OOiiiiii........................OOT BANGET........
Ini masih mailing list web author,kan ?


rgrd,
Erwin

----- Original Message -----
From: "Widhi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 04, 2000 7:57 PM
Subject: [webauthor] OOT : Fw: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK


> FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAKDaniel Gunawan
> 05/04/2000 03:00 PM
> To:     Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
> Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny Lambey/AIU/AIG@AIG,
> Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Akbar Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro
> Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian
> Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG, Wibi Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani
> Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno Drijantoro/AIU/AIG@AIG
> cc:
> Subject:        FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
> Confirm kebenaran dari cerita tersebut. Karena saya adalah salah satu
korban
> mereka.
> Ceritanya pada waktu saya akan week end ke Kota Bunga, saya dan anak serta
> istri , suster dan pembantu saya, (sialnya semua cewek) sehingga saya
cemas
> juga apabila memang terjadi sesuatu dengan roda mobil yang berasap waktu
> itu. Memang kurang lebih 100 meter dari lokasi orang-orang yang menunjuk
ban
> terdapat bengkel kecil dengan team besar yang langsung 'memperbaiki' mobil
> saya.
> Waktu itu kampas mobil saya langsung di 'betul' kan oleh kurang lebih 8
> orang yang seperti sudah tahu benar bagian pekerjaanmasing-masing dan
> akhirnya saya harus merelakan 150 ribuan untuk ganti kampas rem, selama
> proses kurang lebih 20 menit.
> Be carefull, karena ini sih memang sindikat dan korbannya sudah pasti
sangat
> banyak.
> DG
> ---------------------- Forwarded by Daniel Gunawan/AIU/AIG on 04/05/2000
> 03:03 PM ---------------------------
>
>
> Tjandra Santoso
> 04/05/2000 03:16 PM
> To:     Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
> Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny Lambey/AIU/AIG@AIG,
> Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Daniel Gunawan/AIU/AIG@AIG, Akbar
> Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat
> Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG, Wibi
> Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno
> Drijantoro/AIU/AIG@AIG
> cc:
> Subject:        FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
>
>
>
> FYI.
> Berita ini dapat dari seseorang yang mengalami bersama keluarganya.
>                       Just for your info.
>                       Quote:
> Dear all,
> Saya punya pengalaman kurang menyenangkan yang baru2 ini saya dan
> keluarga alami di wilayah Puncak - yang mungkin berguna untuk kawan2.
> Hari Sabtu 22 April, saya dan keluarga menuju Puncak untuk menghirup
> udara segar. Setelah melewati Puncak Pas, disekitar Lembah Pinus/Lembah
> Hijau, kira2 jam 10 pagi lewat - tiba2 ada 3 orang yang nongkrong di
> sebelah kanan jalan (jualan wortel) berteriak sambil menunjuk2 mobil
> kami, kemudian serombongan lain yang berdiri di kiri jalan (berdiri
> setiap 2 atau 3 meter)juga menunjuk2 mobil kami sambil berteriak.
> Setelah kurang lebih 4 grup menunjuk2 dan berteriak - pelan2 kami
> menepi. Karena kami curiga (disamping agak panik) - kami memilih menepi
> di parkiran suatu tempat penginapan - agak masuk.  Kami berhenti dan
> memeriksa mobil - ternyata ada asap di ban sebelah kanan depan.  Sempat
> agak lama berasapnya (kurang lebih 10 menit dari tempat kejadian
> pertama). Yang membuat kami heran tiba2 dua orang dari mereka yang
> menggunakan rompi suatu bengkel langsung mendekat begitu kami menepi
> dan menyarankan dibongkar. Karena kami sangat curiga - saya menyarankan ke
> suami untuk mengguyur dengan air dan ternyata asapnya langsung hilang.
> Kami kemudian berdiskusi dalam bhs. Inggris (supaya mereka tidak begitu
> mengerti) - bahwa kita yakin telah DIKERJAI mereka. Kemudian kakak saya
> tanya kepada dua orang itu - "Dari mana, Pak?" - mereka menjawab dari
> bengkel. Semakin besar kecurigaan kami. Setelah itu, kami semua naik
> dan bergerak kembali dengan tenang - dan mencari bengkel besar (yang
> bener) dan agak jauh dari tempat kejadian.
> Kami sengaja tidak mau ribut - karena namanya massa - nantinya bisa gawat.
> Di bengkel besar tersebut - setelah melongok sedikit dan sebentar ke
> ban tersebut  - kita diyakinkan bahwa tidak ada apa2 dengan mobil kami.
> Mungkin karena mereka juga takut - mereka tidak banyak cerita tentang
> modus operandi seperti itu walau kita tanya (TAPI TAMPAKNYA MEREKA TAHU
> TAPI TAKUT ATAU TIDAK ENAK).
> Setelah itu kami telepon ke tempat kami akan menginap tentang
> pengalaman kami - resepsionisnya perempuan menyatakan
> tidak pernah mendengar hal2 semacam itu (mungkin juga takut nanti hotelnya
> tidak banyak didatangi tamu - atau mungkin memang tidak tahu).
> Ketika kami kembali turun menuju tempat menginap di Puncak Pas siang
> harinya, kita agak berhati2 melewati daerah tersebut sambil melihat
> kiri kanan.  Ternyata banyak mobil bagus sedang
> DIKERJAI - ada yang dibongkar kap-nya secara paksa - ada yang sudah
> diprotoli
> dua ban depannya.  Yang mengerjakan lebih dari 5 orang.  Ada yang baru
> kena. Kita kasihan  melihatnya - tapi tidak berani keluar memberitahu
> (penakut-ya).
> Ternyata  kita juga menandai bahwa persis di belokan sebelum kejadian -
> sebelah
>  kiri dan kanan ada dua mobil jip kuning bengkel dengan dua/tiga orang
>  pakai 'wearpak' bengkel tertentu.
> Analisa kami - mungkin di aspal tersebut dipasang sesuatu yang kecil
>  apabila terkena ban mobil langsung mengeluarkan asap dan nempel di
> sana.  Jadi 'peluang' nya siapa saja bisa terkena -
> Kebetulan ban kami  melindasnya.
> Setelah sampai tempat penginapan, sore2 kami bercerita kepada bapak2
>  yang bantu angkat barang/bersihkan kamar.
> Bapak tersebut bercerita bahwa banyak kejadian seperti itu dan
> menyarankan agar kami tidak melawan (berantem disana) - pelan2 pergi saja
> atau tetap jalan jangan  hiraukan mereka. Hari Minggunya kami ke atas lagi
> melewati
> daerah tersebut ternyata sama  - banyak orang berdiri di sana menggunakan
> rompi bengkel di kiri/kanan jalan dan ada bengkel kecil2.  DAN BANYAK
MOBIL
> YANG DIKERJAI.
> Saran untuk teman2 bila mengalami hal seperti ini, tetap tenang, terus
> saja, jangan hiraukan mereka.  Setelah agak jauh upayakan berhenti di
tempat
> yang agak masuk ke dalam.  Kalau berasap - siram dengan air.
>  Kemudian kalau tidak yakin dengan kondisi mobil coba cari bengkel besar
>  yang kelihatan bonafide.  Cek sebentar.  Saran lain - jangan ajak orang
>  tersebut berantem/kasar.  Mereka sudah seperti mafia. Bisa2 kita bisa
>  konyol.
> Yang kami heran - kok tidak ada polisi.  Kata teman2 saya setelah saya
>  ceritakan - mungkin ya polisi ikutan - wah semoga tidak ya.  Kalau
> iya -  this is the real Indonesia - we have to live
> with this.
> Saya ada rencana mau nulis di SURAT PEMBACA -
> bagaimana? Is there any use ? Paling tidak untuk peringatan yang lain.
> Kalau untuk petugas -  kok pesimis ya.  Ada saran ?
> Please - sebarkan hal ini ke keluarga, saudara,
> teman, kolega, atau siapa saja.
> Salam,
>  Kus
> Unquote.
>
>
>
>
> - Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
> Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
>
>



- Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke