FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAKDaniel Gunawan
05/04/2000 03:00 PM
To:     Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny Lambey/AIU/AIG@AIG,
Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Akbar Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro
Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian
Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG, Wibi Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani
Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno Drijantoro/AIU/AIG@AIG
cc:
Subject:        FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
Confirm kebenaran dari cerita tersebut. Karena saya adalah salah satu korban
mereka.
Ceritanya pada waktu saya akan week end ke Kota Bunga, saya dan anak serta
istri , suster dan pembantu saya, (sialnya semua cewek) sehingga saya cemas
juga apabila memang terjadi sesuatu dengan roda mobil yang berasap waktu
itu. Memang kurang lebih 100 meter dari lokasi orang-orang yang menunjuk ban
terdapat bengkel kecil dengan team besar yang langsung 'memperbaiki' mobil
saya.
Waktu itu kampas mobil saya langsung di 'betul' kan oleh kurang lebih 8
orang yang seperti sudah tahu benar bagian pekerjaanmasing-masing dan
akhirnya saya harus merelakan 150 ribuan untuk ganti kampas rem, selama
proses kurang lebih 20 menit.
Be carefull, karena ini sih memang sindikat dan korbannya sudah pasti sangat
banyak.
DG
---------------------- Forwarded by Daniel Gunawan/AIU/AIG on 04/05/2000
03:03 PM ---------------------------


Tjandra Santoso
04/05/2000 03:16 PM
To:     Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny Lambey/AIU/AIG@AIG,
Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Daniel Gunawan/AIU/AIG@AIG, Akbar
Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat
Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG, Wibi
Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno
Drijantoro/AIU/AIG@AIG
cc:
Subject:        FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK



FYI.
Berita ini dapat dari seseorang yang mengalami bersama keluarganya.
                      Just for your info.
                      Quote:
Dear all,
Saya punya pengalaman kurang menyenangkan yang baru2 ini saya dan
keluarga alami di wilayah Puncak - yang mungkin berguna untuk kawan2.
Hari Sabtu 22 April, saya dan keluarga menuju Puncak untuk menghirup
udara segar. Setelah melewati Puncak Pas, disekitar Lembah Pinus/Lembah
Hijau, kira2 jam 10 pagi lewat - tiba2 ada 3 orang yang nongkrong di
sebelah kanan jalan (jualan wortel) berteriak sambil menunjuk2 mobil
kami, kemudian serombongan lain yang berdiri di kiri jalan (berdiri
setiap 2 atau 3 meter)juga menunjuk2 mobil kami sambil berteriak.
Setelah kurang lebih 4 grup menunjuk2 dan berteriak - pelan2 kami
menepi. Karena kami curiga (disamping agak panik) - kami memilih menepi
di parkiran suatu tempat penginapan - agak masuk.  Kami berhenti dan
memeriksa mobil - ternyata ada asap di ban sebelah kanan depan.  Sempat
agak lama berasapnya (kurang lebih 10 menit dari tempat kejadian
pertama). Yang membuat kami heran tiba2 dua orang dari mereka yang
menggunakan rompi suatu bengkel langsung mendekat begitu kami menepi
dan menyarankan dibongkar. Karena kami sangat curiga - saya menyarankan ke
suami untuk mengguyur dengan air dan ternyata asapnya langsung hilang.
Kami kemudian berdiskusi dalam bhs. Inggris (supaya mereka tidak begitu
mengerti) - bahwa kita yakin telah DIKERJAI mereka. Kemudian kakak saya
tanya kepada dua orang itu - "Dari mana, Pak?" - mereka menjawab dari
bengkel. Semakin besar kecurigaan kami. Setelah itu, kami semua naik
dan bergerak kembali dengan tenang - dan mencari bengkel besar (yang
bener) dan agak jauh dari tempat kejadian.
Kami sengaja tidak mau ribut - karena namanya massa - nantinya bisa gawat.
Di bengkel besar tersebut - setelah melongok sedikit dan sebentar ke
ban tersebut  - kita diyakinkan bahwa tidak ada apa2 dengan mobil kami.
Mungkin karena mereka juga takut - mereka tidak banyak cerita tentang
modus operandi seperti itu walau kita tanya (TAPI TAMPAKNYA MEREKA TAHU
TAPI TAKUT ATAU TIDAK ENAK).
Setelah itu kami telepon ke tempat kami akan menginap tentang
pengalaman kami - resepsionisnya perempuan menyatakan
tidak pernah mendengar hal2 semacam itu (mungkin juga takut nanti hotelnya
tidak banyak didatangi tamu - atau mungkin memang tidak tahu).
Ketika kami kembali turun menuju tempat menginap di Puncak Pas siang
harinya, kita agak berhati2 melewati daerah tersebut sambil melihat
kiri kanan.  Ternyata banyak mobil bagus sedang
DIKERJAI - ada yang dibongkar kap-nya secara paksa - ada yang sudah
diprotoli
dua ban depannya.  Yang mengerjakan lebih dari 5 orang.  Ada yang baru
kena. Kita kasihan  melihatnya - tapi tidak berani keluar memberitahu
(penakut-ya).
Ternyata  kita juga menandai bahwa persis di belokan sebelum kejadian -
sebelah
 kiri dan kanan ada dua mobil jip kuning bengkel dengan dua/tiga orang
 pakai 'wearpak' bengkel tertentu.
Analisa kami - mungkin di aspal tersebut dipasang sesuatu yang kecil
 apabila terkena ban mobil langsung mengeluarkan asap dan nempel di
sana.  Jadi 'peluang' nya siapa saja bisa terkena -
Kebetulan ban kami  melindasnya.
Setelah sampai tempat penginapan, sore2 kami bercerita kepada bapak2
 yang bantu angkat barang/bersihkan kamar.
Bapak tersebut bercerita bahwa banyak kejadian seperti itu dan
menyarankan agar kami tidak melawan (berantem disana) - pelan2 pergi saja
atau tetap jalan jangan  hiraukan mereka. Hari Minggunya kami ke atas lagi
melewati
daerah tersebut ternyata sama  - banyak orang berdiri di sana menggunakan
rompi bengkel di kiri/kanan jalan dan ada bengkel kecil2.  DAN BANYAK MOBIL
YANG DIKERJAI.
Saran untuk teman2 bila mengalami hal seperti ini, tetap tenang, terus
saja, jangan hiraukan mereka.  Setelah agak jauh upayakan berhenti di tempat
yang agak masuk ke dalam.  Kalau berasap - siram dengan air.
 Kemudian kalau tidak yakin dengan kondisi mobil coba cari bengkel besar
 yang kelihatan bonafide.  Cek sebentar.  Saran lain - jangan ajak orang
 tersebut berantem/kasar.  Mereka sudah seperti mafia. Bisa2 kita bisa
 konyol.
Yang kami heran - kok tidak ada polisi.  Kata teman2 saya setelah saya
 ceritakan - mungkin ya polisi ikutan - wah semoga tidak ya.  Kalau
iya -  this is the real Indonesia - we have to live
with this.
Saya ada rencana mau nulis di SURAT PEMBACA -
bagaimana? Is there any use ? Paling tidak untuk peringatan yang lain.
Kalau untuk petugas -  kok pesimis ya.  Ada saran ?
Please - sebarkan hal ini ke keluarga, saudara,
teman, kolega, atau siapa saja.
Salam,
 Kus
Unquote.




- Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke