Dapet dari : 
http://lita.inirumahku.com/health/lita/iklan-vitamin-c/
http://lita.inirumahku.com/health/lita/kisah-di-balik-1000-mg-vitamin-c/
Note : Penulis blog yang saya kutib adalah lulusan Chemical Engineering ITB, 
meskipun demikian pada blognya di tulis juga bahwa "Informasi yang disediakan 
oleh situs ini TIDAK untuk digunakan -atau dipertimbangkan- sebagai pengganti 
nasihat medis, diagnosa, maupun perawatan . Tujuan utama pemberian informasi 
oleh situs ini adalah untuk mendidik konsumen pelayanan (dan produk) kesehatan 
serta isu medis yang mungkin mempengaruhi kehidupan sehari-hari. "
Berikut ini kutibannya J

Iklan vitamin C


September 30th, 2005 
Kenapa ya, akhir-akhir ini produsen senang sekali memberi dosis tinggi? Supaya 
harganya lebih mahal? Supaya konsumen tertarik? Supaya kelihatan 'peduli' pada 
kesehatan? 

Dari "Mengandung DHA paling tinggi" sampai "Vitamin C dosis tinggi" atau "Minum 
sekarang, untuk nanti" (atau semacam itulah.. emang vitamin & mineral bisa 
ditabung gituh?), produsen berusaha bilang ke objek iklannya bahwa mereka 
membutuhkan produk dengan zat tertentu yang konsentrasinya tinggi. Setahu 
sayah, -dan dibenarkan oleh dr. Wati tercinta serta prof. Sri Rahardjo dari 
UGM- yang namanya nutrisi tidak bisa ditabung, apalagi mikronutrien seperti 
vitamin dan mineral. Kedua mahluk ini dibutuhkan dalam jumlah kecil setiap 
harinya, dalam artian asupannya bersifat wajib setiap hari dalam dosis yang 
sesuai dengan yang dibutuhkan (sebab kelebihannya akan dibuang). 

Paling gencar adalah iklan suplemen vitamin C dan kalsium (so far begitu sih, 
walaupun penasaran juga dengan iklan "Vitamin otak" yang entah binatang nutrisi 
apa yang dimaksud, saya belum tahu ). Dosis konsumsi vitamin C adalah 90 
mg/hari (untuk laki-laki berusia lebih dari 18 thn); 75 mg/hari (untuk 
perempuan berusia lebih dari 18 thn); 85 mg/hari (untuk ibu hamil berusia lebih 
dari 18 thn); 120 mg/hari (untuk ibu menyusui berusia lebih dari 18 thn). Jadi 
kebutuhan vitamin C paling tinggi adalah pada ibu menyusui, sebesar 120 
mg/hari. 

Dan apa yang kita saksikan di iklan hampir setiap hari? "One thousand miligrams 
of vitamin C", says Amelia Vega, "Vitamin C 1000 mg, agar tak mudah sakit", 
kata iklan lain.  Hampir 10 kali lipat dari kebutuhan ibu menyusui! Lalu, 
kemana sisa vitamin C yang tidak terserap? Tentu saja keluar lagi dalam bentuk 
larutan (alias terlarut dalam air, begitu…), which is keringat dannnn… pipis!!!

So what? So… pipis anda-anda sekalian yang mengkonsumsi suplemen vitamin C 
dosis tinggi ini berharga mahal, sodara-sodara! Anda hanya mengambil 10% 
manfaat dari uang yang anda bayar untuk suplemen ini, dan membuang 90%-nya di 
toilet, yang kalau di tempat umum kemungkinan besar harus bayar (means, 
mengeluarkan uang lagi). AND WHAT ARE YOU DOING EXACTLY? Tidak efisien dan 
tidak efektif!

Beberapa iklan sempat saya cemooh, karena menawarkan sesuatu yang 'instant' 
tapi tampak bodoh untuk saya. Contohnya ya iklan vitamin C ini. Lebih baik 
mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin (yang isinya tidak hanya vitamin C thok!) 
setiap hari , daripada minum suplemen vitamin C dosis tinggi tapi kadang-kadang 
atau hanya menjelang/saat sakit saja. Percuma, toh terbuang 90%. Padahal dari 
buah-buahan kita dapat serat, vitamin lain (misalnya vitamin A di kulit apel), 
mineral (misalnya kalium di pisang), rasa enak (enakan mana sih, suplemen sama 
jeruk segar?), dan pelatihan pencernaan (eits jangan salah! kalau jarang 
dipake, pencernaan -mulai dari gigi sampai usus- bisa jadi malas lho!). 

Diantara kegunaan suplemen vitamin C adalah : 1) mengobati kekurangan vitamin C 
(scurvy, scorbut ) [grade A; Strong scientific evidence for this use], 2) 
pencegahan flu (cold) hingga 50% dalam lingkungan ekstrim (sub-arktik, pelari 
maraton, pemain ski) [grade B; Good scientific evidence for this use], 3) 
memperbaiki penyerapan zat besi [grade B]. Di luar itu, pencegahan dan 
pengobatan flu secara umum (maksudnya untuk orang-orang dalam kondisi normal) 
termasuk dalam grade D ( it may not work).

So, SAVE YOUR MONEY. Get other useful things to buy. Memang bener ilmu itu 
mahal, karena bisa mencegah pengeluaran untuk baanyaaaakkkk sekali hal-hal yang 
ternyata tak perlu dalam hidup ini 



Kisah di Balik 1000 mg Vitamin C


March 24th, 2006 
Di belakang maraknya suplemen vitamin megadosis ada seorang tokoh yang berjasa. 
Linus Pauling, Ph.D ., peraih dua penghargaan Nobel untuk kimia (1954) dan 
perdamaian (1962).

Temuannya yang paling populer adalah: 

Vitamin C dosis tinggi dapat mencegah selesma dan flu hingga 45%, mencegah 
serta menyembuhkan 75% dari semua kanker, dan memperpanjang masa hidup 
penderita kanker hingga 4-5 kali lebih lama (dibandingkan dengan yang tidak 
mendapat terapi vitamin C tersebut). 

Secara umum, Pauling mengklaim bahwa konsumsi vitamin(-vitamin) dalam megadosis 
dapat 

"memperbaiki kesehatan… meningkatkan kenikmatan hidup dan membantu 
mengendalikan penyakit jantung, kanker, dan penyakit lain serta memperlambat 
proses penuaan". 

Merasa pernah mendengar bunyi klaim tersebut dari produsen suplemen dan menjadi 
tertarik mengonsumsi produknya? SELAMAT! Anda sudah terjebak dalam quackery! 

Terjemah bebas quackery dalam bahasa Indonesia adalah usaha apapun yang 
melibatkan promosi suatu produk atau sistem kesehatan secara berlebihan . 

Klaim Pauling mengenai terapi megadosis vitamin C untuk penderita kanker diuji 
dan dikaji ulang oleh MayoClinic sebanyak 3 kali dengan hasil: 

TIDAK ADA keuntungan yang konsisten dari vitamin C yang diberikan pada 
penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, vitamin C dosis tinggi dapat 
memberikan dampak yang berlawanan. 

Dosis oral (diminum) yang tinggi dapat menyebabkan diare. Sedangkan dosis 
tinggi yang diberikan lewat infus (intravenous) menyebabkan gagal ginjal akibat 
penyumbatan oleh kristal oksalat.

Walaupun fakta ini sudah gamblang dinyatakan, mengapa masih banyak orang yang 
'bersaksi' bahwa vitamin C dosis tinggi berguna dan banyak membantu? 

Vitamin C memberikan efek antihistamin. Sedangkan histamin -dalam konsentrasi 
berbeda-beda- hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi 
serupa-alergi terhadap selesma. Sehingga yang dirasakan oleh penderita selesma 
(atau flu) adalah perbaikan yang 'palsu'.

Rekomendasi penggunaan vitamin dalam megadosis oleh Pauling bisa jadi 
'menyemangati' para produsen suplemen (atau mereka biasa bilang 'makanan 
kesehatan' a.k.a. health foods) untuk membanjiri pasar dunia dengan produk 
mereka.

Tuduhan 'main mata' antara Pauling dan industri vitamin bukan omong kosong, 
sebab donor utama Linus Pauling Institute of Medicine adalah Hoffmann-La Roche, 
perusahaan farmasi besar yang memproduksi mayoritas vitamin C yang beredar di 
dunia pada saat itu (sekitar tahun 1973).

Pada tahun 1994, Arthur Robinson (kolega Linus Pauling dalam penelitian) 
membuat rangkuman hasil penelitian yang menyebabkannya dipecat dari Linus 
Pauling Institute of Medicine: 

Vitamin C dosis 1 - 5 gram per hari meningkatkan laju pertumbuhan kanker pada 
manusia. Namun pertumbuhan kanker  terhambat pada dosis 100 gram per hari, 
mendekati dosis mematikan.

Masih berpikir bahwa semakin besar dosis vitamin maka akan semakin besar 
manfaatnya? Saya harap tidak.

Save your money. Think smart, act wise, live healthy. Jangan terjebak pada 
klaim indah suplemen.




Attachment: image001.gif
Description: GIF image

Attachment: image002.gif
Description: GIF image

Kirim email ke