At 01:41 AM 2/4/00 +0700, you wrote:
....
{saya}:
>waah, kalo baca begini jadi nyesel dulu masuk desain... padahal keterima di
>informatika juga..hik..
...

         Ada pertanyaan peserta yang sama dengan pernyataan mas (atau 
mbak?) Wulan ini (ketika saya memberikan presentasi kecil-kecilan di sebuah 
univ. teknik komputer di surabaya).
Ada perasaan cemas di wajah mereka ketika saya jelaskan bahwa site nggak 
hanya bagus di content tapi juga secara design (saya kutip pernyataan mas 
Donny ToekangWeb, "Content is the King, but without the good design is 
Naked King). Mereka memang orang teknik dan tahu buat site, tapi bagaimana 
dengan look-nya (design) ? Mungkin taste seni mereka kurang, dan hal itu wajar.

         Sistem kerja di kantor saya, site dikerjakan oleh 2 pihak, 
designer (grafis) dan web teknologi. Para designer ini yang membuat look 
(grafisnya) dan web tech-nya yang bikin script html-nya. Para designer 
kebanyakan (hampir seluruhnya) dari design grafis (D3/S1). Mereka ya 
seniman; pakaian, gaya, musik, tampang (rambut gondorng). Dan sebaliknya 
dengan web tech; anak-anak informatika atau komputer. Mereka kuat di logika.

         2 pihak ini saling kerjasama. Para designer yang cenderung malas 
berpikir ketemu dengan para web tech yang selalu menggunakan logika. 2 
pihak, yang punya kecenderungan memanfaatkan sisi otak yang beda ini; otak 
kanan dan otak kiri, akhirnya bisa jadi satu team yang tangguh bikin site.

         Dan dari sedikit permainan kemarin (setelah lebaran training 
seminggu sekalian introspeksi), ternyata 2 pihak ini punya kepribadian yang 
bertolak belakang. Misal para designer lebih perasa (intuitif), introvert. 
Sebaliknya para web tech; ekstrovert dan pemutus. 2 gaya ini jarang ada 
dalam satu person (mungkin ada yang punya kayak Galileo Galilei atau 
Michael Angelo). Ya sudah, ikut kodratnya masing-masing. Daripada menambah 
kekurangannya, mending meningkatkan kelebihannya. Ini lebih bagus dan lebih 
mudah dilakukan.

         Jadi kayak mas/mbak Wulan tekuni aja desainnya, dan mungkin cari 
teman yang kuat di web tech untuk bikin site. Lebih mudah mas/mbak ini 
untuk tingkatkan kemapuan desainnya daripada harus belajar web tech-nya.

         Gimana pendapat rekan lain ?

Cheers


Iyoes

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke