teliti sebelum membeli


----- Original Message ----- ----- 




      Date: Monday, September 1, 2008, 5:16 AM 

      Mual banget pas baca.. parah deh.. ! T_T
      Hindari makanan murah yg ga jelas... jika masih maw menjaga kesehatan..!


      Sekarang makin banyak yang aneh2 ya.

      Telur palsu, ayam palsu, roti yg tahan berminggu2, donat yg tahan
      berbulan2.

      Kayanya nanti pas kita meninggal, ga usah pake formalin lagi, ga usah
      dibalsem lagi, bener2 udah jadi mumi dgn sendirinya d'.






      Diambil dari Forum Keluarga DSH

      Hari Minggu, 10 Agustus 2008 pukul 16.30
       

      Sepulang dari ITC, aku menyempatkan diri untuk membeli makan malam,
      sekaligus makanan buat sahur. Niatnya sih mau puasa Senin-Kamis
      seperti biasa. Karena bosan dengan lauk yang itu-itu saja (aku harus beli
      lauk yang bisa tahan sampe besok pagi, jadi biasanya ya paduan ayam goreng
      ma perkedel atau ayam goreng ma orek tempe ), aku ingin mencoba ayam
      goreng kremes (baca: KFC-KFCan atawa KFC palsu yang dijual di pinggir 
jalan)
      deket kosku. Memang selama 10 bulan lebih tinggal disana, aku tidak
      pernah beli di situ (kalo dulu sih gara-gara duitnya mepet). Maka aku
      membeli satu potong dada atas Rp 3800,- dan satu potong punggung Rp
      2000,-. Rencananya bagian punggung kupakai buat lauk makan malam
      sedang bagian dada yang dipakai buat lauk sahur.

      Aku sempat bertanya pada penjualnya, " Ada sayap ga Mas?" karena
      di daftar terantum menu tersebut. Masnya menjawab, "Sudah habis, Mbak".
      Sempat terbersit curiga, siang-siang kok udah habis, padahal kayanya
      sepi-sepi aja. Jangan-jangan memang ga jual. Ah, sudahlah, aku tak
      terlalu memusingkan hal tersebut.

      Pukul 17.30
      Sehabis sholat ashar, karena masih males mandi, aku ingin mencicipi
      "makanan" yang sudah kubeli. Keadaan kamar waktu itu
      remang-remang karena lampunya belum kunyalakan. Kubuka kantong kertas 
pembungkus dan
      kulongok ke dalamnya. Tampaknya baik-baik saja. Rupa ayam goreng tepung 
biasa.
      Aku mengambil potongan yang lebih kecil, karena menurut dugaanku, itulah
      yang bagian punggung. Mencoba mencuil sedikit, tapi kok susah. Ya sudah, 

      kugigitlah sedikit daging itu. Kukunyah, kok rasanya agak kenyal ya?
      Berlemak dan aneh. Jangan-jangan ayam mati?

      Aku mulai deg-degan. Apalagi setelah melihat samar, potongan bekas
      yang kugigit berbentuk bulat, yang bisa kubayangkan bahwa semula dia
      berbentuk gilig.  Emang ada bagian tubuh ayam yang berbentuk gilig? Di 
punggung pula?
      Dengan panik kunyalakan lampu kamar. Dalam keadaan yang lebih terang,
      aku periksa lagi potongan daging itu. Benar, bentuknya seperti pipa,
      dengan diameter sedikit lebih besar dari 0,5 cm. Masa bagian tenggorokan
      saluran napas -yang biasanya ada di leher- kebawa sampe punggung? Jadi,
      "ekor"?!  Itulah kesimpulan yang akhirnya muncul.

      Deg..deg... Aku mengambil piring dan bersiap mengoperasi "daging 
punggung" itu.
      Untuk sekedar mengingatkan, selama 10 tahun lebih aku bergaul dengan
      ayam, dan sempet bergaul akrab dengan angsa dan burung puyuh. Bagi
      yang mengenalku dengan baik, tak disangkal, Nur adalah seorang penggemar
      unggas. Berbekal latar belakang itu, meski bukan lulusan kedokteran
      hewan, aku cukup mengenal dengan baik anatomi tubuh dan segala seluk
      beluk hewan ini.
        

