Harus puasa dulu kali ya....
biar luemes...
biar mau turun....
he..he....
dok re mak Pak...?


  ----- Original Message ----- 
  From: Hendri Budiharto 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, September 03, 2008 2:59 PM
  Subject: Re: [Wismamas] Brita gembira u/ para Ibu...


  ya,...tetep aja elpiji 80rb sebotol...

  kalo sdh naik, lupa turunnya pak....

  salam prihatin,

  #henz

  On 9/3/08, @@n <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > [ Rabu, 03 September 2008 ]
  > Batal Naik, Harga Elpiji 12 Kilogram
  >
  > JAKARTA - Kebiasaan buruk membuat kebijakan tanpa pertimbangan matang,
  > kembali dilakukan pemerintah. Setelah pekan lalu membuat rakyat shock karena
  > tiba-tiba mengumumkan kenaikan harga elpiji 12 kilogram, pemerintah dengan
  > seenaknya menganulir keputusan itu. Padahal di pasaran, harga elpiji 12 kg
  > sudah terlanjur melambung dan stok berkurang drastis karena diserbu pembeli.
  >
  > Vice President Komunikasi Pertamina Wisnuntoro dalam jumpa pers kemarin
  > (2/9), menyatakan, pertamina akhirnya resmi membatalkan rencana kenaikan
  > harga elpiji tabung ukuran 12 kilogram sebesar Rp 500 per kilogram per
  > bulan. Pembatalan itu dilakukan karena pemerintah menginginkan Pertamina
  > lebih banyak mendistribusikan elpiji tabung 12 kilogram daripada elpiji 3
  > kilogram yang lebih besar subsidinya.
  >
  > ''Kami sudah memutuskan membatalkan rencana (kenaikan bertahap harga elpiji
  > 12 kilogram),'' ujar Wisnuntoro. Dengan pembatalan itu, harga elpiji 12
  > kilogram bulan depan tetap Rp 5.750 per kilogram. Sebelumnya, Pertamina
  > berencana menaikkan harga elpiji dalam tabung 12 kilogram menjadi Rp 6.250
  > per kilogram.
  >
  > ''Pada bulan berikutnya, harga juga tidak akan naik, sampai ada keputusan
  > dari pemerintah,'' terangnya. Wisnuntoro menekankan, keputusan Pertamina
  > menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram murni keputusan
  > korporasi karena Pertamina masih merugi Rp 6,5 triliun per tahun dalam
  > bisnis elpiji.
  >
  > Pembatalan kenaikan harga terkait keputusan pemerintah yang ingin terlibat
  > dalam penentuan harga elpiji 12 kilogram. ''Kami minta rencana kenaikan Rp
  > 500 per bulan itu ditunda," ujar Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H.
  > Legowo usai rakor di Departemen Keuangan kemarin.
  >
  > Evita mengakui, elpiji 12 kilogram termasuk golongan bahan bakar umum yang
  > tidak mendapat subsidi pemerintah sesuai ketentuan UU Migas. Karena itu,
  > harganya diserahkan pada Pertamina. ''Namun, pemerintah tetap memberikan
  > batasan-batasan,'' katanya.
  >
  > Karena itu, ESDM minta Pertamina membuat laporan pada pemerintah minimal dua
  > pekan sebelum penyesuaian harga. Artinya, pemerintah berhak menolak atau
  > mengizinkan kenaikan harga. "Kami mulai bicara dengan Pertamina, seperti apa
  > aturannya,'' paparnya.
  >
  > Dalam rapat kabinet terbatas di Istana Wakil Presiden kemarin, pemerintah
  > memerintahkan Pertamina tetap memprioritaskan distribusi gas elpiji 12
  > kilogram dibanding elpiji bersubsidi.
  >
  > Pemerintah hanya akan membentuk gugus tugas penyelamatan program konversi
  > minyak tanah. Program itu akan memastikan distribusi elpiji bersubsidi hanya
  > untuk masyarakat miskin yang termasuk data Badan Pusat Statistik.
  >
  > Dirut Pertamina Ari H. Soemarno menuturkan, harga elpiji tiga kilogram kini
  > memang lebih murah dibanding elpiji 12 kilogram. Karena itu, Pertamina
  > mengupayakan konsumen yang tidak termasuk penduduk miskin beralih ke elpiji
  > tiga kilogram. "Tidak ada pengalihan konsumen yang biasa menggunakan tabung
  > elpiji 12 kilogram ke tiga kilogram. Elpiji bersubsidi itu hanya untuk
  > keluarga menengah ke bawah yang sesuai data BPS. Di luar itu tidak mungkin
  > bisa mendapatkan elpiji bersubsidi," katanya.
  >
  > Ari menegaskan, peralihan memang terjadi dari konsumen elpiji tabung 50
  > kilogram ke 12 kilogram. Hal itu menyebabkan elpiji tabung 12 kilogram
  > langka di pasaran dan harganya meningkat di atas harga patokan. Karena itu,
  > Pertamina menambah pasokan elpiji tabung 12 kilogram.
  >
  > "Kita memang harus memperbaiki infrastruktur yang ada. Jadi, kalau masih ada
  > kendala di sana-sini, itu wajar saja. Jangan dilihat itu sebagai sesuatu
  > yang meluas," terangnya.
  >
  > Menanggapi pertanyaan tentang kenaikan harga elpiji 12 kilogram di agen dan
  > distributor, Ari mengakui Pertamina tidak bisa mengontrol harga jual
  > komoditas bebas seperti elpiji 12 kilogram di luar wilayah distribusi,
  > karena membutuhkan tambahan biaya transportasi. ''Elpiji 12 kilogram memang
  > komoditas bebas. Artinya, tidak ada tata niaganya. Karena itu, (harga jual
  > ecerannya) bergantung biaya (transportasi) yang dikeluarkan, yakni harga
  > jual plus biaya yang dikeluarkan," terangnya.
  >
  > Hal ini berbeda dengan elpiji tiga kilogram yang pola distribusinya
  > tertutup. Sebab, Pertamina hanya menyalurkan melalui agen-agen yang
  > ditunjuk. (noe/owi/iro)
  >

  -- 
  #henz


   

Kirim email ke