Provokator Latihan di Luar Negeri Awas ! 5.000 Provokator Bergerak detikcom, Surabaya - Pernyataan Katib Aam Syuriyah PN NU, KH.Said Aqiel Siradj, bahwa ada 5.000 provokator mengincar kawasan Jawa Timur dan jalur Pantura, bukan main-main. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu membenarkan Siradj. "Mereka berlatih di luar negeri,"kata Pangdam. Pernyataan Siradj yang dikenal dekat dengan Gus Dur memang mengejutkan. Bahkan semula ada yang menuduh, pernyataan Siradj itu mengada-ada. Siradj menyatakan soal provokator itu dalam acara harlah di Pondok Pesantren Darul Aitam, Blokagung, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (17/05/1999). Provokator tersebut, dikatakan Siradj, jumlahnya mencapai 5.000 orang. Mereka, akan turun dengan menjadi target mengacaukan dan menggagalkan Pemilu. Daerah yang dijadikan sasaran kekcauan adalah sebagian wilayah Jawa Timur dan kota-kota di jalur Pantura. "Utamanya Tegal akan dibuat rusuh. Soalnya PKB memiliki pendukung besar,"kata Siradj. Para provokator tersebut, dikatakan Siradj, telah melakukan tes di berbagai kota di jalur Pantura, seperti yang terjadi di Pekalongan, Demak, dan Jepara. Dan mereka, provokator tersebut, kata Siradj, bukanlah provokator amatiran. Mereka profesional dan mendapat pelatihan di sebuah negara tetangga. "Tapi tak perlu saya sebutkan negaranya,"kata Siradj. "Itu tugas intelijen untuk mengendus,"tambahnya. Masih disebutkan Siradj, para provokator yang jumlahnya mencapai 5.000 orang itu, sudah memasuki pelatihan terakhir. Dan mereka sudah bersiap-siap balik ke Indonesia bersamaan dengan masa kampanye yang akan mulai digelar Rabu (19/05/1999). "Jadi kita semua harus waspada,"kata Siradj. Lantas benarkah Siradj? Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu ternyata juga membenarkan sinyalemen yang dilontarkan oleh Siradj. "Saya tak memungkiri bahwa ada provokator yang berlatih di luar negeri,"kata Ryamizard yang juga menantu mantan Wapres Try Soetrisno itu. "Soal latihan di luar negeri itu pasti ada. Misalkan yang di Aceh itu berlatih di suatu negara di Timur Tengah untuk aksi terorisme,"kata Ryamizard, Selasa (18/05/1999) menjawab pertanyaan wartawan saat mengikuti rapat kerja Kodam Brawijaya di Surabaya. Hanya saja, Ryamizard mengaku belum memperoleh data rinci mengenai jumlah provokator dan di negara mana tepatnya mereka berlatih. Ryamizard juga menyatakan belum memperoleh informasi soal provokator itu baik dari Siradj, NU maupun dari lembaga mana pun. "Namun kita semua tetap harus mewaspadai. Jangan sampai terpancing untuk diadu domba,"kata Ryamizard. Ryamizard juga menjanjikan, aparat keamanan di Jawa Timur, khususnya dalam masa kampanye ini, akan bersiaga penuh dalam menjaga kemungkinan munculnya provokator untuk membuat kerusuhan di Jawa Timur. Apalagi, diakui Ryamizard, Jawa Timur pun tak luput dari target provokator. "Jawa Timur ini kan aman-aman saja. Mereka, para provokator itu pasti tidak suka dengan kemapanan. Karena itu mereka akan mencoba mengoyak-oyak ketenangan. Dan untuk itu kita semua harus waspada,"tandas Ryamizard. ------------------------------------------ This message was sent to you by Name: Henry E. P. Email Address: [EMAIL PROTECTED] IP Address: dyn2096a.dialin.rad.net.id ------------------------------------------ Using Aureate Group Mail Free Edition Find out more about this product and try it for free at: http://www.group-mail.com/1 Layanan Pertukaran Banner - http://www.indobanner.co.id -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
