banyak hal bersifat demokratis dan
egaliter, sebenarnya aplikasi teknologi ini secara luas juga akan
berperan dalam menyebarluaskan karakter tersebut di tengah masyarakat.
Sudah menjadi realitas pula bahwa sejauh ini internet telah dimanfaatkan
tidak saja oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh industri
kerajinan rakyat yang dalam banyak hal berciri UKM. 

Dengan berbekal dua kearifan di atas, diharapkan memang program ICT
Indonesia dapat berlanjut dengan tidak melupakan untuk apa ICT tersebut
kita upayakan kemajuannya. 

Akan ditagih 

Menanggapi gelora untuk berkomitmen kepada masyarakat Indonesia—dan
sebenarnya juga didesak oleh persaingan yang makin sengit—para operator
yang hadir di APRICOT segera menyatakan kesanggupannya untuk makin
efisien dan kompetitif. Direktur Utama PT Telkom Arwin Rasyid antara
lain menjanjikan satu kejutan pada awal April mendatang. Tarif internet
pita lebar yang selama ini akan diturunkan, sementara layanannya akan
ditingkatkan. Sementara Direktur Commerce XL Joy Wahudi menegaskan bahwa
perusahaannya akan terus memperluas jaringan backbone-nya dan melengkapi
infrastruktur yang dimilikinya agar mampu mengakomodasi perkembangan ICT
ke depan. 

Sementara pemerintah selaku regulator tentu saja diharapkan dapat terus
menciptakan iklim yang kondusif dan konsisten, dengan mempertimbangkan
derap perkembangan yang sangat dinamis di sektor ICT. 

Di era keterbukaan seperti sekarang ini, janji akan semakin kencang
ditagih. Manakala wacana tak kunjung berbuah realita, maka dinamika akan
diambil alih oleh prakarsa masyarakat sendiri. Apa yang disampaikan oleh
wakil komunitas ICT Onno W Purbo di APRICOT 2007 memberi gaung kuat
tentang dinamika masyarakat. Ketika prakarsa pemerintah dinilai lamban
untuk menyempitkan kesenjangan digital, maka dari komunitas lahir
prakarsa untuk membuat jembatan bagi kesenjangan tersebut, seperti
melalui wireless 2,4 GHz, RT/RW-net, dan VoIP Rakyat. 

Onno pun membanggakan bahwa prakarsa akar rumput tersebut justru menjadi
inspirasi banyak pihak dalam lingkup internasional. Ketika di berbagai
front Indonesia terseok-seok, dalam pergerakan rakyat di bidang ICT ini
Indonesia menjadi ilham. Dengan kalangan dari Nepal, Bhutan, India,
Banglades, Brasil, juga negara-negara di Afrika, Onno pun berseru,
"Dunia pun belajar pada kita, bangsa Indonesia." APRICOT seyogianya
memang mampu menggabungkan kekuatan arus utama dan arus pergerakan
rakyat yang justru sering disebut menjadi sasaran pembangunan ICT.

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke