|
----- Original Message -----
Sent: Saturday, April 02, 2005 11:23 PM
Subject: Cahaya Hati (* Fwd: Dibalik Sains Modern (4)-Lanjutan dan
(5)
From: Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> Date:
Mon, 17 Jan 2005 22:43:45 -0800 (PST) Subject:
[Sains_Islami] Dibalik Sains Modern (4)-Lanjutan dan (5)
Huston
Smith menyebutkan, pandangan-pandangan yang dipaparkan di atas, memunculkan
epistemologi, yang menuntut cara baru dalam memahami alam, yang disebutnya
dengan counterintuitive kata lain dari melawan perasaan, yang mengatasi
kategori ruang dan waktu seperti lazimnya selama in dipahami dalam sains.
Persamaan filosofis bagi pengertian counterintuitive ini adalah ineffable
atau di luar kemampuan kata2 dan apophatic yang berarti menutup mulut atau
apa yang dikatakan seseorang. Kenyataan ini, tentu saja telah menimbulkan
skandal dalam sains, justru karena terbukanya paradoks dalam sains. Padahal
selama ini, seperti dikatakan W.T. Stace dalam The Teaching of the
Mystics,"sifat paradoks adalah satu ciri lazim semua jaringan mistik..."
jadi bukan ciri sains, yang tepat logika
(5)"Kelebihan" itu tidak bisa diketahui dengan cara biasa, meskipun
begitu, "ia" bisa diketahui dengan cara-cara yang luar biasa. Apa yang
kita lihat dari perkembangan sains baru ini, menuntut kita "berjalan lebih
jauh". Pada mekanika kwantum, sebagaimana dikatakan Schilling, dalam The New
Conciuosness in Science and Religion, bahwa, "Kesimpulan...akan paradoks
materi-gelombang...dicapai...dengan memakai simbol matematika semata
(tentang mekanika kwantum), dan pada umumnya dengan mengelakkan konsep yang
mempunyai gambaran-gambaran."
Begitu jugalah dengan yang disebut
"visi mistik", sehingga keduanya -sains dan mistik- mempunyai kesan yang
sama, yaitu:
Pertama, visi alam yang baru itu adalah sesuatu yang
terlalu hebat untuk diungkapkan dengan kata-kata. Apa yang diketahui adalah
terlalu sedikit atau masih jauh dari pengetahuan biasa, dan hampir tidak
dapat dinyatakan atau dikabarkan kepada mereka yang tidak terlibat dalam
bidang itu. Kedua, visi ini menunjukkan bahwa eksistensi itu disifatkan
sebagai perpaduan yang tidak langsung. Ketiga, penemuan visi ini
menghidupkan rasa baahgia, dan yang Keempat adalah rasa bahagia ini bukan
suatu kebetulan, tetapi ia adalah akibat logis dari penyebab yang
mengakibatkannya: yaitu pencapaian kesatuan wujud, visi ketakjuban akan
direndahkan kepada pengalaman mistikal biasa, yang sering dianggap sebagai
perasaan. Padahal pengalaman mistik bukan perasaan, tetapi suatu neotic atau
berkaitan dengan pengetahuan dan visi. Manusia yang mendekati Tuhan tidak
pernah gembira, karena ia adalah kegembiraan itu sendiri" begitu Meister
Eckhart.
Cara-cara mengetahui yang luar biasa itu, memerlukan
Penyuburan (Cultivation) atau Penyemaian. Apa yang penting dari realitas
sains adalah perlunya kesungguhan dalam dedikasi. Untuk menjadi seorang ahli
fisika, sekarang ini memerlukan waktu yang lama. Teori relativitas bisa
dihapal dalam beberapa menit, tetapi kajian bertahun-tahun tentang teori
ini, belum juga menjamin penguasaan atas teori tsb. Sehingga kesungguhan
dalam sains, menyerupai dedikasi para wali dan orang yang bercinta, setelah
mencapai kebersihan diri, maka pengalaman mistikal menjadi mudah dan biasa.
Walaupun seperti dikatakan Bayazid,"Pengetahuan tentang Tuhan tidak bisa
dicapai dengan usaha, tetapi hanya mereka yang benar-benar berusaha untuk
mendapatkannya saja yang akan menemuinya".
(6) Pengetahuan mendalam
memerlukan alat
Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try
our new resources site!
--------------------------------------------------------------------------------- Cahaya
Hati Mailing List
([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------------------- Salurkan
ZAKAT, INFAQ/SHADAQAH anda melalui Cahaya Hati, Peduli Anak Negeri Bank
Mandiri Jkt Thamrin, Rekening No.: 103-0091565685 Bank BCA KCP Sabang,
Rekening No. : 0281319328 Telp. informasi : 021-7407234
Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
Database Warga Wismamas: http://www.wismamas.tk
Yahoo! Groups Links
|