ya,...tetep aja elpiji 80rb sebotol...

kalo sdh naik, lupa turunnya pak....


salam prihatin,

#henz

On 9/3/08, @@n <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> [ Rabu, 03 September 2008 ]
> Batal Naik, Harga Elpiji 12 Kilogram
>
> JAKARTA - Kebiasaan buruk membuat kebijakan tanpa pertimbangan matang,
> kembali dilakukan pemerintah. Setelah pekan lalu membuat rakyat shock karena
> tiba-tiba mengumumkan kenaikan harga elpiji 12 kilogram, pemerintah dengan
> seenaknya menganulir keputusan itu. Padahal di pasaran, harga elpiji 12 kg
> sudah terlanjur melambung dan stok berkurang drastis karena diserbu pembeli.
>
> Vice President Komunikasi Pertamina Wisnuntoro dalam jumpa pers kemarin
> (2/9), menyatakan, pertamina akhirnya resmi membatalkan rencana kenaikan
> harga elpiji tabung ukuran 12 kilogram sebesar Rp 500 per kilogram per
> bulan. Pembatalan itu dilakukan karena pemerintah menginginkan Pertamina
> lebih banyak mendistribusikan elpiji tabung 12 kilogram daripada elpiji 3
> kilogram yang lebih besar subsidinya.
>
> ''Kami sudah memutuskan membatalkan rencana (kenaikan bertahap harga elpiji
> 12 kilogram),'' ujar Wisnuntoro. Dengan pembatalan itu, harga elpiji 12
> kilogram bulan depan tetap Rp 5.750 per kilogram. Sebelumnya, Pertamina
> berencana menaikkan harga elpiji dalam tabung 12 kilogram menjadi Rp 6.250
> per kilogram.
>
> ''Pada bulan berikutnya, harga juga tidak akan naik, sampai ada keputusan
> dari pemerintah,'' terangnya. Wisnuntoro menekankan, keputusan Pertamina
> menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram murni keputusan
> korporasi karena Pertamina masih merugi Rp 6,5 triliun per tahun dalam
> bisnis elpiji.
>
> Pembatalan kenaikan harga terkait keputusan pemerintah yang ingin terlibat
> dalam penentuan harga elpiji 12 kilogram. ''Kami minta rencana kenaikan Rp
> 500 per bulan itu ditunda," ujar Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H.
> Legowo usai rakor di Departemen Keuangan kemarin.
>
> Evita mengakui, elpiji 12 kilogram termasuk golongan bahan bakar umum yang
> tidak mendapat subsidi pemerintah sesuai ketentuan UU Migas. Karena itu,
> harganya diserahkan pada Pertamina. ''Namun, pemerintah tetap memberikan
> batasan-batasan,'' katanya.
>
> Karena itu, ESDM minta Pertamina membuat laporan pada pemerintah minimal dua
> pekan sebelum penyesuaian harga. Artinya, pemerintah berhak menolak atau
> mengizinkan kenaikan harga. "Kami mulai bicara dengan Pertamina, seperti apa
> aturannya,'' paparnya.
>
> Dalam rapat kabinet terbatas di Istana Wakil Presiden kemarin, pemerintah
> memerintahkan Pertamina tetap memprioritaskan distribusi gas elpiji 12
> kilogram dibanding elpiji bersubsidi.
>
> Pemerintah hanya akan membentuk gugus tugas penyelamatan program konversi
> minyak tanah. Program itu akan memastikan distribusi elpiji bersubsidi hanya
> untuk masyarakat miskin yang termasuk data Badan Pusat Statistik.
>
> Dirut Pertamina Ari H. Soemarno menuturkan, harga elpiji tiga kilogram kini
> memang lebih murah dibanding elpiji 12 kilogram. Karena itu, Pertamina
> mengupayakan konsumen yang tidak termasuk penduduk miskin beralih ke elpiji
> tiga kilogram. "Tidak ada pengalihan konsumen yang biasa menggunakan tabung
> elpiji 12 kilogram ke tiga kilogram. Elpiji bersubsidi itu hanya untuk
> keluarga menengah ke bawah yang sesuai data BPS. Di luar itu tidak mungkin
> bisa mendapatkan elpiji bersubsidi," katanya.
>
> Ari menegaskan, peralihan memang terjadi dari konsumen elpiji tabung 50
> kilogram ke 12 kilogram. Hal itu menyebabkan elpiji tabung 12 kilogram
> langka di pasaran dan harganya meningkat di atas harga patokan. Karena itu,
> Pertamina menambah pasokan elpiji tabung 12 kilogram.
>
> "Kita memang harus memperbaiki infrastruktur yang ada. Jadi, kalau masih ada
> kendala di sana-sini, itu wajar saja. Jangan dilihat itu sebagai sesuatu
> yang meluas," terangnya.
>
> Menanggapi pertanyaan tentang kenaikan harga elpiji 12 kilogram di agen dan
> distributor, Ari mengakui Pertamina tidak bisa mengontrol harga jual
> komoditas bebas seperti elpiji 12 kilogram di luar wilayah distribusi,
> karena membutuhkan tambahan biaya transportasi. ''Elpiji 12 kilogram memang
> komoditas bebas. Artinya, tidak ada tata niaganya. Karena itu, (harga jual
> ecerannya) bergantung biaya (transportasi) yang dikeluarkan, yakni harga
> jual plus biaya yang dikeluarkan," terangnya.
>
> Hal ini berbeda dengan elpiji tiga kilogram yang pola distribusinya
> tertutup. Sebab, Pertamina hanya menyalurkan melalui agen-agen yang
> ditunjuk. (noe/owi/iro)
>


-- 
#henz

Kirim email ke