      Waktu beli tadi, aku membayangkan "punggung" adalah
      "rongkong" dalam bahasa Jawa.  Ini adalah salah satu bagian favoritku 
setelah sayap.

      Jika anda meminta bagian ini, anda akan mendapatkan banyak sekali
      tulang (tulang rusuk dan taju pedang kalo di manusia), sedikit daging 
yang 

      menempel di tulang, dan sedikit sekali kulit. Namun waktu ayam goreng
      itu kubelah dan kuhilangkan bagian tepungnya, AKU SAMA SEKALI TIDAK
      MENEMUKAN TULANG! Yang ada malah bagian kulit yang lebar sekali, dengan 
lemak
      dan sedikit daging putih yang menempel. Bila dihubungkan dengan bagian
      yang kupikir sebagai "ekor", maka bisa dibayangkan kalo itu adalah
      bagian pantat dari. SEEKOR TIKUS!! Memang beberapa hari sebelumnya aku
      mendapat email dari  Mbak Kosku tentang daging tikus yang diolah 
sedemikian
      rupa agar mirip daging ayam, lalu dijual bebas di masyarakat. Tapi ga
      pernah kusangka, kejadian serupa akan secepat ini kualami sendiri. Hiks!

      Udah mulai mual-mual, aku meneruskan pembedahan. Kuteliti kulit luas
      itu. Dari pengalaman, aku sangat ragu kalo kulit kasar itu pernah
      ditumbuhi bulu. Sebaliknya, dengan keyakinan 80% aku bisa bilang bahwa 
jejak
      pori  disana adalah bekas tumbuh rambut!

      Dengan lemas, kumulai pembedahan ke potongan daging kedua: potongan
      dada atas. Jika anda makan bagian dada ayam, anda akan menemukan sebuah
      tulang rawan berbentuk segitiga yang khas. Namun setelah memutilasi dan
      menghancurkannya, aku tidak menemukan tulang itu. Yang ada malah
      sebentuk tulang kecil yang aneh (berasa tidak pernah liat di tubuh ayam, 
dan
      susah membayangkan bagian tubuh ayam yang mana yang memilikinya) . Di 
bagian
      daging, biasanya daging dada ayam itu berserat, yang bila kita
      khancurkan akan menjadi serpihan (susah bilangnya, bayangin aja daging 
yang
      biasa ada di soto ayam deh). Namun setelah kuambil selembar, kutekan pake
      jari, daging itu tetap utuh karena terikat oleh lemak. Padahal setahuku
      daging bagian dada adalah yang paling sedikit lemaknya.

      Yaiks, intinya, hari itu hampir saja aku makan daging tikus!! (udah
      gigit ekornya dikit sih, astaghfirullah! !) Hiiii, sampai sekarang masih
      merinding kalo inget..

      Yah, meskipun mungkin daging tikus bisa bikin kulit cantik ( kan
      Sandra Dewi tu makannya aneh-aneh, jadi kulitnya mulus), tiada niatanku
      mendapatkan kulit cantik dengan cara itu. Buhuhu

      Jadi temans, aku sarankan agar hati-hati bila beli ayam goreng,
      apalagi yang dibalut tepung tebal, karena tepung itu menyamarkan bentuk
      aslinya. 


      Mending yang digoreng biasa atau ayam bakar, atau beli di tempat yang
      terjamin kebersihannya.

      Kesimpulan: sedikit tips  yang bisa membantumu mbedain daging ayam
      dengan daging tikus
      1.      Dari segi daging, sama-sama putih dan rasanya benar-benar
      mirip, tapi daging tikus lebih banyak lemaknya dan seratnya halus (kalo 
ayam
      sedikit lebih kasar).

      2.      Periksa kulitnya, apakah berpori besar atau kecil. Kalau
      kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh adalah rambut, bukan bulu!
        

      3.      Cek tulangnya (agak susah ya kalo ini), misal bagian dada ya
      ada si tulang rawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo
      punggung ya tulang rusuk, dsb.

      4.      Jangan tertipu dengan harga murah (itu kan buatmu 
sendiri.mwehehehe) .

      5.      Coba cek apakah si penjual tersebut pernah jual sayap apa ga. 

      Kalo ga pernah jual, anda patut curiga karena seperti kita tahu, salah
      satu ciri khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin
      bisa dipalsukan.

     

Kirim email ke