Kepala dan anggota KPU BANTEN korupsi seharusnya gmn? apakah diam
saja. Atau mau ngikut seperti aksi-aksi berikut ini. yang punya
inisiatf jit silakan
KORUPSI ITU MELECEHKAN ROSULULLAH
Oleh Aji Setiakarya
Karikatur Melukai Umat Islam
Berbagai kecaman langsung meluncur dari seluruh penjuru
dunia Islam saat mendengar dan menyaksikan sebuah penerbitan di
Denmark memuat karikatur Nabi Muhammad dengan dibarengi kalimat-
kalimat yang melecehkan dan menghina. Di Iran, markas Duta Besar
Denmark di serbu masyarakat. Begitu pun Markas Duta Besar Inggris.
Negara yang ikut setuju terhadap sikap pemerintah Denmark ini
menjadi buruan muslim Di Iran. Di Amerika Serikat, ribuan pemeluk
Islam juga ikut andil dalam mengecam karikuatur Rosulullah. Kecaman
juga datang dari bekas rezim yang dihancurkan oleh Amerika Serikat
di Afganistan, Talibam. Salah seorang pemimpim kelompok Taliban,
Mullah Dadullah menjanjikan hadian 100 Kg emas untuk orang yang
berhasil membunuh pembuat karikatur Nabi itu. Umat Islam Indonesia
juga tak mau ketinggalan. Aksi demonstrasi diiringi pembakaran
bendera negara Denmark dan negara-negara Eropa lainya seperti tak
bisa dilerai. Kemarahan umat meluap tak tertahankan. Mereka marah,
tak bisa menerima realita itu. Terlebih saat pemerintah Denmark
tidak melakukan penangkapan dan penutupan terhadap Jyllands Posten,
Media yang memuat kartun itu. Kemarahan semakin meluas.
Nabi Muhammad SAW adalah tauladan bagi umat Islam juga umat
manusia yang tidak bisa terbantahkan. Beliau adalah pembawa hidayah
dan syafaat bagi sekalian alam. Di dalam Al-Qur'an sebagai kitab
suci Umat Islam, Nabi Muhammad sudah jelas diterangkan sebagai
manusia pilihan yang dikirim Allah untuk semesta alam ini. Ia adalah
mahluk mulia yang harus kita sanjung dan jadikan contoh prilaku,
perkataan dan seluruh tindak-tanduknya. Didalam Alqur'an juga
dijelaskan bahwa Keimanan terhadap Rosulullah SAW adalah syarat dari
iman seseorang. Kita harus mencintainya Nabi Muhammad setelah kita
mencintai Allah SWT. Pemeluk Islam selain harus percaya kepada Allah
juga harus kepada Rosulullah SAW. Karena itu apabila seseorang tidak
mempercayai Rosulullah SAW perlu dipertanyakan keimanannya.
Bukan hanya Al'qur'an yang berkata demikian, sejarah juga
menyatakan hal meyakinkan itu. Karen Armstrong, mantan biarawati
yang menjadi pengkaji agama terkemuka di dunia dewasa ini
memposisikan Nabi Muhammad sebagai sosok jenius yang sangat luar
biasa. Beliau berhasil menyatukan hampir semua suku arab menjadi
sebuah komunitas baru atau ummah dan membangun sebuah peradaban yang
unik (Karen Armstrong, 1993). Tak ada alasan untuk membantahnya.
