Friday, April 23, 1999, 3:34:18 AM, SysOp wrote:
S> rata-rata untuk ukuran Jakarta, biasanya untuk daerah itu paling
S> tinggi 3/4 nya, kecuali yang dari Jakarta ditugaskan ke daerah
S> itu udah lain ceritanya. seperti pendekar disuruh berkelana untuk
S> suatu misi .. :)
Wah, inget lagunya Makara - Laron2. Jakarta memang lampu terang yang
terus2an dikerubuti calon naker. Lha gimana kalo belum apa2 setiap ada
drop orang pusat (Jakarta) kudu kasih fee diatas standar. Jadi memang
enaknya mengawali karier itu di Jakarta dulu aja yah ? BTW 3/4 dari
standar Jakarta ... hmmm, sounds good ...
S> hmmmmm, saya rasa beda yah .. sebab kalau untuk kampus tanggung jawab
S> nya tidak sebesar di ISP yang menyangkut banyak user. kalau di kampus
S> palingan mahasiswa/i nya mendapatkan fasilitas free karena kuliah
S> disitu, tapi kalau user di ISP kan bayar jadi service nya harus bener-
S> bener memuaskan sekali.
Wah, nggak setuju nih. User di lembaga pendidikan bisa mencapai
ribuan, plus ribetnya ngurus intranet (kan sudah saya gambarkan tuh
sampai perlu shift 24 jam segala). Kebayang enggak saat2 critical
pendaftaran mhs. baru, pembagian KHS / KPS, pembayaran, ujian dan
pemanfaatan fasilitas untuk kegiatan akademik ?
Tanggung jawab dan resikonya bisa lebih besar dari ISP atau lembaga
komersial. Di ISP mungkin resiko ditinggal pelanggan, di perusahaan
bisa jadi rugi dan dan dipecat tapi kalo di kampus ? Salah2 didemo dan
dikeroyok orang tuh ... walah ... Dan tidak semua layanan di kampus
selalu gratis, pelatihan misalnya atau praktikum. Dan lagi secara
tidak langsung mahasiswa juga dikenai "charge" melalui DPP dan atau
SPP untuk segala macam fasilitas kampus, termasuk internet tentunya.
Karena itu lembaga yang mengurusi IT ini dipisah, otonom gitu. Artinya
pengelolaannya harus seprofesional mungkin. Justru saya sebelumnya
mengira "perbedaan" antara lembaga bisnis murni dan pendidikan ini
lebih "mahal" di pendidikan. Karena yang pertama ada tanggung jawab
untuk menjadi "pendidik" dan kedua mereka bekerja tanpa kemungkinan
karier (sistem kontrak kayak proyek gitu). Sedangkan kalo lembaga
bisnis kan ada peluang karier dan tak ada tanggung jawab moral sebagai
pendidik.
S> ya ini boleh-boleh saja, bahkan bisa ditambahin mendapat fasilitas
S> seperti internet, kendaraan, dsb itu tergantung si owner aja sih .. :)
Dari standar yang saya sampaikan itu sebenarnya saya ingin mendapatkan
gambaran yang lebih spesifik, langsung ke nilai rupiahnya gitu.
S> biasanya kalau soal rumus menetapkan gaji ini HRD tugasnya
S> saya tidak ada komentar sebab bukan berasal dari divisi HRD .. :)
Wah, sayang yah. Mungkin temen2 yang laina da yang bsia kasih input ?
S> yang jelas pemberi pekerja dan si pekerja harus sama-sama
S> menguntungkan, jangan di pemberi pekerja memberi pekerjaan yang
S> tidak sesuai dengan salarynya dan sebaliknya si pekerja jangan
S> bermalesan dengan salary yang berlebihan.
Setuju.
Best regards,
MasTekeq mailto:[EMAIL PROTECTED]
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com