-----Original Message-----
From: Mas Tekeq <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, March 10, 1999 5:29 PM
Subject: Re: [webauthor] Direktori Web Development Indonesia (update #5)
>
>>Microsoft mau jual produk 10 juta pun asal pelayanan dan suport baik tidak
>>menjadi masalah bagi konsumen.
>
>Ah, siapa bilang ? Mana ada orang cerdas rela merogoh kocek puluhan juta
>untuk sebiji CD hanya karena janji service ? Padahal ada banyak yang
>powerfull dan gratis atau bajakannya berserakan ? After sales support
>dimana2 selalu "jadi bahan ejekan" bagi para profesional. Dan jangan dikira
>yang gratisan itu tak mampu menyediakan support yang hebat.
>
Waduh...saya salah mengambil variabel....mestinya diganti "Sun mau jual 10
juta pun asal pelayanan dan supporrt baik tidak menjadi masalah bagi
konsumen"
tapi kalau Anda memperhatikan subtansi dari kalimat diatas rasanya wajar
saja siapapun mau bayar mahal jika mendapat kepuasan.......jadi jangan
melihat Microsoftnya tapi subtansi kalimatnya..........disini pula kelihatan
kehebatan Microsoft dalam opini baik dan jelek, dengan sampel "Microsoft"
bisa membentuk penafsiran lain...dan mengaburkan subtansi kalimat........
Penguatan argumen saya :
Hartono bos Ayam terkenal mempunyai anggota bertarip mahal (katakanlah 10
juta) hanya untuk menservice +- 15-30 menit....namun justru makin
diburu.........dan punya pelanggan tersendiri......
>
>Bayangkan software kerap kali hanya seumur jagung lantas keluar versi baru.
>Untuk itu user yang sudah register pun harus bayar. Akumulatif akan sangat
>tinggi cost bagi user untuk sebuah software saja, belum aplikasi lainnya.
>Maka ketika ada pilihan software yang freeware mengapa tidak ?
>
Para programmer software belum mengenal budaya Indonesia. Mereka merancang
software X dengan kemampuan Y, diprediksikan pemakai dapat memperoleh
keuntungan berlipat. Ketika software tsb dipakai oleh masyarakat Indonesia
menjadi tidak cocok karena di Indonesia harganya tidak sebanding dng
keuntungan yang diperoleh.
>Kecenderungan arah TI sendiri pada beberapa bagian akan melulu gratis.
>Mereka mendapatkan profit dari content (informasi yang ditampilkannya).
>Geocities itu misalnya, hanya berbekal jasa gratisan ia bisa mendapat
>jutaan dollar dari pemasang iklan. Makin banyak usernya maka makin menjadi
>blue chip !
Itu hanya strategi saja, menukar pos pendapatan. Di dunia semua industri
mempunyai motif keuntungan. Subtansi dari fakta tersebut TI digunakan
sebagai media memperoleh keuntungan dengan "cara" menggratiskan A untuk
memperoleh keuntungan B.....
>
>Contoh lain Linux, ini betul2 free namun keuntungan bagi pembuatnya tetap
>ada. Kalau mau jadi konsultan software saja ... sudah berapa tuh, hebatnya
>tanpa marketing apalagi janji2 muluk, software tetap ngetop ! Belum lagi
>karena open source maka perkembangannya sangat cepat dan langsung bisa
>memenuhi selera konsumennya karena bisa jadi user merangkap developer
>volunteer ! Si pemilik hak cipta tinggal mengarahkan saja mau dibawa kemana
>software itu, tak perlu menggaji staf engineer, tak perlu pusing ngurusi
>bug fix etc.
Semua strategi Linux hanyalah suatu "cara" untuk memperoleh yang lain. Hal
ini seperti halnya Netscape yang mulai keder bersaing, ataupun MS-DOS tempo
dulu. Siapa bilang Linux tanpa Marketing, Opensource, gratis, bisa didevelop
siapa saja, itu adalah Marketing jitu..........intinya semua product tsb
menuju pada suatu titik keuntungan....hanya metode yg dijalani yang
berbeda.........................
Keluar dari subtansi kalimat......saya pernah membaca tentang maksud Linus
membuat Linux hanyalah menggugat dominasi Microsoft. Kira-kira setelah
tujuan tsb tercapai (extremnya -> Microsoft bangkrut misalnya) apa yang akan
dilakukan berikutnya ?
>Kemudian dulu saya pernah dengar ada ISP yang mau buka akses dial-up
>gratisan tapi usernya harus terdaftar dan bersedia dikasih newsletter dari
>para sponsor dan berbelanja melalui dia ... belakangan mereka ini terbentur
>regulasi.
OOT: dalam Marketing, kasus ini kayak koran gratis di Jakarta...konsepnya
dari US bagus dan berjalan baik di US........apa jadinya ketika diterapkan
di Indonesia.......?
>Sebagai ilustrasi : ada sebuah forum, kelompok studi, non profit. Mereka
>ingin pake domain .or.id tapi dimintai akta badan hukum dsb. Berapa biaya
>mendirikan sebuah badan hukum ? Jelas lebih dari 150 rebu, belum lagi tiap
>tahun didatengi petugas pajak dan memperpanjang berbagai ijin - weleh
>padahal ini cuman forum, kumpul2 antar mahasiswa untuk sharing ilmu.
Jadi yang payah itu hanya operasionalnya saja....kalau cuman operasional yg
payah...menanganinya mudah sekali kok.......
"Ambon membutuhkan bantuan apapun dari Anda !"
SALAM
WAWAN
http://www.mediaselaras.co.id
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com