Sekalian, Mas Wawan dan Mas Irving : Ini jawaban terutama untuk kasus IDNIC
At 11:16 10/03/99 +0700, wawan wrote :
>Pendapat saya, sesuatu kerja/karya pantas untuk dihargai bahkan diukur
>dengan materi. Bagi saya pendaftaran Rp 150.000 sangat baik sekali bila
>mengingat pengguna jasanya bisa mendapat lebih dari yang dibayar.
Benar, filosofinya sudah sangat bagus. Hanya saja perlu diimbangi dengan
birokrasi yang simpel dan berpihak pada "yang lemah". Murah tapi susah
(karena banyaknya prasyarat) agaknya sudah jadi hal yang umum di negara
ini. Kalau di "darat" masih ditambahi lagi dengan "brengsek" karena tiap
meja minta amplop
Masalah ini beberapa waktu lalu sudah dibahas panjang lebar.
>Microsoft mau jual produk 10 juta pun asal pelayanan dan suport baik tidak
>menjadi masalah bagi konsumen.
Ah, siapa bilang ? Mana ada orang cerdas rela merogoh kocek puluhan juta
untuk sebiji CD hanya karena janji service ? Padahal ada banyak yang
powerfull dan gratis atau bajakannya berserakan ? After sales support
dimana2 selalu "jadi bahan ejekan" bagi para profesional. Dan jangan dikira
yang gratisan itu tak mampu menyediakan support yang hebat.
>Jangan menganggap bayar adalah sesuatu yang jelek, materialistis, dsb. Atau
>memang masyarakat melek teknologi terbiasa mendapat apapun gratis sehingga
>ketika diminta membayar sesuatu langsung teriak ?
Bayangkan software kerap kali hanya seumur jagung lantas keluar versi baru.
Untuk itu user yang sudah register pun harus bayar. Akumulatif akan sangat
tinggi cost bagi user untuk sebuah software saja, belum aplikasi lainnya.
Maka ketika ada pilihan software yang freeware mengapa tidak ?
Kecenderungan arah TI sendiri pada beberapa bagian akan melulu gratis.
Mereka mendapatkan profit dari content (informasi yang ditampilkannya).
Geocities itu misalnya, hanya berbekal jasa gratisan ia bisa mendapat
jutaan dollar dari pemasang iklan. Makin banyak usernya maka makin menjadi
blue chip !
Contoh lain Linux, ini betul2 free namun keuntungan bagi pembuatnya tetap
ada. Kalau mau jadi konsultan software saja ... sudah berapa tuh, hebatnya
tanpa marketing apalagi janji2 muluk, software tetap ngetop ! Belum lagi
karena open source maka perkembangannya sangat cepat dan langsung bisa
memenuhi selera konsumennya karena bisa jadi user merangkap developer
volunteer ! Si pemilik hak cipta tinggal mengarahkan saja mau dibawa kemana
software itu, tak perlu menggaji staf engineer, tak perlu pusing ngurusi
bug fix etc.
Serupa dengan jasa web design / hosting. Untuk hosting sudah jelas
contohnya kayak Geocities itu. Sedang web design bisa pula gratis, anda
dapat ambil profit dari share keuntungan atas content yang ditampilkan.
Kalo isinya itu produk maka anda sebagai desainer bisa dapat komisi per
item. Cara begini bisa jadi lebih menguntungkan untuk jangka panjang karena
pemasukan kumulatif akan terus ada. Anda punya mesin gaji sendiri hehehe.
Bandingkan bila hanya menetapkan tarif sekali di muka, sesudah itu biar si
pemilik web untung milyaran anda tetap memble.
Contoh lain, dulu Telkom punya aturan setiap peralatan tambahan pada
saluran telepon (fax, modem, paralel, wireless etc.) harus ijin dan
dikenakan biaya, kalo liar bakal kena denda. Tapi yang ternyata
menghasilkan sedikit keuntungan karena susah juga mengontrol sedangkan
kebutuhan masyarakat tinggi. Maka Telkom membatasi "perannya" hingga ke
terminal di luar rumah, peralatan di dalam terserah yang punya mau
dibagaimanakan. Keuntungan Telkom adalah pulsa ... makin banyak peralatan
terpasang logikanya pemakaian pulsa makin intensif, maka bebaskan saja
urusan itu biar pelanggan makan pulsa sebanyak-banyaknya ... dari modem,
fax etc.
Begitu juga dengan TelkomNet di Telkom Divre V, tak ada charge bulanan
seperti ISP lain, mail disediakan gratis. Profitnya cuman dari pulsa ...
Kemudian dulu saya pernah dengar ada ISP yang mau buka akses dial-up
gratisan tapi usernya harus terdaftar dan bersedia dikasih newsletter dari
para sponsor dan berbelanja melalui dia ... belakangan mereka ini terbentur
regulasi.
Jadi bukanlah hal mustahil bila trend layanan internet ini serba gratis
tapi para provider tetap dapat profit ... user juga senang serba gratis.
Win and win ...
>"Optimalkan apa yg sudah dibayar daripada menghindari bayar!"
Keterikatan itulah yang tak disukai konsumen di manapun ! Setiap orang
pasti maunya cukup bayar sekali atau gratis sama sekali. Secara alamiah
bertahan pada software2 lama tidaklah mungkin bukan ? Anda akan selalu
butuh yang baru lalu bagaimana kalo ada produk lain yang lebih bagus ?
>>Ehm, ngomongin IDNIC, disangkutin dgn biaya, koq dianggap drakula ? Kan
>>mereka cuman narik 150 ribu di awal, dan ngga narik2 lagi (setidaknya,
>>begitulah peraturan mereka saat ini). Dari sisi birokrasi, emang "agak"
>>sulit, tapi dari sisi harga rasanya ngga bisa dianggap drakula.
>>Bisa dijelaksan, "drakula" di sini artinya apa ?
Sudah saya bilang di atas, bukan soal 150 rebu-nya tapi seperti kata anda :
birokrasinya itu payah. Dan karena itu jadi mahal costnya untuk ukuran
sebagian kelompok masyarakat pengguna jasa / calon konsumen. Terutama yang
lemah ...
Sebagai ilustrasi : ada sebuah forum, kelompok studi, non profit. Mereka
ingin pake domain .or.id tapi dimintai akta badan hukum dsb. Berapa biaya
mendirikan sebuah badan hukum ? Jelas lebih dari 150 rebu, belum lagi tiap
tahun didatengi petugas pajak dan memperpanjang berbagai ijin - weleh
padahal ini cuman forum, kumpul2 antar mahasiswa untuk sharing ilmu.
Jatuhnya akan lebih mahal dari INTERNIC yang cuman US$ 70 tanpa prasyarat
yang njelimet. Lalu bisa pake hosting gratisan http://www.virtualave.net
atau ada sponsor yang ngasih space dan DNS gratis, desain bisa dikerjakan
sendiri.
Makanya saya tetep menyebutnya drakula ...
----------
@rema Net Web Site http://arema.cjb.net , E-mail mailto:[EMAIL PROTECTED]
arema-l Mailing list http://thor.prohosting.com/~arema/milis.htm
arema-l Archives http://www.egroups.com/list/arema-l
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com