Bani Israil
By Fauzan Al-Anshari 
Senin, 12 Januari 2009 pukul 15:44:00 

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, 
dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku padamu; dan hanya 
kepada-Ku-lah kamu harus tunduk (takut). (QS Al-Baqarah: 40).

Israil yang artinya pilihan adalah sebutan bagi Nabi Ya'kub as. Bani Israil 
adalah anak-anak keturunan Nabi Ya'kub as. Tetapi, sekarang bangsa mereka lebih 
terkenal dengan sebutan Yahudi atau Zionis. Sebagai bangsa pilihan, mereka 
banyak dianugerahi nikmat Allah SWT, sesuatu yang tidak dinikmati bangsa-bangsa 
lainnya.

Kenikmatan yang diterima Bani Israil itu kalau dirinci satu per satu tentu 
tidak terhitung. Namun ada beberapa kenikmatan yang sangat menonjol dirasakan 
oleh mereka seperti: diselamatkannya mereka dari kejaran Fir'aun dan bala 
tentaranya yang amat bengis (QS 2:49), dibelahnya laut untuk jalan mereka dan 
ditenggelamkannya Fir'aun dan para pengikutnya (QS 2:50), diturunkannya Nabi 
Musa dan Kitab Taurat untuk mereka serta dimaafkannya kesalahan mereka atas 
perbuatan menyembah anak sapi (QS 2:51), dibangkitkannya mereka setelah mati 
disambar petir akibat keraguannya terhadap eksistensi Allah SWT (QS 2:55-56), 
dinaungi dengan awan ketika berjalan di bawah terik matahari dan diturunkannya 
makanan sorga yaitu manna dan salwa serta dua belas mata air (QS 2:57).

Namun, ketika mereka diperintahkan masuk ke Palestina dengan penuh keberanian, 
karena di dalamnya terdapat penguasa yang otoriter, ternyata mereka 
mengingkarinya, bahkan mereka mengatakan kepada Nabi Musa as: ''Barangkali 
engkau bersama Tuhanmu (untuk berperang merebut Palestina), dan kami di sini 
saja (menunggu hasilnya)!'' Sungguh orang-orang Yahudi itu tidak bisa 
mensyukuri nikmat, tidak tahu balas budi, dan selalu ingkar janji. ''Oleh sebab 
itu, Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena 
mereka berbuat fasik''. (QS 2:59).

Kini, atas bantuan Inggris dan para sekutunya, sejak 1948 bangsa Yahudi telah 
menjajah bumi Palestina dan mengusir penduduknya dari tanah kelahirannya. 
Segala upaya telah dilakukan untuk mengusir kaum Zionis itu dari tanah 
Palestina yang suci, namun setiap usaha tersebut hingga kini menemui kegagalan.

Berbagai perjanjian telah dibuat. Lebih dari 600 rekomendasi dihasilkan lewat 
seminar atau simposium tingkat dunia. Sudah puluhan resolusi lahir dari rahim 
PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Namun sampai detik ini, Yahudi tetaplah 
Yahudi yang dulu. Mereka kufur akan nikmat, suka melanggar perjanjian, dan 
tidak tahu membalas budi.

Mungkin benar adanya sinyalemen, bahwa masih ada orang-orang Yahudi yang baik. 
Oleh karena itu, bangsa Indonesia ingin menjalin hubungan dagang secara formal 
dengan mereka. Hanya saja, sejarah yang selalu arif telah membuktikan bahwa 
jangankan Indonesia yang masih lemah, negara-negara adidaya pun kini telah 
bertekuk lutut di bawah kendalinya. Semoga saja kita tidak menjadi korban ke 
sekian dari tipu daya Yahudi. - ah

<<20090112154412.jpg>>

Kirim email ke