Terima kasih Sdr.  Saparudin atas penjelasannya...
  Disinilah perlunya kita berdiskusi dan berinteraksi.. untuk mencoba memahami 
dan mempelajari apa yang kita tidak "tahu" agar menjadi jelas dan tidak salah 
persepsi...
  Terlebih lagi menjadi apriori terhadap sesuatu pandangan..
  Ketika  syariat Islam diperdebatkan..
  Akan timbul suatu pemahaman dan bahkan friksi dan hal itu tentu saja tidak 
haram hukumnya...
  Menjadi haram hukumnya ketika timbul perpecahan dan saling berhadap-hadapan 
(vis a vis) bahkan pertengkaran...
  Anda mengatakan saya seorang sekuler..
  Tentu  sah-sah saja anda mempunyai suatu penilaian terhadap saya.. dan itu 
merupakan hak anda..
  Anda selalu berfikir bahwa orang "sekuler" selalu menghambat usaha penegakan 
Syariat Islam..
  Ketika pemikiran ini muncul... maka tidak mungkin ada titik temu yang bisa 
menjadi jembatan dan pemecahan terhadap suatu masalah.. 
  Saya sepakat bahwa Islam merupakan rahmatan lil alamiin..
  Islam tidak saja mengajarkan shalat,puasa, haji, wirid dsb..
  Akan tetapi hal yang lebih utama juga menyangkut hubungan dengan manusia 
(hablu minannas)..
  Hal terakhir inilah seharusnya menjadi cermin dan jiwa hati setiap umat 
Islam..
  Bagaimana kita harus menegakkan siar Islam tanpa harus mengusik ketenangan 
umat lain..
  Jadi yang penting.. adalah bukan Syariat Islam atau tidak untuk membangun 
bangsa dan negara..
  Akan tetapi pemahaman dan persepsi masing2 terlebih dahulu harus disamakan..
  barulah kita hal-hal yang prinsipil..
  Terima kasih..
  wassalam..
   
  

SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Sdr. Yayat yang terhormat, Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan 
agama Islam akan senantiasa dijaga oleh Allah sampai hari kiamat. Namun sudah 
menjadi sunatullah bahwa akan senantiasa muncul argumen-argumen, 
pendapat-pendapat macam Saudara itu yang memunculkan kekaburan pada agama yang 
sudah jelas itu. 
  Sdr. Yayat, Islamisasi kehidupan bukanlah sekedar membuat umat Islam 
melakukan shalat, puasa, haji, wirid, dan ritual lainnya. Justru corak 
pemahaman parsial macam itulah yang amat digandrungi oleh para kaum yang 
berpaham sekuler macam anda itu. Sebab Islam dalam bentuknya yang  semacam 
argumen anda itu adalah Islam yang mudah dimanfaatkan untuk 
kepentingan-kepentingan tertentu. Untuk itulah orang-orang yang bermental atau 
berpaham sekuler itu senantiasa memberikan pemahaman2 yang keliru bagi umat 
Islam agar terjebak dengan pemahaman-pemahaman yang sesaat. Akibatnya 
pemahaman2 abadi berupa pembinaan aqidah dan pemahaman akan keutuhan Islam tak 
tersentuh secara memadai.
   
  Islam mengajarkan ketaatan tapi melarang taqlid buta; memerintahkan kesetiaan 
tapi mengharamkan kultus individu; mewajibkan penghormatan terhadap orang yang 
layak mendapatkannya namun mencela figuritas. Bukankah selama ini banyak 
dikalangan kaum muslimin yang  bertaqlid dengan teori-teori hasil pemikiran 
kaum orientalis.  Dan menerima segala apa yang disampaikan oleh orang-orang 
orientalis bahkan menjadi kebanggaan tersendiri dan bahkan menjadi acuan dalam 
praktek kehidupan sehari-hari, betapa pun nyata-nyata salah menurut standar 
Qur'an dan Sunnah.
   
  
  Bagaikan dua sisi mata uang, bangga dengan teori-teori pemahaman oritentalis 
akan selalu bersanding dengan sikap merendahkan syariat Islam. Jika ini yang 
berkembang ada dua kemungkinan yang muncul. Pertama, anti Islam, dan kedua 
menafikan syariat Islam itu sendiri.
  Dan perlu diingat bahwa indikator perlunya syariat Islam ditetapkan adalah 
spritual development involves the development of man as God's creature and as a 
member of the community sebagai jati diri Islam yang rahmatan lil alamiin.
   
   
   

Yayat Nurhayat <[EMAIL PROTECTED]> menulis:  Untuk saudara-saudaraku...
  Maaf bukan berarti saya anti syariat Islam...
  Ada pertanyaan dalam diri saya..
  "Syariat Islam yang akan digunakan apakah untuk menuju sebuah Imperium atau 
sebuah peradaban>>>?
  Inilah yang harus diketahui dahulu oleh saudara-saura sekalian..
  Kalau kita lihat sejarah pemerintahan Islam diseluruh dunia..apakah sistem 
pemerintahan yang diterapkan efektif dan mengayomi rakyatnya seperti contoh 
Afganistan, Iran, Irak dls..?
  Kita memang tidak boleh pesimis tentang hal tersebut..
  Akan tetapi semua harus faham dulu syariat Islam yang sebenarnya..bukan 
plesetan oknum tertentu yang  bisa mendiskreditkan Islam..
  Budaya Islam begitu tinggi saudara...
  Akan tetapi ketika kita salah dalam mempraktekan syariat. menjadi kontra 
produktif dengan keadaan yang sesungguhnya?
  Salam...

SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Maaf, bukan saya anti Pancasila dan UUD 45. Bagi saya Pancasila dan UUD 1945 
saya pandang adalah sebatas filosofi dan idiologi negara hasil kreasi manusia. 
Jadi kalau banyak terjadi konflik di NKRI mulai dari separatis, kemerosotan 
moral, narkoba, tindakan anarkis bukan berarti rakyat Indonesia itu rusak 
disebabkan karena Pancasila dan UUD 1945. 
  Menurut saya persoalan yang mendera NKRI ini, muncul berbagai persoalan 
ditengah kehidupan masyarakat baik dijajaran pemerintahan maupun masyarakat 
umum,disebabkan manusia khususnya yang beragama Islam sudah jauh dari syariat 
Islam. Karena identitas keislaman yang melekat pada diri mereka hanya sebatas 
legalitas diri bahwa mereka beragama Islam, sedangkan ajaran atau syariat Islam 
mereka taruh dijidat yang jendol. (Maaf, mungkin sudah sewajarnya negara 
menerapkan ideologi Islam. Maaf jangan didebat, ini menurut pribadi saya) 
Malahan sebaliknya membuat imej bahwa Islam yang mayoritas di NKRI bukan lagi 
menjadi rahmat bagi seluruh alam, tapi menjadi bahaya bagi seluruh alam. Gawat 
banget bukan? Karena apa, negara terlalu banyak mengadopsi atau menganut 
ideologi sekuler yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang nota bene 
mayoritas muslim. Sebab penguasa Indonesia lebih percaya kepada hasil pemikiran 
orientalis kadal barat Paul Ricour, Ferdinand de Saussure, Emmilio
Betti, Michel
Foucault, Antonio Gramsci, John Hick, Wilfred Cantwell Smith, dan 
teman-temannya, ketimbang percaya kepada Imam as-Syafi’I, Imam Hambali, Hanafi 
atau Maliki. 
  Ini menurut saya, jika Islam diterapkan sebagai  ideologi negara, paling 
tidak ada delapan aspek dalam kehidupan luhur masyarakat manusia Indonesia yang 
akan dipelihara, yaitu :
  1). Memelihara keturunan, yakni dengan mensyariatkan nikah dan mengharamkan 
perzinaan, serta menetapkan berbagai sanksi hukum terhadap para pelaku 
perzinaan itu, baik hukum jilid maupun rajam.  
  