Dunia mengakui hal itu. Maka wajar kalau umatnya tidak menerima sang
kekasihnya dilecehkan dan dihina. Pemuatan karikatur oleh Jylllands
Posten itu jelas-jelas melukai perasaan Umat Islam di seluruh
penjuru. Karena itu, hal yang sudah sepatutnya apabila pemerintah
Denmark, tempat munculnya karikatur itu meminta maaf, menutup dan
menghakimi Jyallnds Posten karena telah melecehkan, menghina etika
dan perasaan muslim
Tidak Mencintai Ajarannya
Reaksi umat islam yang mengecam pemuatan karikatur di sebuah
media massa Denmark itu adalah pertanda kecintaan umat terhadap
Rosulullah, Muhammad SAW. Dalam agama Islam telah dijelaskan
kriteria seorang muslim diantaranya adalah mengerjakan perintah
Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menunaikan ajaran-
ajaran Nabi Muhammad SAW. Perintah mengikuti ajaran Rosulullah SAW
sudah jelas-jelas tersirat dalam kitab suci Al-Qur'an. Orang-orang
yang tidak menunaikan ajaran-ajaran Rosulullah berarti dia
membangkang terhadap Nabi. Dia tidak mencintai ajaran nabi. Sikap
ini menurut saya termasuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Di antara ajaran-ajaran Muhammad diantaranya adalah anjuran untuk
bersikap jujur dan baik dalam berucap dan berprilaku. Ini mengandung
arti bahwa kita tidak boleh berkata atau berbuat dengan sembunyi-
sembunyi, membohongi kepentingan publik untuk menutupi kepentingan
pribadi dan kelompok atau lebih akrab kita kenal dengan KORUPSI.
KORUPSI jelas tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena
itu apabila ada orang yang berKORUPSI maka sudah sepatutnya kita
beraksi mengecam dan menyeret orang tersebut karena tindakannya
adalah bagian dari pelecehan terhadap Nabi. Dan kalau perlu, kita
seharusnya meniru gaya Mullah Dadullah, pemimpin Taliban itu yang
keras itu. Kalau ada orang yang berhasil membunuh koruptor maka
akan mendapatkan hadiah 100 Kg Emas.
Aji Setiakarya, Mahasiswa Komunikasi Untirta Banten,
Manajer Kedai Buku Jawara dan redaksi www.rumahdunia.net
KORUPSI ITU MELECEHKAN ROSULULLAH
Oleh Aji Setiakarya
Karikatur Melukai Umat Islam
Berbagai kecaman langsung meluncur dari seluruh penjuru
dunia Islam saat mendengar dan menyaksikan sebuah penerbitan di
Denmark memuat karikatur Nabi Muhammad dengan dibarengi kalimat-
kalimat yang melecehkan dan menghina. Di Iran, markas Duta Besar
Denmark di serbu masyarakat. Begitu pun Markas Duta Besar Inggris.
Negara yang ikut setuju terhadap sikap pemerintah Denmark ini
menjadi buruan muslim Di Iran. Di Amerika Serikat, ribuan pemeluk
Islam juga ikut andil dalam mengecam karikuatur Rosulullah. Kecaman
juga datang dari bekas rezim yang dihancurkan oleh Amerika Serikat
di Afganistan, Talibam. Salah seorang pemimpim kelompok Taliban,
Mullah Dadullah menjanjikan hadian 100 Kg emas untuk orang yang
berhasil membunuh pembuat karikatur Nabi itu. Umat Islam Indonesia
juga tak mau ketinggalan. Aksi demonstrasi diiringi pembakaran
bendera negara Denmark dan negara-negara Eropa lainya seperti tak
bisa dilerai. Kemarahan umat meluap tak tertahankan. Mereka marah,
tak bisa menerima realita itu. Terlebih saat pemerintah Denmark
tidak melakukan penangkapan dan penutupan terhadap Jyllands Posten,
Media yang memuat kartun itu. Kemarahan semakin meluas.
Nabi Muhammad SAW adalah tauladan bagi umat Islam juga umat
manusia yang tidak bisa terbantahkan. Beliau adalah pembawa hidayah
dan syafaat bagi sekalian alam. Di dalam Al-Qur'an sebagai kitab
suci Umat Islam, Nabi Muhammad sudah jelas diterangkan sebagai
manusia pilihan yang dikirim Allah untuk semesta alam ini. Ia adalah
mahluk mulia yang harus kita sanjung dan jadikan contoh prilaku,
perkataan dan seluruh tindak-tanduknya. Didalam Alqur'an juga
dijelaskan bahwa Keimanan terhadap Rosulullah SAW adalah syarat dari
iman seseorang. Kita harus mencintainya Nabi Muhammad setelah kita
mencintai Allah SWT. Pemeluk Islam selain harus percaya kepada Allah
juga harus kepada Rosulullah SAW. Karena itu apabila seseorang tidak
mempercayai Rosulullah SAW perlu dipertanyakan keimanannya.
