Berita ini memang benar, bahkan ada tercetus untuk
menuntut Trans TV lewat jalur hukum positif yang
berlaku. Ini sangat menarik karena kasus ini merupakan
pelanggaran adat dalam skala "BERAT". Saya kebetulan
merupakan salah satu yang menengahi masalah ini.

Pada Hari Kamis tgl 22 Desember 2005 lalu saya
mengontak rekan Trans TV area Banten, Edi dan
memberitahukan tuntutan dan syarat bagi Trans TV.
Pertama, adanya permohonan maaf Trans baik dalam lisan
maupun dalam penayangan. Kedua, membawa serta
seseorang yang diduga guide berinisial "DH" menghadap
Jaro Dainah dan kokolot. Ketiga, masalah yang
menyangkut adat akan dibicarakan di Kadu Ketug, tempat
pertemuan. Sebagai tambahan pihak Trans membawa copy
dari tayangan diatas.

Waktu yang disepakati adalah hari Sabtu ternyata tidak
bisa dilaksanakan dan langsung di forward ke Jaro
Dainah. Alasan pada saat itu adalah Hardimen Koto
sebagai penanggung jawab tayangan Jelajah sedang tidak
berada di tempat.

Hari Senin, 26 Desember saya mendapat sms yang
mengatakan bahwa tim Trans TV bersama rombongan dan
juga "DH" telah meluncur ke Baduy. Sms inipun saya
forward sehingga para tokoh adat berkumpul di Kadu
Ketug.

Sampai malam hari Jaro Dainah belum bertemu dengan
rombongan hingga pada hari Selasa, 27 Desember. Hari
itu saya mendapat kabar dari Trans, bahwa rombongan
sudah ulang dan sudah berada di Pandeglang.

Akhirnya kami bertemu di pelataran parkir DPRD Banten
dan langsung melakukan pembicaraan. Pihak Trans
ternyata tidak melalui Ciboleger dan melapor ke Jaro
Dainah namun langsung menuju Cikeusik lewat selatan.
Mereka telah mengadakan upacara dan sudah dapat maaf
dari sesepuh disana. 

Pihak Trans merasa bahwa masalah sudah selesai
sehingga menganggap anjuran untuk menemui Dainah tidak
dihiraukan. Bahkan pada saat itu Pihak Trans tidak
merasa berkepentingan menelpon Jaro Dainah yang memang
sedang menunggu. Akhirnya dengan HP saya saya mencoba
menghubungkan kedua belah pihak. Namun pulsa habis dan
pembicaraan terputus pada prinsip masing-masing yang
pertama pihak Trans merasa sudah beres dengan
masalahnya, kedua, pihak Baduy merasa persoalan belum
beres sama sekali sebelum pihak Trans dan "DH" bertemu
Dainah di Kadu Ketug.

Beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa
kokolot Baduy Dalam yang mengadakan upacara dengan
pihak Trans tengah di periksa dan kemungkinan besar
dijatuhi sangsi atau hukuman.

Masalah ini menunggu waktu hingga satu bulan. Bila
satu bulan pihak Trans belum menanggapi apa yang
diharuskan warga Baduy lewat Jaro Dainah, maka akan
ada aksi susulan yang masih dibicarakan.

Terlepas dari itu semua, era reformasi ini telah
meninggalkan norma-norma budaya sehingga terjadilah
kejadian "Trans-Baduy Gate" ini. Ini jelas-jelas
tercermin dari perkataan salah seorang reporternya
yang mengatakan,"Jika mungkin Tuhanpun akan saya
wawancarai" Astagfirullah,.....




--- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Gimana nih????
>    
>   BT
>    
>   Suara Pembaruan, 27 Desember 2005
> 
> Lebak- Masyarakat Baduy yang tinggal di Desa
> Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,
> Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendesak reporter
> stasiun Trans TV yang
> melakukan peliputan ke Baduy dan menayangkannya
> dalam acara Jelajah beberapa
> waktu lalu, segera meminta maaf kepada tetua adat
> atau Kokolot Baduy.
> 
> Tayangan itu dinilai sudah melanggar prinsip-prinsip
> adat Baduy. Kepala Desa
> Kanekes Jaro Dainah kepada Pembaruan, baru-baru ini,
> mengatakan pihaknya
> akan menuntut wartawan Trans TV yang melakukan
> peliputan soal Baduy, jika
> tidak segera datang meminta maaf kepada Kokolot
> Baduy. Permintaan maaf itu
> harus dilakukan melalui upacara adat resmi yang akan
> digelar komunitas
> Baduy.
> 
> "Panayangan aktivitas masyarakat Baduy itu
> seharusnya tidak boleh dilakukan
> karena sejak dulu adat Baduy melarang keras untuk
> mengambil gambar untuk
> kepentingan apa pun, ketika masuk di kawasan Baduy
> Dalam. Karena itu kami
> merasa keberatan dengan penayangan kehidupan Baduy
> oleh Trans TV dalam acara
> Jelajah. Menurut adat Baduy perlu dilakukan acara
> adat pemulihan," katanya.
> 
> Dikatakan, hukum adat Baduy melarang keras adanya
> pengambilan gambar di
> daerah Baduy Dalam untuk keperluan apa pun. Hukum
> dan pantangan adat itu
> selalu ditaati sejak ratusan tahun lalu dan akan
> terus dijaga untuk
> selamanya. "Kalau ada yang melanggar, dia harus
> menghadapi hukum adat dan
> mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Kokolot
> Baduy. Ini hukum adat Baduy
> yang wajib ditaati," tegasnya.
> 
> *Pelanggaran Berat*
> Ia mengungkapkan, wartawan Trans TV yang meliput
> kehidupan Baduy sudah
> terbiasa keluar dan masuk Desa Kanekes. Wartawan itu
> juga dinilai telah
> melakukan pelanggaran berat lainnya, yaitu memasuki
> wilayah Baduy Dalam
> melalui jalan belakang dan tidak meminta izin
> Kokolot Baduy.
> 
> "Pada saat melakukan peliputan, wartawan Trans TV
> itu masuk ke Baduy Dalam
> melalui jalur Cikertawana dan Desa Cikeusik, bukan
> lewat Kampung Ciboleger
> yang merupakan pintu depan sebagai pintu masuk resmi
> ke pemukiman Baduy
> Dalam. Masuk melalui jalur tidak resmi itu saja
> sudah merupakan
> pelanggaran," jelasnya.
> 
> Salah seorang tokoh masyarakat Baduy, yang juga
> mantan anggota MPR-RI dari
> utusan golongan H Kasmin menyatakan pihaknya akan
> mendorong upaya
> penyelesaian masalah itu secara adat. Namun, jika
> wartawan Trans TV tidak
> mau menaati permintaan masyarakat Baduy untuk
> meminta maaf, pihaknya akan
> mendorong penyelesaiannya secara hukum.
> 
> "Sebagai warga Baduy, saya tetap menghormati hukum
> adat dan budaya yang
> sudah ada sejak dahulu. Jika memang tak ada niat
> baik dari wartawan
> tersebut, saya akan terus mendorong dan siap
> membantu Jaro Dainah untuk
> melakukan tuntutan secara hukum," katanya. *(149)*
> 
> 
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 



                
__________________________________________ 
Yahoo! DSL – Something to write home about. 
Just $16.99/mo. or less. 
dsl.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke