Ali Nurdin,
Kau selama jadi wartawan kami tunggu kontribusimu.
Kau juga hilang ditelan waktu.
Saya, toto, rys revolta (almarhum), menunggumu.
Saat itu kami sedang bersemangat ingin membangun Banten lewat
jurnalistik dan sastra. Tapi, kau jarang berkomunikasi. 
Saat itu kami butuh begerapa pemuda yang sehat dan kritis berpikir.
Kami beroganisasi dan steril dari politik.
Lihat itu KNPI. Kami menolak bantuan dri KNP.
Bahkan saya menolak award dari KNPI.
Ung rakyat kok dipake buat bikin pesta award.

Beberapa nama anak muda kami tulis. Ingat Bung Karno, "Bri kami seribu
orang tua, niscaya  kami bisa memindahkan gunung Semeru. Dan beri kami
seratus pemuda yagn sehat, berani, jujur, dan pintar, niscaya kami akan
menggegerkan Dunia." Nah, saat itu kami sangat mendambakan seratus anak
muda berkumpul; jadi menhir (betul analogi ini, Boni?) dan menggegerkan
Banten.

Saat itu kami ajukan visi-misi kami. Kamu juga pernah kan dideketin
Toto.
Tapi, kebanyakan orang selalu takut miskin dan tidak bisa makan jika
membangun masyarakat tanpa ada insentifnya. Kebanyakan lebih tertarik
bikin LSM dan sibuk nyari dana lewat APBD dengan dalih membangun
masyarakat.
Tapi, kami tidak pernah mempermasalahkan itu. Bukankah itu pilihan?
Kami dengan pilihan kami, kawan-kawan denan pilihannya sendiri.
Hanya, saya lebih menyukai LSM yang menggali dana dari CD-CD perusahan
ketimbang APBD. Mental pengemis ini betul-betul dipelihara KNPI dan LSM
plat merah. KNPI mengatasnamakan pmuda dan LSM plat merah
mengatasnamakan rakyat.

Saya denar ali nurdin ikut membantu TS, ya?
Kalo salah, maafkan saya.

Ayolah, kita bukan orang biodoh.
Coba kau tanya nuranimu?
Coba kau maksimalkan pancaindramu.
Lihat orang2 di sekelilingmu.
Saya tidak menolak orang mengambil keuntungan dari apa yang
diperbuatnya. Mminta jasa. Tapi kalo sudah mengexploitasi? Kalo sudah
serakah dan untuk memperkaya sendiri?

TS, MM, mereka orang hebat.
Akan lebih hebat jika mereka tidak ikut nyalon.
Tapi ustru memberi contoh pad kami dengan membangun Banten lewat cara
lain.
Banyak yang bia dilakukan oleh TS dan MM. 

Jadi, scara pribadi, Ali, atau juga yang lainnya,
Yang merasa muda, kenapa harus berlindung di balik yang tua?
Biarkanlah mereka istirahat dan beribadah di hari tuanya.. 
Giliran kita, manusia independent yang bebas merdeka,
Saling bergumul, memproduksi gagasan, tanpa pamrih...

Ayo, kita gbung?
Nggak usah bikin partai, tapi bikin tekanan kepada para calon gubernur
Banten. Dengan cara apa? Saya nggak tahu. Bikin forum milis wongbanten?
Kita bikin beberapa butir kesepakatan. Kalo tidak, revolusi social.,..
heeheh... jawabannya? Saya sih nggak berani. Tapi, di Rangkas saya
melihat spanduk bertuliskan: perlukah Banten 1926? Buset....

Buat semua miliser, saya mohon maaf.
Buat ali nurdin, terutama, juga mohon maaf.
Saya kalo udah nulis dan ngomong, berapi-api.
Kita semua mencintai Banten...

Tetap semangat
gg




-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, January 03, 2006 2:17 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [WongBanten] Balonku Ada..., Berapa ya?

Kang Herry,
Hal pertama yang saya lakukan setelah membaca posting di bawah ini
adalah
memeriksa rak buku saya. Ternyata masih ada dua novel Kang Herry:
Perjalanan Asia (saya beli tahun 1994) dan Al Bahri Aku Datang dari
Lautan
(dibeli 2001), keduanya terselip di antara novel Sang Guru (Gerson Poyk)
dan Harimau! Harimau! (Moctar Lubis). Kedua novel itu saya beli karena
dorongan dua hal: penghargaan terhadap Kang Herry dan rasa "kedekatan"
karena kita pernah satu SMA (saya lulus 1983 bersama Toto S Radik,
Dadang
Sodikin, Rizon, dll).

Mungkin karena merasa sedikit tahu kiprah dan dedikasi Kang Herry selama
ini (meski hanya mengamati dari jauh), saya jadi (sok tahu) merasa
memahami kerisauan Kang Herry terhadap para calon yang akan tampil di
pentas pemilihan gubernur Banten. Saya menghormati kerisauan itu. Kita
tentu bebas untuk memberikan penilaian terhadap para kandidat yang ada,
seperti halnya kita juga bebas untuk memilih atau tidak memilih mereka.

Sebagai warga Banten, saya memilih untuk memilih. Betapapun pilihan itu
tidak ideal, bukan yang terbaik, tetapi saya yakin memiliki gubernur
tetap
akan lebih baik dibandingkan tidak memiliki gubernur. Dalam memilih,
tentu
saya tidak akan menjelek-jelekan calon lain, tetapi berusaha secara
wajar
meyakinkan orang lain agar menyetuju pilihan kita.

Saya berharap Kang Herry dapat memberikan penilaian kritis terhadap
seluruh calon yang ada tanda kecuali, agar kita (minimal saya) tahu mana
yang palsu dan mana yang setengah asli. Yang asli jelas tidak ada.
Mungkin
saja pengetahuan saya mengenai calon-calon yang ada selama ini masih
sangat terbatas, sehingga tidak tertutup kemungkinan saya (dan banyak
orang lain) nantinya akan salah pilih. Sebab sudah terbukti, sekali
salah
pilih gubernur, yang repot ya rakyat Banten juga.

Mohon maaf kalau saya salah.

Salam hormat,

ali nurdin





BALONKU ADA..., BERAPA YA?
> Ini bakal tulisan yang sedang saya persiapkan.
> Plesetan bagi para bakal calon gub Banten...
> Rupa-rupa warnanya....
>
> TS, setelah tua, pulang ke Banten..
> Ingin membngun Banten..
> Bayangkan, pengusaha.... menghambur2kan uangnya..
> Untuk imej building... Dan dia berjanji akan menarik investor...
> Relasi-relasinya.. koneksivitas dia okelah...
> Tapi, kenapa TS tidak membangun Banten saat masih jaya?
> Misalnya, membuka lapangan pekerjaan; bikin pabrik,
> Bikin TV Lokal... ini kok pengusaha jadi penguasa...
> Ada yang bisa menjelaskan hal ini?
> Apalagi jika kita tau Ali Fadilah, dengan Banten Heritage-nya, yang
> merekomendasikan Makodim jadi mall Serang, jadi tim sukses TS.
> Mana tagngungjawab Ali Fadilah, ketika 8 pilar silindris Makodim,
> Yang bukannya dilestarikan, tapi raib hancur tak berbekas entah
> kemana...
> Yusron, kau dari PAN, yang ngusung TS jadi bakal cagub, bisa
ngejelasin,
> Bahwa TS murni mau membangun Banten? Bukannya nanti kalao dia kepilih
> jadi A1, rekanan bisnisnya nanti yang akan mengeruk hasilbumi Banten?
> Pengusaha dan penguasa, apa jadinya mereka?
>
> Saya tahu, TS lebih baik dari kelompok Rawu.
> Tapi, kenapa dulu TS mundur?
> Tapi sekarang dengan membusungkan dada,
> Selalu menyebut sebagai ketua pendiri Prov. Banten?
> Apa yang sudah PAN, PKS, dan TS lakukan dengan pencer


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links



 




Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke