Sedikit tambahan yang saya ambil dari Milis Berita IT mengenai Internet via
Listrik :

Internet via kabel listrik segera jadi kenyataan

Saat ini, kabel telepon merupakan sarana utama dalam akses Internet. Dalam
perspektif ini, tidaklah heran bila penetrasi Internet di Indonesia masih
sangat rendah, karena jumlah rumah yang tersambung jalur telepon pun masih
terbatas.

Tetapi tidak lama lagi, kabel listrik yang pada dasarnya memiliki bahan yang
sama dengan kabel telepon pun bisa menjadi alat akses ke dunia maya itu.

Kemarin, aliansi perusahaan teknologi dunia mulai membawa mimpi itu menjadi
kenyataan. Kelompok yang disebut HomePlug Powerline Alliance itu bertujuan
mengaplikasikan teknologi saluran listrik rumah tangga untuk akses Internet.

Tidak tanggung-tanggung nama besar seperti Intel Corp., Motorola Inc., Cisco
System, Compaq, Advanced Micro Devices Inc., 3Com, Texas Instruments,
Pa-nasonic terlibat dalam proyek ambisius itu.

Apa yang akan mereka kerjakan tidak lain mengaplikasikan asumsi bahwa ruang
tak terpakai di kabel listrik sederhana pun bisa mentransmisikan data ke
mana pun di dalam rumah. Dengan asumsi itu, semua peralatan listrik rumah
tangga pun nantinya bisa memiliki akses ke Internet. Produsen peralatan
elektronika rumah tangga pun kini ramai-ramai mengumumkan rencana untuk
membuat setiap peralatan mampu dihubungkan dengan Internet, seperti lemari
es atau sistem keamanan rumah yang dikendalikan komputer.

Dengan menjadikan kabel listrik men-jadi jaringan komunikasi di rumah, akan
mudah menciptakan peralatan yang masuk kategori plug-and-play Internet.

Cuma, kelompok itu memang masih harus menyingkirkan salah satu kendala
komersialisasi teknologi itu. Meskipun kabel listrik dibuat dari bahan yang
sama dengan kabel telepon, kabel listrik umumnya memiliki tingkat kebisingan
dan interferensi (gangguan) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel
telepon yang kini digunakan untuk komunikasi data dan analog. Lagi pula,
jaringan komunikasi dengan kabel listrik itu akan menghadapi masalah bila
listrik mati, misalnya.

Di Eropa, sekelompok perusahaan listrik, telah membuat banyak kemajuan dalam
mengkonversi jaringan listrik menjadi jaringan komunikasi. Jadi, HomePlug
melakukan hal yang sama namun khusus untuk jaringan di dalam rumah.

Selain menyambung berbagai peralatan rumah ke Internet, kelompok itu juga
ingin memperbesar akses kecepatan tinggi yang diperlukan untuk transmisi
suara dan gambar.

Aliansi nir-laba itu berharap dapat menghilangkan keperluan akan piranti
lunak dan peralatan sambungan khusus yang kini digunakan untuk World Wide
Web (www).

Yang menarik bahwa hampir semua produsen semikonduktor raksasa dunia
terlibat dalam proyek ini, merupakan bukti bahwa mereka ingin membuat
sebanyak mungkin peralatan rumah tangga yang bisa terhubungkan ke Internet
yang kini terkonsentrasi di komputer pribadi (PC). Apalagi semakin banyak
analisis yang mengatakan bahwa untuk akses Internet, di masa depan, PC akan
menempati urutan empat di bawah telepon genggam, televisi, dan peralatan
bergerak lain seperti personal digital assistant (PDA).

Gelombang elektromagnetik

Forbes.com melaporkan bagaimana sebuah perusahaan baru di Mississippi Gulf
Coast, Media Fusion membangun sebuah laboratorium yang ingin menyempurnakan
teknologi telepon tradisional yang dianggap telah kuno.

Desember tahun lalu, Media Fusion ini diberi hak paten untuk teknologi yang
menggunakan ruang magnetik di sekitar kabel listrik untuk mengirimkan
Internet, suara dan data video dengan kecepatan 2,5 Gigabytes per detik
(Gbps).

William "Luke" Stewart, ilmuwan kepala di Media Fusion mengatakan teknologi
yang dikembangkan perusahaannya (disebut sebagai advanced sub-carrier
modulation) menggunakan microwave laser untuk menginjeksi data ke saluran
listrik, sehingga memungkinkan jaringan listrik mentransmisi telepon, radio,
video, Internet, dan data satelit.

Perusahaan itu memperkirakan bila teknologi itu bisa diaplikasikan, hanya
akan menghabiskan dana US$65 juta untuk membangun jaringan di seluruh
Amerika Utara dengan biaya akses hanya US$5 per bulan.

Bayangkan betapa murahnya. Di AS, misalnya, untuk biaya berlangganan
jaringan TV kabel mencapai US$38 per bulan.

Menurut mereka, biaya telepon melalui ruang elektromagnetik itu hanya akan
diperlakukan sebagai telepon lokal tidak peduli asal dan tujuan telepon itu
dilakukan.

Si Media Fusion ini pun punya angan-angan betapa hebatnya teknologi itu bila
digunakan di negara berkembang untuk akses ke Internet.

Statistik perusahaan itu menyebutkan bahwa 85% penduduk dunia kini
tersambungkan ke jaringan listrik, sementara hanya 12,7% yang tersambung ke
jaringan telepon.

Apakah angan-angan Media Fusion ini akan menjadi kenyataan, memang ada
baiknya menanti perkembangan terakhir dari para raksasa listrik di Eropa
yang juga bekerja pada proyek serupa.

Akhir Februari 2000, Veba AG, RWE, dan Siemens yang dikenal jagoan dalam
teknologi listrik dan telekomunikasi, sama-sama mengklaim siap mengembangkan
aplikasi akses Internet lewat saluran listrik.

Veba, misalnya, berniat meluncurkan produk powerline communication (PLC)
akhir tahun ini. Pesaing Veba, Siemens AG bahkan menggandeng perusahaan
pembangkit listrik Energie Baden-Wuerttemberg (EnBW) untuk membuat
perusahaan patungan komunikasi Internet lewat saluran listrik. (ya)


Sumber : Bisnis Indonesia

-----------------------------------------------

Kirim berita/informasi :  [EMAIL PROTECTED]

Subscribe   : [EMAIL PROTECTED]

Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]

-----------------------------------------------




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke