Kang Samsul,
   
  Penjelasan dia ini sudah saya baca minggu lalu. Dan setelah saya mendapatkan 
penjelasan ini, kemudian saya cecar dia dengan beragam pertanyaan menyangkut 
sumber2 dalam tulisannya. Paling tidak ada 5 pertanyaan yang saya ajukan, dan 
semuanya berkaitan dengan hal-hal yang saya duga dicontek olehnya. Namun dia 
menjawab bahwa dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang saya ajukan, alasannya 
karena ayahnya sedang terkena strooke dan kedua karena tidak tak punya waktu 
untuk menjawabnya. Ridiculous bukan? Aneh! Padahal pertanyaan yang saya ajukan 
itu mudah-mudah, kalau semisal dia murni menulis, pasti dengan mudah 
menjawabnya. di bawah ini saya lampirkan korespondensi saya dengannya. Tolong 
Kang Samsul baca korespondensi saya dengan ES ini, sengaja saya buat 
kronologis. Supaya jelas.
   
   
  Baik kang, terima kasih.
   
  tabik,
   
  Bonnie
   
  Di bawah ini korespondensi saya dengan ES.
   
  Pada tanggal 20 Februari ES mengirimi saya surat yang juga merupakan suratnya 
ke KOMPAS, isinya:
   
  Endang S Mustofa wrote:
  Sdr Bonnie Triyana yang baik,

  Saya mendapat kiriman e-mail dari tanah air terkait opini saya di Kompas 18 
Feb soal 85 tahun Prof Sartono.Akhirnya saya tahu e-mail Saudara. Berikut 
penjelasan yang saya kirim ke redaksi Opini Kompas dan saya kirim 20 Feb hari 
ini:

"Terimakasih telah memuat opini saya soal Prof Sartono (Kompas, 18/2).Cuma saya 
dapat kabar dari tanah air, ada seorang penulis bernama Sdr Bonnie Triyana 
mempertanyakan apakah saya melakukan plagiarisme. Karena di Harian Fajar 
Banten, Boy menulis opini serupa dengan judul "Sartono Kartodirdjo: 
Sejarawannya Wong Banten." (dimuat pada 15 Februari 2006). Saya jelaskan saja, 
bagaimana saya bisa melakukan plagiarisme karena saya mengirim opini itu pada 
14 Februari 2006 sedang tulisan Boy dimuat di Fajar Banten 15 Februari. Jadi 
kalau ada kesamaan, itu hanya kebetulan. Terimakasih.  Bisa disebarkan di milis 
atau ke Sdr Bonnie atau kepada pihak-pihak yang mempertanyakan. Apalagi saya 
menulis hanya untuk menghargai seorang Sartono dan saya pikir ada baiknya itu 
ditulis di Kompas agar lebih
tersebar luas dan jasa Sartono makin dikenal luas. Saya hanya ingin dedikasi 
Sartono dikenal, bukan nama saya. Itu motif saya.Terimakasih

Salam,

  Endang Suryadinata

   
  Nah, setelah membaca surat ini saya langsung menjawabnya seperti ini:
   
  Boni Triyana wrote:

Mas Endang yang budiman,
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih atas respon Anda. Satu hal yang perlu 
dicatat, bahwa saya sedang tidak dalam posisi menuduh Anda melakukan plagiat. 
Dalam email yang saya posting ke milis2, saya hanya meminta pendapat 
teman-teman tentang tingkat kemiripan antara artikel saya dengan artikel yang 
Anda tulis.

  Dalam surat ke Kompas Anda menulis:

  Terimakasih telah memuat opini saya soal Prof Sartono (Kompas, 18/2).Cuma 
saya dapat kabar dari tanah air, ada seorang penulis bernama Sdr Bonnie Triyana 
mempertanyakan apakah saya melakukan plagiarisme. Karena di Harian Fajar 
Banten, Boy menulis opini serupa dengan judul "Sartono Kartodirdjo: 
Sejarawannya Wong Banten." (dimuat pada 15 Februari 2006).

  Saya bingung siapa Boy yang Anda maksud? Penulis di Fajar Banten itu ya saya 
sendiri, Bonnie Triyana, bukan Boy (Bolang????). Baiklah, saya percaya Anda 
tidak mencontek ataupun plagiarism terhadap artikel saya. Namun ada beberapa 
hal yang saya ingin tanya kepada Anda perihal sumber tulisan dalam artikel anda 
tersebut. Mohon dijawab dengan cepat:

  1. Dalam tulisan Anda, paragrap ketiga Anda menyebutkan beberapa buku terbaru 
di mana Pak Sartono turut menyumbang tulisannya. Nah, jika Anda secara otentik 
menyebutkan hal itu, maka saya ingin tanya apakah Anda telah membaca buku itu 
semua. Jika YA, maka saya ingin bertanya kepada Anda tentang tema tulisan Pak 
Sartono di dalam buku persembahan 70 tahun Prof. Taufik? Berapa halaman tebal 
buku itu? Siapa editornya? Ada berapa penulis dan siapa saja penulis yang 
menyumbang dalam buku itu?

2. Masih di Paragrap ketiga tulisan Anda di Kompas, Anda menyebutkan 
"Sekurang-kurangnya telah dihasilkan 10 buku dan ratusan makalah atau artikel." 
Nah pertanyaan saya, dapatkah Anda menyebutkan satu per satu kesepuluh judul 
buku Prof. Sartono?

  3. Tentang ungkapan bahasa perancis "Les Peuples Sans Histoire" saya ingin 
bertanya kepada Anda dari buku apakah kira-kira Anda mengutip hal ini? 

4. Tentang Sejarawan Perancis, Goubert, kira-kira dari tulisan yang manakah 
Prof. Sartono menyebutkan nama ini?
   
  5. Dari mana Anda mendapatkan cerita anekdot telepon Moerdiono ke Sartono 
tentang "buku putih 1965"? Langsung dari penuturannyakah?

  Mas Endang, demikian saja dari saya. Saya mohon dengan dijawab, kalau terlalu 
lama saya tidak mau menambah beban prasangka dengan mengira Anda pergi ke 
perpustakaan dulu untuk mencari buku-buku tersebut. Saya tetap berpegang pada 
"Prejudice of Inocent." Dan bagi saya masalah ini bukan apa-apa. Saya hanya 
ingin berdiskusi. Di bawah ini pula saya cantumkan kembali tulisan saya yang 
dimuat oleh Fajar Banten, 15 Februari 2006. Sama dengan Anda, saya pun tidak 
sedang mencari "nama" dengan tulisan saya. Saya hanya merasa wajib 
menghadiahkan sesuatu kepadanya karena secara emosional saya cukup dekat dengan 
Prof. SK.

  Sekian, terima kasih.

  Bonnie Triyana
  
Kemudian, kalau tidak salah ingat, tanggal 21 Feb. 2006 sore dia 
  membalas email saya, isinya:
   
  Mas Boni Triyana,

pertama saya bukan Mas, tetapi Mbak. Maaf kali ini sya
tidak punya waktu membalas pertanyaan Anda. Ayah saya
sedang terkena stroke untuk kedua kalinya. Saya tidak
punya waktu. Tapi ini bukan excuse. Tuhan lebih
melihat hati.Maafkan jawaban yang pasti tidak
memuaskan Anda ini. 

Salam,
ES

Untuk membalas jawaban ES yang amat tidak memuaskan itu, saya menulis email 
untuknya:
   
  Mbak Endang,
   
  Maaf saya tidak mengira Anda seorang perempuan. Di daerah saya, Banten, 
Endang bisa juga jadi nama laki2.
   
  Saya turut prihatin atas sakitnya ayahanda Mbak Endang (apakah dia juga 
tinggal di Belanda bersama Anda?)
   
  Tentu jawaban dari Anda belum memuaskan saya. Kalau saya jadi Anda, yang 
jelas-jelas mengetahui secara pasti apa yang ditulis, dengan mudah saya akan 
menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Minimal itu sudah ada di dalam ingatan 
Anda. Kalaupun perlu mengecek sumber, paling2 tinggal buka-buka buku sebentar. 
Dan saya yakin Anda masih bisa mengingat sumber2 itu karena toh Anda belum lama 
menulisnya.
   
  Memang Tuhan melihat hati, seperti Anda bilang. Dan saya yakin Tuhan pun 
membaca artikel yang Anda tulis maupun yang saya tulis. Tapi sayang seribu 
sayang dia tidak ikut beropini mengenai masalah ini. Jadi, ini kembali kepada 
nurani Anda yang hanya Tuhan mengetahuinya.
   
  Saya tidak mampu menunggu lebih lama lagi untuk jawaban Anda. Seperti saya 
bilang pada email sebelumnya, bahwa saya tidak mau dibebani prasangka tentang 
kemungkinan Anda pergi ke perpustakaan atau bertanya kepada teman-teman Anda 
perihal jawaban atas pertanyaan yang saya berikan. Seharusnya Anda langsung 
bisa memberikan jawaban tanpa harus beralasan tak punya waktu dsb...dsb... 
Karena toh Anda punya waktu banyak untuk menulis artikel, tapi mengapa untuk 
menjawab 5 pertanyaan yang itupun tentang tulisan Anda sendiri Anda tidak punya 
waktu.
   
  Sekali lagi saya katakan, kalau saya jadi Anda, 5 pertanyaan yang diajukan 
itu amatlah remeh, enteng, seujung kuku. Dan seharusnya Anda langsung menjawab. 
Tidak perlu menunggu lama. Bagaimanapun kredibilitas Anda sebagai seorang 
penulis lulusan universitas ternama di Eropa sedang dipertaruhkan.
   
  Apalah artinya pertayaan saya itu, pertanyaan dari seorang anak udik dari 
kampung. Yang pasti bisa dijawab dengan tangkas oleh seorang sarjana lulusan 
Universiteit Erasmus, Rotterdam. 
   
  Saya menyerahkan penilaian masalah ini pada para pembaca milis lainnya. Saya 
yakin para pembaca milis bisa dengan jernih melihat permasalahan ini.
   
  Demikian dari saya, terima kasih.
   
  tabik,
   
  Bonnie Triyana
   

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke