Kalau menurut document ini, nilai keekonomian premium sekitar Rp.
10000/L, padahal harga pertamax yang katanya sudah tidak disubsidi itu
sekitar 10000/L
Kalau gitu apa bedanya ya antara Premium sama Pertamax?? jangan-jangan
gak ada bedanya....

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Fardiman Alimar
Sent: Tuesday, July 01, 2008 12:35 PM
To: wismamas
Subject: [Wismamas] Trs: [Xav:5773] USAID Buat Draft UU MIGAS 2000:
Indonesia Dijajah AS?





--- Pada Sen, 30/6/08, kafi uddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis:


        Dari: kafi uddin <[EMAIL PROTECTED]>
        Topik: [Xav:5773] USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia
Dijajah AS?
        Kepada: [EMAIL PROTECTED]
        Tanggal: Senin, 30 Juni, 2008, 11:43 PM
        
        




        Is it right /
        
        Dari milis tetangga,
        ada baiknya juga ,buat tambahan pengalaman,
        ambil yang baiknya dan buang yang buruk,serta manfaatkan
ilmunya.




        

        USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia Dijajah AS?
<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/message/12228;_ylc=X3oDMT
JyMGgyOW5oBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI2NTEyNDEEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDA0Mzc1BG
1zZ0lkAzEyMjI4BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMTQ1NjY4ODI-> 

        Posted by: "A Nizami" [EMAIL PROTECTED] com
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
IGAS%202000%3A%20Indonesia%20Dijajah%20AS%3F>   nizaminz
<http://profiles.yahoo.com/nizaminz> 

        Thu Jun 26, 2008 8:12 pm (PDT) 

        Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for
International Development, Lembaga Pemerintah AS ) tentang "Penguatan
Pengaturan Bidang Energi" di Indonesia yang menunjukkan campur tangan
pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia .
        

        Sekitar 90% migas Indonesia "dikelola" oleh perusahaan Multi
National Companye (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons,
Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari "kerjasama tersebut" MNC
dari AS
        mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak
bisnis yang wajar.
        

        Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk
pengilangan dan
        distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp
231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih
dari 12 kali lipat. Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka
keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun. 
        

        Sementara di dokumen CIA tentang Indonesia disebut bahwa sektor
listrik di Indonesia masih "regulated". Tarifnya masih "diatur" oleh
pemerintah Indonesia , sehingga harganya terjangkau oleh mayoritas
rakyat Indonesia yang masih menengah ke bawah. Hal ini jelas tidak
menguntungkan bagi para "investor" AS yang ingin mengeruk keuntungan
sebesar-besarnya. 
        

        Untuk itu harus dideregulasi. "Subsidi" harus dicabut sehingga
harganya mengikuti harga pasar atau yang sekarang disebut "Harga
Keekonomian" .
        Untuk itu pemerintah AS lewat USAID mengucurkan jutaan dollar
yang dikucurkan kepada kaki tangan mereka agar kebijakan mereka bisa
berjalan
        di Indonesia, yaitu deregulasi, pengurangan subsidi (penaikan
harga), dan reformasi bidang energi. Untuk itu USAID jadi "Donatur
Utama" agar usaha tersebut berhasil. Untuk tahun 2001 dan 2002 saja
mereka menganggarkan masing-masing US$ 4 juta (Rp 37,2 milyar) agar
berhasil. Berikut cuplikan dari dokumen USAID yang berjudul "Energy
Sector Governance Strengthened" : By minimizing the role of government
as a regulator, reducing subsidies,and promoting private sector
involvement, a reformed energy sector can contribute billions of dollars
in tax revenue. USAID has been the primary bilateral donorworking on
energy sector reform, which helps leverage larger multilateral loans.
        

        USAID membantu pemerintah Indonesia agar Parlemen, Ormas/LSM,
Media, dan Universitas "dilibatkan" sehingga "Penghapusan Subsidi"
        dan "Penentuan Harga" tidak menimbulkan "jeritan" masyarakat
terlalu besar. Bahkan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, menyarankan
subsidi dicabut secara bertahap setiap bulan sehingga tidak terlalu
kelihatan (meski efeknya tetap terasa oleh warga). Bappenas menyarankan
harga minyak dinaikkan sebesar 2% setiap bulan selama setahun (24%)
sehingga sama dengan harga pasar. Meski mungkin para demonstran tidak
mengetahui, tapi ini tetap akan memukul kantong para supir angkutan umum
dan nelayan.
        

        the Government of Indonesia, with USAID assistance, ensured that
national and local parliaments, civil society organizations, media, and
universities were involved in the decision. As a result, there was
minimal public outcry. USAID also supported this process by providing
policy analysis for energy pricing andsubsidy removal.
        

        USAID bekerjasama langsung dengan pejabat Indonesia yang
berwenang merevisi draft UU tentang Listrik dan merancang struktur
peraturan:
        USAID advisors work directly with Government of Indonesia
officials responsibl e for implementing power sector reform, revising
draft electricity legislation and redesigning regulatory structures.
        Hebat bukan? Betapa baiknya pemerintah AS "membantu" merevisi
dan merancang UU energi dan listrik kita....
        

        USAID "membantu" membuat RUU Minyak dan Gas yang dikirim ke DPR
bulan Oktober 2000. Seorang ekonom menyatakan bahwa RUU tersebut dibuat
oleh pemerintah AS. Komisi DPR tinggal  memberi stempel dan tanda tangan
saja:
        USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted
to Parliament in October 2000.
        

        Di tahun 2001 USAID mengucurkan US$ 850.000 (Rp 7,8 Milyar) ke
LSM-LSM dan Universitas- Universitas untuk kampanye masalah energi
seperti "Penghapusan Subsidi Energi":
        In FY 2001, USAID plans to provide $850,000 DA to support NGOs
and universities in developing programs for raising awareness and
supporting involvement of local government and the public of energy
sector issues, including removal of energy subsidies.
        

        Dengan kucuran dana sebesar itu tak heran jika ada oknum Lembaga
Peneliti satu Universitas Negeri terkenal menyatakan jika harga BBM
dinaikkan jumlah rakyat miskin akan turun....
        USAID bekerjasama dengan ADB dan Bank Dunia dalam "mereformasi"
bidang Energi Indonesia . Dengan hutang US$ 20 juta (hanya sekitar Rp
186 milyar), penasehat USAID berperan sebagai manajemen proyek dan
perencanaan. ADB dan USAID bekerjasama membuat rancangan
        UU Migas Indonesia tahun 2000. Melengkapi usaha USAID, Bank
Dunia melakukan "Studi Komprehensif" bidang Migas dan kebijakan tarif
serta "bantuan" finansial dan restrukturisasi PLN.
        Other Donor Programs: USAID works closely with the Asian
Development Bank (ADB) and the World Bank on energy-sector reform. USAID
assistance is leveraging a $20 million ADB power sector-restructuring
loan, with USAID advisors playing project management and planning roles.
The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in
2000. Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted
comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and
provided assistance to the State electric company on financial and
corporate restructuring.
        

        Yang harus kita sadari adalah bahwa setiap pinjaman dari IMF,
Bank Dunia, ADB (yang merupakan alat AS dalam menguasai ekonomi dunia)
mempunyai syarat bahwa negara peminjam harus melaksanakan Agenda
Neoliberalisme seperti "Privatisasi" , Deregulasi, Pencabutan
Subsidi/Kenaikan tarif (mis: pencabutan "Subsidi" BBM agar harga
        mengikuti harga pasar/harga keekonomian) , perdagangan bebas,
dan sebagainya (Tabb, William K. "Globalization. " Microsoft(r)
Encarta(r) 2006). 
        

        Dengan menaruh putra/putri Indonesia yang jadi mantan Direktur
dari Bank Dunia dan IMF di kementrian bidang Ekonomi, Institusi
Globalisasi tersebut dengan bebas dapat menjalankan program
Neoliberalisme di Indonesia.
        Penjualan BBM di Indonesia sekitar Rp 418 trilyun per tahun
sementara listrik PLN sekitar Rp 200 trilyun per tahun. Total sekitar Rp
618 trilyun (belum termasuk batubara). Itu baru di harga bensin Rp
6.000/liter. Jika mengikuti harga "Pasar" atau "Keekonomian" yang
sekitar Rp 10.000/liter nilainya naik jadi Rp 1.018 Trilyun!
        

        Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia jelas
merupakan "pasar" yang menarik bagi AS. Setelah menguasai sekitar 90% di
sektor hulu Migas, adakah dengan program Privatisasi dan Kenaikan Tarif
, AS ingin menguasai sektor Hilir dan juga bidang Listrik? Adakah ini
merupakan "Penjajahan Ekonomi" oleh AS terhadap Indonesia ?
        Belanda yang merupakan sekutu dekat AS bertindak tegas menangkap
agen-agen CIA yang berusaha memata-matai Belanda, merekrut kaki tangan
AS sehingga kebijakan Belanda tidak dapat dipengaruhi AS. 
        

        Bagaimana dengan Indonesia ? Lembaga-lembaga AS (baik pemerintah
mau pun swasta) dapat dengan bebas memberi dana kepada Individu, Lembaga
Pemerintah (Polri, TNI, dsb), dan LSM-LSM Indonesia tanpa proses
audit/kontrol dari masyarakat/negara. Adakah Mereka dan LSM-LSM ini
akhirnya akan jadi agen asing yang bekerja untuk kepentingan asing
ketimbang kepentingan rakyat Indonesia ? Dengan proyek NAMRU-2, pejabat
militer AS bebas keluar masuk Indonesia tanpa izin khusus.
        

        Mudah-mudahan putra-putri Indonesia mampu melakukan yang terbaik
untuk rakyat Indonesia . Bukan untuk kepentingan asing.
        Berikut dokumen selengkapnya dari USAID:
        http://www.usaid. gov/pubs/ cbj2002/ane/ id/497-013. html
<http://www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-013.html> 
        Baca artikel selengkapnya di:http://infoindonesi a.wordpress.
com <http://infoindonesia.wordpress.com/> 

         





         http://uk.messenger.yahoo.com 




        --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
        Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Alumni
Xaverius Jambi '86" Google Groups. 
         Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[EMAIL PROTECTED] 
         Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
         Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/xaveriusjambi86?hl=id 
        -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
        
        


________________________________

Dapatkan alamat Email baru Anda!
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail
.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! 

 

Kirim email ke