Bukan hanya Al'qur'an yang berkata demikian, sejarah juga
menyatakan hal meyakinkan itu. Karen Armstrong, mantan biarawati
yang menjadi pengkaji agama terkemuka di dunia dewasa ini
memposisikan Nabi Muhammad sebagai sosok jenius yang sangat luar
biasa. Beliau berhasil menyatukan hampir semua suku arab menjadi
sebuah komunitas baru atau ummah dan membangun sebuah peradaban yang
unik (Karen Armstrong, 1993). Tak ada alasan untuk membantahnya.
Dunia mengakui hal itu. Maka wajar kalau umatnya tidak menerima sang
kekasihnya dilecehkan dan dihina. Pemuatan karikatur oleh Jylllands
Posten itu jelas-jelas melukai perasaan Umat Islam di seluruh
penjuru. Karena itu, hal yang sudah sepatutnya apabila pemerintah
Denmark, tempat munculnya karikatur itu meminta maaf, menutup dan
menghakimi Jyallnds Posten karena telah melecehkan, menghina etika
dan perasaan muslim
Tidak Mencintai Ajarannya
Reaksi umat islam yang mengecam pemuatan karikatur di sebuah
media massa Denmark itu adalah pertanda kecintaan umat terhadap
Rosulullah, Muhammad SAW. Dalam agama Islam telah dijelaskan
kriteria seorang muslim diantaranya adalah mengerjakan perintah
Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menunaikan ajaran-
ajaran Nabi Muhammad SAW. Perintah mengikuti ajaran Rosulullah SAW
sudah jelas-jelas tersirat dalam kitab suci Al-Qur'an. Orang-orang
yang tidak menunaikan ajaran-ajaran Rosulullah berarti dia
membangkang terhadap Nabi. Dia tidak mencintai ajaran nabi. Sikap
ini menurut saya termasuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Di antara ajaran-ajaran Muhammad diantaranya adalah anjuran untuk
bersikap jujur dan baik dalam berucap dan berprilaku. Ini mengandung
arti bahwa kita tidak boleh berkata atau berbuat dengan sembunyi-
sembunyi, membohongi kepentingan publik untuk menutupi kepentingan
pribadi dan kelompok atau lebih akrab kita kenal dengan KORUPSI.
KORUPSI jelas tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena
itu apabila ada orang yang berKORUPSI maka sudah sepatutnya kita
beraksi mengecam dan menyeret orang tersebut karena tindakannya
adalah bagian dari pelecehan terhadap Nabi. Dan kalau perlu, kita
seharusnya meniru gaya Mullah Dadullah, pemimpin Taliban itu yang
keras itu. Kalau ada orang yang berhasil membunuh koruptor maka
akan mendapatkan hadiah 100 Kg Emas.
Aji Setiakarya, Mahasiswa Komunikasi Untirta Banten,
Manajer Kedai Buku Jawara dan redaksi www.rumahdunia.net
KORUPSI ITU MELECEHKAN ROSULULLAH
Oleh Aji Setiakarya
Karikatur Melukai Umat Islam
Berbagai kecaman langsung meluncur dari seluruh penjuru
dunia Islam saat mendengar dan menyaksikan sebuah penerbitan di
Denmark memuat karikatur Nabi Muhammad dengan dibarengi kalimat-
kalimat yang melecehkan dan menghina. Di Iran, markas Duta Besar
Denmark di serbu masyarakat. Begitu pun Markas Duta Besar Inggris.
Negara yang ikut setuju terhadap sikap pemerintah Denmark ini
menjadi buruan muslim Di Iran. Di Amerika Serikat, ribuan pemeluk
Islam juga ikut andil dalam mengecam karikuatur Rosulullah. Kecaman
juga datang dari bekas rezim yang dihancurkan oleh Amerika Serikat
di Afganistan, Talibam. Salah seorang pemimpim kelompok Taliban,
Mullah Dadullah menjanjikan hadian 100 Kg emas untuk orang yang
berhasil membunuh pembuat karikatur Nabi itu. Umat Islam Indonesia
juga tak mau ketinggalan. Aksi demonstrasi diiringi pembakaran
bendera negara Denmark dan negara-negara Eropa lainya seperti tak
bisa dilerai. Kemarahan umat meluap tak tertahankan. Mereka marah,
tak bisa menerima realita itu. Terlebih saat pemerintah Denmark
tidak melakukan penangkapan dan penutupan terhadap Jyllands Posten,
Media yang memuat kartun itu. Kemarahan semakin meluas.
Nabi Muhammad SAW adalah tauladan bagi umat Islam juga umat
manusia yang tidak bisa terbantahkan. Beliau adalah pembawa hidayah
dan syafaat bagi sekalian alam. Di dalam Al-Qur'an sebagai kitab
suci Umat Islam, Nabi Muhammad sudah jelas diterangkan sebagai
manusia pilihan yang dikirim Allah untuk semesta alam ini. Ia adalah
mahluk mulia yang harus kita sanjung dan jadikan contoh prilaku,
perkataan dan seluruh tindak-tanduknya. Didalam Alqur'an juga
dijelaskan bahwa Keimanan terhadap Rosulullah SAW adalah syarat dari
iman seseorang. Kita harus mencintainya Nabi Muhammad setelah kita
mencintai Allah SWT. Pemeluk Islam selain harus percaya kepada Allah
juga harus kepada Rosulullah SAW. Karena itu apabila seseorang tidak
mempercayai Rosulullah SAW perlu dipertanyakan keimanannya.
Bukan hanya Al'qur'an yang berkata demikian, sejarah juga
menyatakan hal meyakinkan itu. Karen Armstrong, mantan biarawati
yang menjadi pengkaji agama terkemuka di dunia dewasa ini
memposisikan Nabi Muhammad sebagai sosok jenius yang sangat luar
biasa. Beliau berhasil menyatukan hampir semua suku arab menjadi
sebuah komunitas baru atau ummah dan membangun sebuah peradaban yang
unik (Karen Armstrong, 1993). Tak ada alasan untuk membantahnya.
Dunia mengakui hal itu. Maka wajar kalau umatnya tidak menerima sang
kekasihnya dilecehkan dan dihina. Pemuatan karikatur oleh Jylllands
Posten itu jelas-jelas melukai perasaan Umat Islam di seluruh
penjuru. Karena itu, hal yang sudah sepatutnya apabila pemerintah
Denmark, tempat munculnya karikatur itu meminta maaf, menutup dan
menghakimi Jyallnds Posten karena telah melecehkan, menghina etika
dan perasaan muslim
Tidak Mencintai Ajarannya
Reaksi umat islam yang mengecam pemuatan karikatur di sebuah
media massa Denmark itu adalah pertanda kecintaan umat terhadap
Rosulullah, Muhammad SAW. Dalam agama Islam telah dijelaskan
kriteria seorang muslim diantaranya adalah mengerjakan perintah
Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menunaikan ajaran-
ajaran Nabi Muhammad SAW. Perintah mengikuti ajaran Rosulullah SAW
sudah jelas-jelas tersirat dalam kitab suci Al-Qur'an. Orang-orang
yang tidak menunaikan ajaran-ajaran Rosulullah berarti dia
membangkang terhadap Nabi. Dia tidak mencintai ajaran nabi. Sikap
ini menurut saya termasuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Di antara ajaran-ajaran Muhammad diantaranya adalah anjuran untuk
bersikap jujur dan baik dalam berucap dan berprilaku. Ini mengandung
arti bahwa kita tidak boleh berkata atau berbuat dengan sembunyi-
sembunyi, membohongi kepentingan publik untuk menutupi kepentingan
pribadi dan kelompok atau lebih akrab kita kenal dengan KORUPSI.
KORUPSI jelas tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena
itu apabila ada orang yang berKORUPSI maka sudah sepatutnya kita
beraksi mengecam dan menyeret orang tersebut karena tindakannya
adalah bagian dari pelecehan terhadap Nabi. Dan kalau perlu, kita
seharusnya meniru gaya Mullah Dadullah, pemimpin Taliban itu yang
keras itu. Kalau ada orang yang berhasil membunuh koruptor maka
akan mendapatkan hadiah 100 Kg Emas.
Aji Setiakarya, Mahasiswa Komunikasi Untirta Banten,
Manajer Kedai Buku Jawara dan redaksi www.rumahdunia.net
v
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/