Hehehe..., saya bukan sungkan, tapi memang ingatan
saya terbatas dan merasa tidak punya otoritas untuk
membicarakan sejarah. Saya punya beberapa buku dan
artikel-artikel yang membahas masalah itu, tapi ada di
Banten nun di sana, jadi tak bisa saya kutip di sini.

Namun, saya kurang setuju, kalau dikatakan "yg
mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta
ini bisa merdeka adalah berkat mereka yang tergabung
dalam orsospol berlandaskan proletar". Karena, yang
berjuang untuk memerdekakan negeri ini bukan hanya
kaum komunis (kaum proletar), ada juga kaum rohaniwan
seperti para ulama. Kita juga tentu tak bisa menafikan
peranan Sarekat Dagang Islam (ini malah kaum borjuis),
NU, Muhammadiyah, Jamiatul Kheir (?), Al Irsyad, dsb.
Belum lagi organisasi yang bisa dikatakan berlandaskan
nasionalisme, seperti Boedi Oetomo dan Taman Siswa.

Kaum komunis terlihat lebih menonjol dalam bidang
pemikiran karena mereka memang punya jejaring
internasional--sesuai dengan salah satu prinsip yang
mereka anut, internasionalisme. Selain itu, di samping
aktif dalam gerakan massa dalam masa perjuangan dulu,
mereka juga rajin mengasah kemampuan intelektual
komunitasnya lewat kelompok-kelompok diskusi. Salah
satu kelompok diskusi mereka yang cukup populer adalah
apa yang oleh media massa tahun 1990-an disebut
sebagai kelompok diskusi Pathuk, Yogya. Nama kelompok
ini populer karena Soeharto yang mantan presiden itu
katanya sempat aktif di sana.

Tapi, sekali lagi, mungkin saya salah dan penjelasan
saya itu malah menyesatkan. 

Salam,

Pedje


--- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hulla, hidup palu dan arit. Begitu mengerikan
> lambang
> tersebut. Yang tidak bersentuhan pun sering di cap,
> seperti risman dkk. 
> 
> But, mungkin Pedje masih sungkan. Kalau ente tanya
> sama bung Bonny (sejarawan kita), dan mo jujur tanpa
> tunggangan politik. Pasti ente dpt jawaban; Yg
> mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta
> ini bisa merdeka, adalah berkat mereka yang
> tergabung
> dalam orsospol berlandaskan proletar!!! So, jgn
> sungkan, tanpa orsospol proletar mungkin qt msh
> dibawah naungan yang mulia Negeri Belanda. 
> Itulah bangsa qt. Entah lupa, atau memang sengaja
> dilupakan. Jasa-jasa proletar di negeri ini. Ampe
> sekarang kan? Upah kaum buruh selalu mlarat.
> 
> Tapi, mas Pedje, alangkah baiknya kalo mas bs
> menceritakan peristiwa kudeta yg terjadi pd tgl 11
> Maret 19xx, itu. Mungkin akan jelas disitu jasa kaum
> proletar. 
> 
> Bukan cuma cerita sedih orang-orang yang dicap palu
> dan arit.
> 
> --- Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Maaf, saya sekadar mem-forward artikel itu dari
> > milis
> > tetangga. Tapi, soal hubungan Risman dengan G30S,
> > kalau saya tangkap lewat teks itu, ya, tak tak
> > terlalu
> > begitu berhubungan. Ia (dan juga masih banyak yang
> > lain) dituduh terlibat G30S--yang katanya
> dilakukan
> > oleh PKI--karena menjadi anggota SOBSI, salah satu
> > onderbouw PKI (bukan begitu, Kang Bonny?).
> > 
> > Terus, soal pertanyaan kenapa pejuang malah
> > ditangkap
> > dan dijadikan tahanan politik, ya, ini mah sudah
> > banyak dijelaskan banyak ahli sejarah dan ahli
> ilmu
> > politik. Soeharto dan Orde Baru-nya menerapkan
> > politik
> > tumpas kelor untuk orang-orang yang dianggap punya
> > hubungan dengan PKI. Masih ingat kan kebijakan
> > litsus
> > pada akhir 1980-an dan awal 1990-an? 
> > 
> > Yang pasti, republik ini berdiri antara lain juga
> > berkat perjuangan orang-orang komunis, termasuk
> yang
> > tergabung dalam PKI beserta organisasi
> turunannnya.
> > Tan Malaka, Aidit, Nyoto, Pramoedya, dan Haji
> > Misbach
> > bisa kita sebut sebagai sekadar contoh dari kaum
> > komunis yang kontribusinya kepada republik ini tak
> > bisa kita pandang sebelah mata. Bukankah Tan
> Malaka
> > disinyalir menjadi otak intelektual dari
> > pemberontakan
> > petani Banten yang sangat terkenal itu?
> > 
> > Namun, karena saya bukan ahli sejarah, mungkin
> saja
> > penjelasan saya itu salah. Kang Bonny sebagai ahli
> > sejarah mungkin bisa meluruskan dan menjelaskan
> > lebih
> > detail. 
> > 
> > 
> > Salam,
> > 
> > Pedje
> > 
> > 
> > 
> > --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > 
> > >   Apa hubungan Risman dengan G 30 S PKI ?
> Bukankah
> > > RIsman sosok pejuang ? Lantas kenapa Risman
> > > ditangkap dan dijadikan Tahanan Politik ?
> Bukankah
> > > dia seorang pejuang yang mempunyai jasa sangat
> > besar
> > > ? Apakah SOBSI itu kaki tangan PKI ?
> > >   Mohon isi cerita ini dilengkapi, biar saya
> bisa
> > > mengetahui sosok "Risman" ini, apakah sebagai
> > > pejuang atau penghianat bangsa. 
> > >    
> > >   T.k.
> > >    
> > >    
> > >   
> > > abduh imanulhaq <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> > >   REVOLUSI YANG MEMBUNUH ANAK-ANAKNYA SENDIRI
> > > 
> > > Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> > > www.geocities.com/k2psi/lsm
> > > 
> > > Istri dan anak-anaknya
> > > diungsikan ke Pulau Buru
> > > 
> > 
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> > protection around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke