Subject: Informasi penelitian minuman isotonik di Indopos 15 November 2006

      Mudah-mudahan bermanfaat tulisan yang saya rangkum
      dari Indopos hari ini, Rabu, 15 November 2006

      Syahril Rozali

      Komite Masyarakat anti bahan pengawet (Kombet) kemarin
      merilis hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam
      kemasan. Yang paling banyak diteliti adalah minuman
      isotonic. Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan
      itu sangat berbahaya. Salah satunya dapat menyebabkan
      penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang
      menyerang system kekebalan tubuh. 

      Penelitian Kombet yang disupervisi lembaga penelitian
      pendidikan dan penerangan Jakarta itu dilakukan di 3
      laboratorium yakni di Sucofindo Jakarta, M-Brio Bogor
      dan Bio-Formaka Bogor. Riset dilakuan 17 Oktober
      hingga 3 November 2006 dan ada dua zat pengawet yang
      dicari dalam minuman kemasan yakni natrium benzoate
      dan kalium orbet. 

      Hasilnya minuman dalam kemasan diklasifikasi dalam 4
      kategori. Kategori pertama adalah produk yang tidak
      ditemukan bahwa pengawet natrium benzoate dan kalium
      sorbet, yaitu Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC,
      Jus Afi dan Sportion.

      Kategori kedua produk yang memakai pengawet Natrium
      benzoat dan mencatumkannya di label kemasan yakni
      freezz mix, ize pop, nihau orange drink, zhuka sweat,
      amazone, kino sweat, arinda sweat, arinda ice coffee,
      cafeta vzone, pocap, amico sweat, okky jelly drink,
      deli jus dan fruitsam.

      Ada juga minuman yang mengandung pengawet natrium
      benzoat dan kalium sorbat, tetapi hanya mencantumkan
      satu jenis pengawet yakni mizone, boyzone dan zegar
      isotonik.

      Yang paling parah adalah minuman yang mengandung
      pengawet tapi tiak mencatumkannya dalam label kemasan
      yakni kopi kap, holly cool, drink, zporto, jungle
      juice , zestea dan mogu-mogu. 

      Penyakit SLE merupakan peradangan menahun yang
      menyerang berbagai bagian tubuh terutama kulit, sendi
      darah dan ginjal, hal ini disebabkan adanya gangguan
      auto immun dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh
      seseorang yang seharusnya menjadi antibodi tidak
      berfungsi melindungi tapi justru sebaliknya
      menggerogoti tubuh sendiri, gejalanya kulit
      membengkak, kencing berdarah atau berbuih, gatal-gatal
      dan sebagainya, penyakit ini menyebabkan kematian dan
      belum ada obatnya. 

      (Sumber Indopos, 15 November 2006)

     
             
     
 

Attachment: imstp_heads_en.gif
Description: GIF image

Kirim email ke