  2). Memelihara akal, yakni dengan mencegah dan melarang dengan tegas segala 
perkara yang merusak akal seperti minuman keras (muskir) dan narkoba (muftir) 
serta menetapkan sanksi hukum terhadap para pelakunya.  
  
  3). Memelihara kehormatan, yakni dengan melarang orang menuduh zina, 
mengolok, menggibah, melakukan tindakan mata-mata, dan menetapkan sanksi-saksi 
hukum bagi para pelakunya.  
  
  4). Memelihara jiwa manusia, yakni dengan menetapkan sanksi hukuman mati bagi 
orang yang telah membunuh tanpa hak, dan menjadikan hikmah dari hukuman itu 
(qishash) adalah untuk memelihara kehidupan (coba deh lihat QS al-Baqarah  
  [2]: 179). Kalaupun tidak dikenai hukum Qishash, yang berlaku adalah hukum 
diat. Yakni, keluarga korban berhak atas ganti rugi yang wajib diberikan pihak 
keluarga pembunuh sebesar 1000 dinar (4250 gram emas) atau 100 ekor onta atau 
200 ekor sapi.  
  
  5). Memelihara harta, yakni dengan menetapkan sanksi hukum terhadap tindakan 
pencurian dengan hukuman potong tangan yang akan mencegah manusia dari tindakan 
menjarah harta orang lain. Demikian pula peraturan pengampunan (hijr), yakni 
pencabutan hak mengelola harta bagi orang-orang bodoh dengan menetapkan wali 
yang akan memelihara harta yang bersangkutan Islam juga melarang tindakan 
belanja berlebihan, yakni belanja pada perkara haram.  
  
  6). Memelihara agama, yakni dengan melarang murtad serta menetapkan sanksi 
hukuman mati bagi pelakunya jika tidak mau bertobat kembali kepangkuan Islam. 
Sekalipun demikian, Islam tidak memaksa orang untuk masuk Islam (lihat deh QS 
al-Baqarah [2]: 256).  
   7). Memelihara keamanan, yakni dengan menetapkan hukuman berat sekali bagi 
mereka yang mengganggu keamanan masyarakat, misalnya dengan memberikan sanksi 
hukum potong tangan plus kaki secara silang serta hukuman mati dan disalib bagi 
para pembegal jalanan (lihat: QS al-Maidah [5]: 33). Hukum syariat demikian 
diberikan kepada semua warga negara, baik muslim atau nonmuslim tanpa 
diskriminatif.  
  
  8). Memelihara negara, yakni dengan menjaga kesatuannya dan melarang orang 
atau kelompok orang melakukan pemberontakan (bughat) dengan mengangkat senjata 
melawan negara.
   
  Oke deh, setiap hukum Islam bila diterapkan secara nyata dalam kehidupan 
masyarakat akan menghasilkan ketenangan seperti itu. Kesemuanya itu akan 
dirasakan dan menjadi hak setiap orang yang tunduk kepada aturan syariat Islam 
tersebut, baik muslim ataupun bukan.  
  Dengan demikian, melalui penerapan syariat Islam secara total kemaslahatan
  akan dirasakan oleh semua umat manusia. Islam emang for all.  
  Jadi kurang apalagi? Selain kitanya sebagai muslim yang emang kurang 
berjuang. Mari berjuang untuk Islam.


antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> menulis:  --- 

indonesia hancur
bila mengkhianati TRISAKTI

- berdaulat secara politik
- mandiri/berdikari di ekonomi
- berpribadi dalam budaya
(ajaran TRISAKTI, BungKarno)

kuncinya : 
Pancasila, Pembukaan UUD45
NegaraKesatuan RI, Bhinneka Tunggal Ika

waspadai para pengkhianat bangsa
wassalam





--- End forwarded message ---







Tetap Semangat Mencintai Banten! 


    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  




Saprudin
            
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 



  SPONSORED LINKS 
        Indonesia phone card   Indonesia calling card   Indonesia travel     
Bali indonesia   Indonesia   Indonesia hotel 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



            
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1&cent;/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 


    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  




Saprudin
            
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 


    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Blab-away for as little as 1¢/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke