Bapak-bapakss......
Emang perlu jam terbang untuk ndatengi undangan di masyarakat, khususnya 
sekitaran komplek...
he..he...
jika ingin ada menu lengkap, datang sebelum maghrib...
dijamin komplit..
tapi kalo dateng malem....,
menu sofdring, kacang goyeng...., buah...., kue.....
gicu deh.....

Pinter tuh P dodo... langsung mie Aceh...
(tapi kok gak ngajak-ngajak yah..?)
Wah kita ketinggalan Kang Rahman.....!

pis


  ----- Original Message ----- 
  From: BapakeRavi 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, August 06, 2008 11:20 AM
  Subject: Re: [Wismamas] Mie Aceh


        Waaahhhh.... nggak CS nih....
        Nggak ngasih bocoran dulu..... awas yak... aku ndak mau maen olah raga 
lagi....

        Kalo kmaren klrg aku sama pak Nanang cuamn bnyak ngobrol sama si Agus 
sam ngemil kacang...
        Pulangnya si Ravi minta jajan bakso di belokan itu... begitu juga anak2 
pak Nanang...

        Kalo aku sih belum pernah kondangan di tempat gituwan..jadi gatek 
juga... 
        Tapi udah kepikiran waktu si Tri bilang tinggal pisang dowangan 
jiakakkakakak...

        Trus.... kapan nih rapat kita ke mbak Tjondro...... 





        --- On Tue, 8/5/08, widodo tri admojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: widodo tri admojo <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: Re: [Wismamas] Mie Aceh
          To: [email protected]
          Date: Tuesday, August 5, 2008, 11:59 PM


          Kang rahman...
          kemaren ada sedikit cerita lucu.. (pas und. keatas itu lho..)
          kan kita brangkat bareng2 (12 orang), ada yg dah niat.. ahh abis 
maghrib aja, gak usah makan dulu, ntar disana aja... tapi ternyata HeHeHe... 
klempoken banyu.. (ternyata ada yg udah pengalaman tuh..pak samboro ama pak 
iksan), yaa akhirnya "nyarter" mobil Kang hedi rame2 ke MIE ACEH harmoni... 
sambil cengar-cengir. .!! hiks..hiks.. hikss.




          ----- Original Message ----
          From: BapakeRavi <[EMAIL PROTECTED] com>
          To: [EMAIL PROTECTED] s.com
          Sent: Wednesday, August 6, 2008 9:38:03 AM
          Subject: Re: [Wismamas] Mie Aceh


                Jadi ngiler nih pak....

                Tapi mayan jauh yak.... mending yang depan Taman Harmoni aja 
deh...deketan. ..
                Tapi dimari ada menu Mie tumis nggak sih... soalnya biasanya 
saya cuman pesen mie gorengnya... .Minumnya es campur garut di sebalahnya.. ..

                Kapan traktir nih pak Aan..?...

                Salam olahraga,
                C2/3



                 



                --- On Tue, 8/5/08, 44N <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

                  From: 44N <[EMAIL PROTECTED] com>
                  Subject: [Wismamas] Mie Aceh
                  To: [EMAIL PROTECTED] s.com
                  Date: Tuesday, August 5, 2008, 5:55 AM


                  Mandi Keringat Menyantap Mie Aceh!

                  Devita Sari - detikFood





                  Jakarta - Tempatnya sederhana, namun siapa sangka di warung 
tenda nan sederhana ini tersimpan kelezatan kuliner tanah rencong. Mie dengan 
racikan bumbu yang kaya rempah dan bercita rasa pedas benar-benar menggetarkan 
lidah. Shtttt... bisa-bisa Anda ketagihan dibuatnya!

                  Ya, ditilik dari namanya 'Pidie 2000 Mie Aceh Centre' sudah 
dapat ditebak bahwa warung makan ini menyediakan hidangan khas Aceh khususnya 
mie. Letaknya yang tepat berada di Jl. Margonda, Depok membuat warung makan mie 
Aceh ini tak sulit dicari. Selain sudah cukup dikenal bukan hanya oleh orang 
Aceh sebagai pelepas rindu, namun juga oleh warga Depok dan sekitarnya.

                  Meskipun di sisi kiri dan kanannya terdapat berbagai restoran 
besar, ternyata Pidie2000 tak kalah pamor. Ketika kami menyibak spanduk yang 
nyaris menutup rapat warung, hampir semua bangku telah terisi penuh. Namun 
untunglah masih ada sebuah meja kosong yang dapat kami tempati.

                  Mie yang asal muasalnya dari Cina, di warung tenda ini 
diracik dengan bumbu khas Aceh. Karena mi jadi kegemaran banyak orang makan 
racikan mi yang ini juga bikin kami ingin menjajal rasanya. Dari daftar menu 
yang sederhana, mie tumis dan mi goreng special menjadi pilihan kami. 

                  Sambil menunggu pesanan sang pelayan menyajikan sepiring kue 
timpan yang menurut teman saya merupakan jajanan khas Aceh. "Cobain deh enak 
loh," ujarnya sambil mengambil sebuah. Suapan pertama rasa dominan pisang dan 
manis gula langsung menyerbu lidah. Hmm... benar juga rasanya enak! Tak lama 
kami pun sudah asyik mengunyah kue yang mirip dodol dan berbalut daun pisang 
ini. Kue ini terbuat dari tepung ketan, pisang, dan gula yang dilumatkan. 


                  Tempat kami duduk persis bersebelahan dengan tungku tempat 
memasak mi, maka dengan leluasa kami mengamati proses pembuatan mie. Satu wajan 
besi besar berisi bumbu merah kecokelatan berminyak, mirip bumbu rendang yang 
diaduk oleh sang koki. Gaya mengaduknya mirip orang Betawi mengaduk dodol, 
pakai gaya ‘mendayung’. Kami tahu untuk membuat bumbu dengan belasan rempah ini 
pasti diperlukan waktu beberapa jam plus kesabaran dalam mengaduk. Aroma harum 
bumbupun mulai menusuk-nusuk hidung! 

                  Setelah menunggu antrian akhirnya mie tumis tersaji mengepul. 
Kuahnya 'nyemek', kental, mirip lo mie dengan warna semburat kemerahan. 
Disajikan dengan sepiring kecil irisan timun bawang merah, cabe rawit dan 
emping goreng. Tampilan yang sangat eksotik menggoda untuk segera dicicip. Saat 
diaduk, aroma wangi rempah langsung menyerbu hidung.

                  Mie kuning besar, jenis mi hokkian merupakan ciri khas mie 
Aceh ini. Dilengkapi dengan irisan tomat, daun bawang dan iris tipis daging 
plus tauge. Rasa mienya kenyal lembut, dagingnya juga mulus saat dikunyah dan 
kuahnya memang istimewa. Beraroma kari yang lembut dan rasa ‘panas’nya langsung 
menyengat, membuat dahi dan muka saya langsung berlelehan keringat! Wuah..sedap 
nian!

                  Untuk mie goreng rupanya aroma rempah jauh lebih terasa kuat. 
Mie nya terlihat agak basah dan berwarna kecokelatan berlumur rempah. Sungguh 
menggoda dan nyaris membuat saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya. 
Karena mi goreng ini spesial maka isinya juga komplet, udang, daging, seledri, 
telur, dan tomat.

                  Ternyata bumbu mi goreng lebih kuat menonjok lidah kami 
sehingga keringatpun makin deras berlelehan. Rasa pedas inilah yang justru 
membuat saya tak berhenti menyuapnya. Tenggorokan justru terasa lega setelah 
dilumuri racikan bumbu tanah rencong ini.

                  Meskipun berbagai aneka jus segar seperti jus anggur, pear 
New Zeland, dan jus timun tersedia namun untuk mengalahkan rasa pedas kami 
memutuskan untuk memesan segelas es teh manis. Seporsi mie tumis dihargai Rp 
14.000,00 dan mie goreng Rp 12.000. Sedangkan untuk aneka jus harganya berkisar 
dari Rp 5000 - Rp 6000,00. Nah, tak mahal bukan?

                  Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan 
keunikan kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal. O ya, selain itu sebagian 
dari penghasilan warung Pidie 2000 ini akan disisihkan untuk membantu 
pendidikan anak-anak di Aceh.

                  'Pidie 2000' Mie Aceh Centre
                  Jl. Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
                  Telp: 021-78887882 / 77212658 ( dev / Odi )  



       



   

Kirim email ke