Buleh-buleh....
memang enak tuenan...

  ----- Original Message ----- 
  From: BapakeRavi 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, August 06, 2008 9:38 AM
  Subject: Re: [Wismamas] Mie Aceh


        Jadi ngiler nih pak....

        Tapi mayan jauh yak.... mending yang depan Taman Harmoni aja 
deh...deketan...
        Tapi dimari ada menu Mie tumis nggak sih... soalnya biasanya saya cuman 
pesen mie gorengnya....Minumnya es campur garut di sebalahnya....

        Kapan traktir nih pak Aan..?...

        Salam olahraga,
        C2/3



         



        --- On Tue, 8/5/08, 44N <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: 44N <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: [Wismamas] Mie Aceh
          To: [email protected]
          Date: Tuesday, August 5, 2008, 5:55 AM


          Mandi Keringat Menyantap Mie Aceh!

          Devita Sari - detikFood





          Jakarta - Tempatnya sederhana, namun siapa sangka di warung tenda nan 
sederhana ini tersimpan kelezatan kuliner tanah rencong. Mie dengan racikan 
bumbu yang kaya rempah dan bercita rasa pedas benar-benar menggetarkan lidah. 
Shtttt... bisa-bisa Anda ketagihan dibuatnya!

          Ya, ditilik dari namanya 'Pidie 2000 Mie Aceh Centre' sudah dapat 
ditebak bahwa warung makan ini menyediakan hidangan khas Aceh khususnya mie. 
Letaknya yang tepat berada di Jl. Margonda, Depok membuat warung makan mie Aceh 
ini tak sulit dicari. Selain sudah cukup dikenal bukan hanya oleh orang Aceh 
sebagai pelepas rindu, namun juga oleh warga Depok dan sekitarnya.

          Meskipun di sisi kiri dan kanannya terdapat berbagai restoran besar, 
ternyata Pidie2000 tak kalah pamor. Ketika kami menyibak spanduk yang nyaris 
menutup rapat warung, hampir semua bangku telah terisi penuh. Namun untunglah 
masih ada sebuah meja kosong yang dapat kami tempati.

          Mie yang asal muasalnya dari Cina, di warung tenda ini diracik dengan 
bumbu khas Aceh. Karena mi jadi kegemaran banyak orang makan racikan mi yang 
ini juga bikin kami ingin menjajal rasanya. Dari daftar menu yang sederhana, 
mie tumis dan mi goreng special menjadi pilihan kami. 

          Sambil menunggu pesanan sang pelayan menyajikan sepiring kue timpan 
yang menurut teman saya merupakan jajanan khas Aceh. "Cobain deh enak loh," 
ujarnya sambil mengambil sebuah. Suapan pertama rasa dominan pisang dan manis 
gula langsung menyerbu lidah. Hmm... benar juga rasanya enak! Tak lama kami pun 
sudah asyik mengunyah kue yang mirip dodol dan berbalut daun pisang ini. Kue 
ini terbuat dari tepung ketan, pisang, dan gula yang dilumatkan. 


          Tempat kami duduk persis bersebelahan dengan tungku tempat memasak 
mi, maka dengan leluasa kami mengamati proses pembuatan mie. Satu wajan besi 
besar berisi bumbu merah kecokelatan berminyak, mirip bumbu rendang yang diaduk 
oleh sang koki. Gaya mengaduknya mirip orang Betawi mengaduk dodol, pakai gaya 
‘mendayung’. Kami tahu untuk membuat bumbu dengan belasan rempah ini pasti 
diperlukan waktu beberapa jam plus kesabaran dalam mengaduk. Aroma harum 
bumbupun mulai menusuk-nusuk hidung! 

          Setelah menunggu antrian akhirnya mie tumis tersaji mengepul. Kuahnya 
'nyemek', kental, mirip lo mie dengan warna semburat kemerahan. Disajikan 
dengan sepiring kecil irisan timun bawang merah, cabe rawit dan emping goreng. 
Tampilan yang sangat eksotik menggoda untuk segera dicicip. Saat diaduk, aroma 
wangi rempah langsung menyerbu hidung.

          Mie kuning besar, jenis mi hokkian merupakan ciri khas mie Aceh ini. 
Dilengkapi dengan irisan tomat, daun bawang dan iris tipis daging plus tauge. 
Rasa mienya kenyal lembut, dagingnya juga mulus saat dikunyah dan kuahnya 
memang istimewa. Beraroma kari yang lembut dan rasa ‘panas’nya langsung 
menyengat, membuat dahi dan muka saya langsung berlelehan keringat! Wuah..sedap 
nian!

          Untuk mie goreng rupanya aroma rempah jauh lebih terasa kuat. Mie nya 
terlihat agak basah dan berwarna kecokelatan berlumur rempah. Sungguh menggoda 
dan nyaris membuat saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya. Karena mi 
goreng ini spesial maka isinya juga komplet, udang, daging, seledri, telur, dan 
tomat.

          Ternyata bumbu mi goreng lebih kuat menonjok lidah kami sehingga 
keringatpun makin deras berlelehan. Rasa pedas inilah yang justru membuat saya 
tak berhenti menyuapnya. Tenggorokan justru terasa lega setelah dilumuri 
racikan bumbu tanah rencong ini.

          Meskipun berbagai aneka jus segar seperti jus anggur, pear New 
Zeland, dan jus timun tersedia namun untuk mengalahkan rasa pedas kami 
memutuskan untuk memesan segelas es teh manis. Seporsi mie tumis dihargai Rp 
14.000,00 dan mie goreng Rp 12.000. Sedangkan untuk aneka jus harganya berkisar 
dari Rp 5000 - Rp 6000,00. Nah, tak mahal bukan?

          Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan keunikan 
kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal. O ya, selain itu sebagian dari 
penghasilan warung Pidie 2000 ini akan disisihkan untuk membantu pendidikan 
anak-anak di Aceh.

          'Pidie 2000' Mie Aceh Centre
          Jl. Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
          Telp: 021-78887882 / 77212658 ( dev / Odi )  



   

Kirim email ke